Terbit: 6 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dada terasa panas disertai dengan rasa sakit dapat menjadi gejala yang mengindikasikan berbagai penyakit. Mulai dari yang terkait jantung, paru-paru, maupun organ dan jaringan lain yang berada di dada dan sekitarnya. Sangat penting untuk mengetahui penyebab dari kondisi ini agar Anda dapat mendapatkan penanganan yang tepat.

10 Penyebab Dada Terasa Panas dan Sakit, Bukan Cuma Serangan Jantung!

Penyebab Dada Sakit dan Dada Terasa Panas

Rasa sakit atau rasa terbakar di dada dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Ada banyak organ dan jaringan yang terletak di area dada dan jika salah satu terkena, maka dapat menyebabkan gejala seperti sakit atau sensasi panas pada dada. Sebagian penyebab merupakan kondisi serius, namun sebagian lainnya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Berikut adalah beberapa penyebab dada sakit atau dada terasa panas yang mungkin terjadi:

1. Serangan Jantung

Salah satu penyebab dada sakit yang cukup umum adalah serangan jantung.

Ketika serangan jantung terjadi, pasokan darah ke jantung terputus sehingga otot jantung mulai mati. Selain menyebabkan dada terasa panas, sesak, dan sakit, serangan jantung juga dibarengi dengan gejala lain seperti nyeri tubuh bagian atas, berkeringat mual, dan kelelahan.

Serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang serius dan harus segera mendapatkan penanganan.

2. Refluks Asam Lambug atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Jika serangan jantung adalah salah satu penyebab sakit dada yang utama, maka refluks asam lambung atau GERD dapat dikatakan sebagai penyebab dada terasa panas yang utama.

Kondisi ini terjadi ketika isi perut naik ke kerongkongan. Adanya asam lambung yang naik ke kerongkongan ini menyebabkan sensasi terbakar yang kuat, terutama di bagian dada. Gejala GERD lain selain nyeri terbakar di dada adalah sensasi asam atau pahit di mulut, mual dan muntah, kesulitan menelan.

Terkadang GERD juga dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti batuk kronis atau asma.

3. Ketegangan Otot

Penyebab dada sakit lainnya adalah ketegangan otot yang terjadi pada otot di sekitar tulang rusuk.

Ketegangan ini dapat menyebabkan nyeri dada yang persisten. Ciri paling umum dari sakit dada yang disebabkan ketegangan otot adalah rasa sakitnya yang biasanya bertambah ketika Anda mulai aktivitas atau ketika bagian yang sakit ditekan.

Sedangkan pada sakit dada akibat serangan jantung biasanya sakitnya tidak akan terpengaruh oleh sentuhan secara langsung.

4. Cedera Tulang Rusuk

Cedera pada tulang rusuk juga dapat menyebabkan dada sakit.

Cedera ini dapat berbentuk memar, patah, maupun fraktur tulang. Anda mungkin mendapatkan rasa sakit yang luar biasa atau mendengar suara retakan ketika mendapatkan cedera tersebut. Jika tidak menimbulkan memar, diperlukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulang.

5. Hiatal Hernia

Hiatal hernia adalah kondisi di mana organ bagian atas lambung terdorong ke atas melalui diafragma dan masuk ke area dada.

Kondisi ini dapat menjadi penyebab dada sakit dan ditandai dengan gejala lain seperti dada terasa panas atau heartburn yang memburuk ketika membungkuk atau berbaring, kesulitan menelan, dan bersendawa.

Gejala yang muncul ini diakibatkan oleh naiknya asam lambung, empedu, atau udara ke kerongkongan akibat dari saluran antara lambung dan kerongkongan yang tidak menutup dengan baik.

6. Angina

Angina adalah nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung.

Rasa sakit angina digambarkan sebagai rasa sakit seperti ditekan atau diremas. Ketika mengalami kondisi ini, seseorang juga mungkin merasakan gejala seperti sakit di bahu, punggung, leher, lengan, atau rahang.

Angina tidak selalu berbahaya, tapi kondisi ini dapat menjadi peringatan seseorang berisiko terkena serangan jantung atau stroke.

7. Diseksi Aorta

Aorta adalah arteri utama yang mengarah dari jantung, yang dimaksud dengan diseksi aorta adalah pemisahan lapisan dalam aorta.

Apabila hal ini terjadi, menumpuknya darah dapat menyebabkan arteri pecah. Kondisi ini termasuk ke dalam kondisi yang mengancam jiwa dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

8. Diseksi Arteri Koroner

Diseksi arteri koroner atau biasa disebut juga sebagai diseksi arteri koroner spontan adalah kondisi terjadinya robekan spontan di dinding arteri koroner.

Kondisi ini dapat memperlambat atau menghalangi aliran darah ke jantung sehingga menyebabkan serangan jantung, kelainan irama jantung atau bahkan kematian mendadak. Terkadang kondisi ini terjadi pada individu yang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung.

9. Gangguan Paru-Paru

Kondisi lain yang dapat menjadi penyebab dada terasa panas dan sesak adalah gangguan pada paru-paru.

Ada banyak gangguan paru-paru yang dapat menimbulkan gejala ini, termasuk asma, pneumonia, emboli paru, hingga TBC. Selain rasa sakit pada dada ini, biasanya gangguan paru-paru juga ditandai dengan batuk yang persisten, kesulitan bernapas, dan gejala lainnya.

10. Serangan Panik

Bukan hanya kondisi fisik saja, kondisi mental seperti serangan panik juga dapat menyebabkan gejala fisik sakit pada dada.

Serangan panik juga biasanya menimbulkan gejala lain seperti mual, pusing, berkeringat, ketakutan, dan juga detak jantung yang cepat. Serangan panik ini biasa muncul sebagai gejala dari panic disorder atau dapat juga muncul sebagai gejala gangguan mental lainnya seperti anxiety disorder.

Kapan Harus ke Dokter?

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa gejala dada terasa panas ini dapat mengindikasikan kondisi serius dan dapat juga tidak. Apabila Anda mengalami gejala yang berulang atau gejala yang dibarengi gejala serius lainnya, sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter.

Mengingat gejala ini dapat mengindikasikan penyakit yang beragam, sebaiknya hindari untuk menggunakan sembarangan obat sebelum mengetahui diagnosis kondisi Anda. Meskipun gejalanya mirip atau bahkan sama, tentunya setiap kondisi akan membutuhkan penanganan yang berbeda.

 

  1. Burke, Darla. 2016. What Causes Heartburn?. https://www.healthline.com/symptom/heartburn. (Diakses 6 Januari 2019).
  2. Railton, David. What could cause chest pain?. 2018. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321650.php#1. (Diakses 6 Januari 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi