Dampak Alkohol bagi Kualitas Tidur

akibat-kurang-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com– Karena bisa menyebabkan kita lebih cepat tidur, banyak orang yang berpikir jika minuman beralkohol bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Sebenarnya, apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa sayangnya anggapan ini tidak benar adanya. Mengonsumsi alkohol di malam hari ternyata bisa membuat kualitas tidur menurun drastis. Kita akan lebih mudah terbangun saat tengah malam sehingga membuat tidur pun menjadi tidak nyenyak.

Bahkan, tak hanya menurunkan kualitas dan durasi tidur malam, kita akan cenderung terbangun dengan gangguan kemampuan berpikir atau berkonsentrasi dengan sangat parah di pagi hari setelah bangun tidur.

Dikutip dari Huffington Post, disebutkan bahwa kandungan di dalam minuman beralkohol mampu membuat siklus tidur menjadi kacau. Bukannya membuat kita lebih cepat terlelap, hal ini justru membuat kita ingin terus membuka mata.

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa mereka yang mengonsumsi alkohol di malam hari cenderung baru bisa tidur dengan nyenyak di malam berikutnya namun tidak akan bisa tidur dengan nyenyak di malam saat minum alkohol. Hal ini disebabkan oleh efek dari alkohol yang baru bisa menghilang sekitar sehari setelahnya.

Menurut dr. Patricia Carter dari University of Texas, Austin’s School of Nursing and a Sleep Research Society, disebutkan bahwa alkohol termasuk dalam depresan yang mempengaruhi sistem saraf pusat.

“Setelah meminum alkohol, kita akan merasa lebih tenang dan lebih rileks. Hal ini disebabkan oleh efek alkohol yang langsung menekan sistem saraf yang terkait dengan stres atau kegelisahan,” ungkap dr. Carter.

Sayangnya, efek ini hanya akan membuat kita bisa tertidur namun tidak membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Biasanya, alkohol akan dimetabolisme oleh tubuh sekitar dua jam setelah dikonsumsi. Tubuh menganggap alkohol sebagai racun dan mencoba untuk membersihkannya dari dalam tubuh. Caranya adalah dengan menarik sebanyak mungkin air dari dalam sel dan membuangnya melalui air seni.

Karena alasan inilah setelah minum alkohol kita cenderung jauh lebih sering buang air kecil. Hal ini juga akan berimbas pada munculnya dehidrasi yang muncul di pagi hari setelah minum alkohol. Kondisi dehidrasi ini bisa mempengaruhi kondisi otak sehingga membuat kita sulit berpikir, pusing, sakit kepala, dan mengalami gangguan emosional.