Dampak Buruk Memakai Dasi Saat Bekerja

dasi_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/mike-burns

DokterSehat.Com– Jas dan dasi kini telah menjadi seragam formal bagi mereka yang bekerja di kawasan perkantoran atau tempat kerja lainnya. Meskipun bisa membuat seseorang terlihat lebih sopan dan professional, menurut pakar kesehatan, bisa jadi penggunaan jas dan dasi ini justru bisa menurunkan produktifitas para pekerja. Kok bisa?

Dilansir dari Metro.co.uk, sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Neuroradiology menghasilkan fakta mengejutkan tentang kebiasaan memakai dasi, yakni mampu membuat kemampuan kreatif pekerja menjadi terbatas. Hal ini disebabkan oleh kemampuan dasi yang menekan pembuluh darah pada leher dan akhirnya membatasi aliran darah menuju otak. Hal ini akan berpengaruh besar bagi kemampuan berpikir dan memproses dalam otak.

Fakta ini terungkap setelah para peneliti memindai otak dari 30 pria muda dengan kondisi sehat. Separuh dari total partisipan ini diminta untuk memakai baju santai tanpa kerah, sementar 15 orang lainnya diminta untuk memakai dasi dengan cukup ketat sehingga membuat bagian leher menjadi kurang nyaman saat bekerja. Hasilnya adalah, mereka yang memakai dasi mengalami penurunan aliran darah menuju otak hingga 7,5 persen.

Hanya saja, sebagian pakar kesehatan lainnya menyebutkan bahwa penelitian ini baru dilakukan dengan partisipan berjumlah sedikit sehingga sebaiknya dilakukan kembali dengan jumlah partisipan yang jauh lebih banyak demi mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Selain itu, para partisipan di penelitian ini juga memakai dasi cukup ketat, padahal, kini banyak dasi yang dibuat dengan memperhatikan kenyamanan leher sehingga diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh besar bagi aliran darah menuju otak.

Meskipun begitu, jika tempat kerja kita membebaskan kita untuk memakai baju yang nyaman saat bekerja, sepertinya memang hal ini lebih menyenangkan untuk dilakukan, bukan?