Terbit: 21 November 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

DokterSehat.Com– Penatalaksanaan fertilitas merupakan faktor utama dalam peningkatan kehamilan multipel selama 20 tahun terakhir. Meskipun semua penatalaksanaan fertilitas meningkatkan risiko kehamilan multipel, namun paling umum pada wanita yang menggunakan obat fertilitas untuk menginduksi ovulasi. Beberapa obat bisa digunakan untuk merangsang ovulasi. Ketika obat yang disebut clomiphene citrate digunakan, sekitar 10% dari kehamilan yang diraih adalah kembar dan kurang dari 1% kembar tiga atau lebih. Ketika obat yang disebut gonadotropin digunakan, 30% kehamilan yang didapat adalah kehamilan multipel. Sebagian besar kehamilan kembar, tapi sepertiga kehamilan adalah kembar tiga atau kembar lebih banyak.

Kehamilan Kembar – Dampak dari Penanganan Fertilitas

Dengan teknologi reproduksi terbantu (assisted reproductive technologies/ ART), telur dibuahi di luar tubuh. Telur bisa berasal dari donor, atau bisa dihasilkan oleh wanita itu sendiri dengan obat fertilitas. Embrio (bisa tunggal atau jamak) yang dihasilkan dipindahkan ke rahim seorang wanita. Risiko kehamilan multipel meningkat seiring bertambahnya jumlah embrio yang ditransfer. Sekitar 45% persen kehamilan dibantu oleh ART menghasilkan kehamilan kembar dan sekitar 7% kembar tiga atau lebih saat dua embrio ditransfer.

Karena risiko yang terkait dengan kehamilan multipel, American Society for Reproductive Medicine merekomendasikan untuk melakukan pendekatan pencegahan saat penatalaksanaan fertilitas digunakan. Jika Anda dan pasangan Anda mempertimbangkan penatalaksanaan fertilitas, spesialis fertilitas Anda akan berbicara dengan Anda tentang risiko memiliki kehamilan multipel dan bagaimana Anda bisa menghindari lebih dari satu bayi. Misalnya, dengan ART Anda dapat memilih untuk membatasi jumlah embrio yang dipindahkan ke rahim. Kesempatan untuk mendapatkan hasil yang sukses dengan mentransfer satu embrio meningkat untuk wanita yang memenuhi kriteria tertentu seperti wanita yang berusia kurang dari 35 tahun, berpartisipasi dalam siklus ART pertama mereka, dan telah menghasilkan sejumlah embrio berkualitas tinggi.

Dengan induksi ovulasi, pemeriksaan ultrasound dapat digunakan untuk memantau jumlah telur yang berkembang di ovarium, dan tes darah dapat mengukur kadar hormon. Jika pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan sejumlah besar telur yang sedang berkembang, atau jika hasil tes darah menunjukkan kadar hormon yang tinggi, sebaiknya Anda tidak mengupayakan kehamilan selama siklus itu untuk menghindari risiko kehamilan multipel. Jika kehamilan triplet atau lebih banyak terjadi, prosedur yang disebut pengurangan kehamilan multifetal dapat dipertimbangkan. Prosedur ini mengurangi satu atau lebih jumlah bayi dalam kehamilan multifetal. Ada risiko yang terkait dengan prosedur ini, termasuk risiko kehilangan semua bayi. Namun, dengan kehamilan multipel yang lebih dari tiga, risiko ini pada umumnya diyakini sebanding dengan manfaat potensial dari prosedur ini, termasuk penurunan risiko yang terkait dengan kelahiran prematur. Mengurangi kehamilan juga menurunkan risiko ibu, termasuk hipertensi, preeklampsia, dan diabetes melitus gestasional.

Kehamilan Kembar – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi