Terbit: 9 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jumlah perokok di Indonesia tergolong sangat tinggi. Tak hanya orang tua atau dewasa, kini bahkan semakin banyak remaja dan anak-anak yang merokok. Hal ini bisa membuat kita tanpa sengaja menghirupnya dan menjadi perokok pasif. Masalahnya adalah hal ini sudah cukup untuk menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

7 Dampak Buruk Menjadi Perokok Pasif

Menjadi Perokok Pasif Berbahaya bagi Kesehatan

Pakar kesehatan menyebut rokok bertanggung jawab pada sekitar satu juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Bahkan, jumlah kematian yang disebabkan karena menjadi perokok pasif mencapai 900 ribu orang setiap tahunnya.

Hal ini disebabkan oleh menjadi perokok pasif yang terbukti bisa mengembangkan kanker paru, batuk-batuk, asma, iritasi pada tenggorokan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya. Menurut penelitian, menjadi perokok pasif karena di lingkungan kita banyak orang merokok sudah bisa meningkatkan risiko kanker paru hingga 25 persen!

Berbagai Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul Akibat Menjadi Perokok Pasif

Pakar kesehatan menyebut ada berbagai masalah kesehatan yang bisa muncul jika kita sering terpapar asap rokok meski tidak pernah mengisapnya.

Berikut adalah masalah-masalah kesehatan tersebut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  1. Kanker Paru

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, dampak pertama yang bisa kita dapatkan jika kita sering menjadi perokok pasif adalah terkena kanker paru. Peningkatan risiko terkena penyakit ini bahkan mencapai 20-30 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya 4.000 bahan kimia beracun di dalam asap rokok yang kita hisap dan bisa memicu perkembangan kanker.

  1. Asma

Mereka yang sering menjadi perokok pasif juga cenderung lebh rentan untuk mengembangkan asma. Bahkan, jika kita sudah mengidap asma sebelumnya, terpapar asap rokok akan membuat kita lebih rentan terkena gejala sesak napas. Tak hanya asma, ada banyak sekali masalah pernapasan lainnya yang bisa muncul jika kita sering terpapar asap rokok.

  1. Penyakit Jantung

Telah banyak penelitian yang menemukan kaitan langsung antara asap rokok dengan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kandungan beracun di dalam asap rokok yang bisa merusak pembuluh darah dan jantung dengan signifikan.

Penelitian juga membuktikan bahwa sering terpapar asap rokok bisa membuat darah lebih mudah mengental. Dampaknya bisa membuat darah menjadi lebih kental dan meningkatkan risiko terkena penyumbatan darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.

  1. Membahayakan Kehamilan

Bagi ibu hamil, sebaiknya mereka menghindari asap rokok. Hal ini berarti, jika keluarga atau suaminya merokok, sebaiknya menjauh dari ibu hamil demi mencegah dampak yang buruk bagi kesehatan janin di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan kandungan beracun di dalam asap rokok yang bisa menyebabkan kematian atau persalinan dini.

  1. Berbahaya bagi Anak dan Balita

Jika sampai anak kecil atau balita sering terpapar asap rokok, maka mereka akan mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan seperti memiliki berat badan dan tinggi badan yang kurang, hingga meningkatnya risiko terkena penyakit kronis lainnya. Bahkan, jika yang mengisap adalah bayi, risiko terkena kematian mendadak akan semakin meningkat.

  1. Menyebabkan Gangguan Pendengaran

Anak yang sering terpapar asap rokok cenderung rentan terkena gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang bisa memicu iritasi pada bagian telinga tengah.

  1. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Anak-anak yang sering terpapar asap rokok cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga rentan terkena infeksi, peradangan, dan berbagai macam penyakit. Hal ini tentu bisa membahayakan kesehatannya secara keseluruhan.

 

Sumber:

  1. Amritha, K. 2019. 10 Harmful Effects Of Passive Smoking By Amritha K on July 9, 2019. boldsky.com/health/wellness/2019/harmful-effects-of-passive-smoking-128845.html (Diakses pada 8 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi