Terlalu Sering Menggunakan Kutek, Ini Dampak Buruknya!

merawat-kuku-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Bagi sebagian besar wanita, penampilan merupakan satu hal yang sangat penting sehingga harus selalu diperhatikan setiap saat. Ada banyak cara yang dilakukan wanita untuk mempercantik penampilan mereka, diantaranya perawatan ke pusat kecantikan, penggunaan make up, potongan rambut yang sesuai dengan masa kini, dan masih banyak lainnya. Bahkan, bagian terkecil dari organ tubuh, yakni kuku juga tidak luput dari perawatan. Sebab, kuku juga dianggap mampu mempengaruhi penampilan.

Umumnya, mereka akan mempercantik penampilan kuku dengan cara mewarnainya dengan kutek. Kutek memiliki warna yang sangat beragam, sehingga tak heran jika banyak wanita yang akan terus mengganti warna tampilan kuku mereka sesuai dengan keinginan mereka. Padahal, terlalu sering menggunakan kutek juga dapat memberikan dampak buruk bagi kuku, diantaranya:

1. Mengubah Warna Kuku

Dampak buruk yang pertama akibat dari penggunaan kutek adalah dapat mengubah warna kuku. Biasanya kuku memiliki warna alami yakni putih bening. Ketika Anda terlalu sering menggunakan kutek, maka warna alami pada kuku tersebut akan berubah menjadi kuning, bahkan mudah terkelupas dan kering. Oleh sebab itu, jika Anda penggemar kutek, sebaiknya biarkan kuku Anda beristirahat dan kurangi pemakaian kutek.

2. Kuku Mudah Rapuh

Dampak buruk selanjutnya adalah kuku menjadi mudah rapuh. Hal ini dikarenakan pemakaian kutek mampu menutup pori-pori dari kuku itu sendiri sehingga kuku menjadi susah untuk bernapas. Akibatnya, kuku akan kekurangan oksigen dan menyebabkan kerapuhan pada kuku.

3. Dapat Merusak Jaringan Kulit

Tidak hanya berdampak buruk pada kuku saja, terlalu sering menggunakan kutek juga bisa merusak jaringan kulit. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat formaldehid pada kutek. Zat tersebut merupakan zat turunan formalin yang fungsinya untuk mengawetkan. Jika Anda terlalu sering menggunakan kutek, maka kemungkinan besar zat tersebut masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa menyebabkan sakit kepala, iritasi pada hidung, tenggorokan dan mulut, bahkan juga bisa memicu kanker.