Terbit: 30 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Teh susu kini mulai digemari banyak orang. Hal ini disebabkan oleh kombinasi rasa dari kedua minuman ini yang bisa memberikan sensasi rasa yang nikmat. Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak sering mengonsumsinya karena bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan.

5 Dampak Tak Terduga Hobi Minum Teh Susu

Berbagai Dampak Sering Minum Teh Susu

Sebagaimana kita ketahui, teh dan susu termasuk dalam minuman yang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan seperti antioksidan yang bisa mencegah datangnya kanker dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, nutrisi di dalam susu juga bisa mendukung berbagai fungsi di dalam tubuh. Masalahnya adalah, kombinasi dari kandungan-kandungan di dalam kedua minuman ini bisa memberikan efek kurang baik.

Katekin, sejenis flavonoid yang ada di dalam teh memang baik bagi kesehatan jantung, namun jika sampai kandungan ini dikombinasikan dengan kasein, sejenis protein di dalam susu, akan memberikan efek buruk.

Berikut adalah dampak-dampak tersebut.

  1. Bisa Meningkatkan Risiko Insomnia

Jika kita berbicara tentang minuman yang bisa menyebabkan masalah insomnia atau susah tidur, maka hal pertama yang terpikirkan adalah kopi. Masalahnya adalah selain kopi, teh susu juga bisa menyebabkan dampak yang sama karena memiliki kandungan kafein. Bahkan, teh biasa yang dikonsumsi dengan berlebihan di dekat dengan waktu tidur juga bisa memberikan dampak yang sama.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Mengonsumsi dua gelas teh susu disebut-sebut bisa memberikan efek ini karena adanya kandungan gula tinggi di dalamnya. Hal ini akan membuat pencernaan sibuk untuk mengolahnya dan akhirnya mengganggu fungsi otak yang seharusnya sudah mulai mempersiapkan diri untuk tidur di malam hari.

  1. Bisa Memicu Datangnya Jerawat

Banyak orang yang mengaitkan datangnya jerawat dengan konsumsi makanan dan minuman tertentu. Sayangnya, hal ini memang bisa terjadi. Sebagai contoh, kandungan gula di dalam teh susu yang tinggi bisa meningkatkan risiko peradangan, termasuk pada kulit yang akhirnya berimbas pada datangnya jerawat.

  1. Menyebabkan Perut Kembung

Minum teh susu dalam jumlah banyak juga bisa meningkatkan risiko terkena masalah perut kembung. Tak hanya karena pengaruh kafein di dalam teh, hal ini juga disebabkan oleh adanya nutrisi di dalam susu yang memang bisa menyebabkan efek kembung di dalam perut.

  1. Bisa Meningkatkan Risiko Sembelit

Di dalam teh terdapat kandungan yang disebut teofilin. Kandungan ini bisa mengeluarkan berbagai macam racun di dalam tubuh, namun jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa menyebabkan efek samping berupa dehidrasi yang berakhir pada masalah susah buang air besar atau sembelit.

  1. Bisa Memicu Gangguan Penyerapan Nutrisi

Terlalu banyak minum teh susu bisa meningkatkan risiko terkena gangguan kekurangan zat besi dan seng. Padahal, kedua nutrisi ini sangat dibutuhkan tubuh demi mencegah datangnya anemia.

Tips Sehat Minum Teh

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan teh maksimal tiga cangkir saja setiap hari. Hal ini dilakukan demi mencegah efek diuretik berlebihan dari minuman ini sekaligus membatasi asupan kafein harian. Hanya saja, khusus untuk di pagi hari, sebaiknya kita mengonsumsinya satu cangkir saja. Kita juga tidak disarankan untuk mengonsumsinya saat perut masih benar-benar kosong.

Kita juga sebenarnya tidak disarankan untuk menambahkan gula pada teh yang kita konsumsi. Hanya saja, jika kita ingin sensasi lebih manis pada teh, bisa menambahkan madu atau bubuk kayu manis yang lebih sehat. Kita juga bisa menambahkan bahan-bahan herbal lain demi menambah rasa, aroma, dan nutrisi pada teh yang dikonsumsi seperti daun mint, jahe, hingga serai.

 

Sumber:

  1. Dineshwori, Longjam. 2019. Drinking tea is good for your health but have it without milk. thehealthsite.com/fitness/diet/drinking-tea-is-good-for-your-health-but-have-it-without-milk-719000/. (Diakses pada 30 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi