Cystitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

gejala-cystitis-doktersehat

DokterSehat.Com – Cystitis adalah salah satu penyakit yang terjadi pada saluran kemih. Penyakit Cystitis terjadi dikarenakan adanya infeksi bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih. Kebanyakan orang yang menderita Cystitis adalah kaum perempuan karena memiliki ukuran saluran kemih yang pendek sehingga bakteri mudah menginfeksi.

Yuk, ketahui lebih dalam tentang apa itu Cystitis, penyebab Cystitis, gejala Cystitis, diagnosis Cystitis, komplikasi Cystitis, pengobatan dan pencegahan Cystitis melalui penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Cystitis?

Cystitis adalah penyakit saluran kemih karena terjadi peradangan. Ada juga yang menyebut penyakit Cystitis sebagai infeksi saluran kemih. Orang yang menderita Cystitis akan mengalami ketidaknyamanan dan rasa sakit yang serius jika infeksi sampai ke ginjal.

Penyakit Cystitis bisa bersifat menular. Sebenarnya, kasus Cystitis tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan apabila masih tahap ringan. Pasalnya, Cystitis tahap ringan akan sembuh sendiri seiring berjalannya waktu.

Anda perlu cemas dan segera mengambil tindakan bila Cystitis sudah masuk tahap sedang dan berat. Orang yang mengalami Cystitis pada tahap tersebut membutuhkan perawatan intensif dan jangka panjang.

Penyebab Cystitis

Penyebab Cystitis bisa dikarenakan infeksi bakteri dari anus yang masuk ke saluran kemih melalui kemaluan. Namun, ada juga beberapa kemungkinan hal yang bisa menjadi penyebab Cystitis.

Cystitis bisa disebabkan karena terapi radiasi, cairan pembersih kemaluan perempuan, efek samping obat-obatan, penggunaan kateter untuk jangka panjang, dan lainnya.

Beberapa orang yang memiliki faktor risiko di bawah ini memiliki peluang mengalami Cystitis yang lebih tinggi:

  1. Kaum perempuan – Memiliki saluran kemih yang lebih pendek dan ada banyak faktor atau kegiatan yang mengharuskan wanita untuk memasukkan sesuatu ke dalam kemaluannya
  2. Penggunaan tampon – Bakteri masuk bersamaan dengan masuknya tampon ke dalam kemaluan wanita
  3. Perempuan sakit yang harus menggunakan kateter jangka panjang
  4. Wanita hamil – Sering buang air kecil tidak tuntas sehingga bakteri mudah berkembang biak di dalam
  5. Wanita menoause – Mengalami pengurangan lendir dan penurunan kadar esterogen sehingga lapisan uretra semakin tipis. Lapisan uretra yang tipis meningkatkan infeksi saluran kemih
  6. Hubungan seksual – Orang yang aktif melakukan hubungan seksual apalagi lebih sering melakukan hubungan seksual lebih mudah terkena Cystitis
  7. Mengalami penyumbatan saluran kamih
  8. Memiliki masalah ginjal atau saluran kemih lainnya
  9. Terapi radiasi – Bisa menyebabkan kerusakan pada kandung kemih akibat radiasi
  10. Terapi hormon – Hormon tertentu bisa memengaruhi ketebalan lapisan uretra

Baca Juga: 10 Tips Hubungan Seksual yang Sehat agar Tidak Terkena Cystitis

Gejala Cystitis

Orang yang terkena Cystitis akan mengalami beberapa hal yang merupakan tanda atau gejala Cystitis.

Berikut ini adalah beberapa gejala Cystitis yang utama:

  1. Rasa tidak nyaman setiap buang air kecil
  2. Peningkatan frekuensi buang air kecil
  3. Urine berwarne gelap dan aromanya khas
  4. Rasa nyeri di bagian perut
  5. Mudah lelah dan sakit

Anak-anak mengalami Cystitis memiliki beberapa gejala tambahan selain gejala utama. Gejala Cystitis tambahan pada anak-anak, yaitu demam, tantrum, lemas, dan penurunan nafsu makan.

Berhati-hatilah ketika Anda mengalami mual, muntah, demam, dan nyeri punggung. Pasalnya, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi ginjal yang merupakan masalah yang lebih serius daripada Cystitis.

Segeralah melakukan konsultasi dengan dokter agar dokter bisa melakukan tindakan diagnosis untuk memastikan Cystitis beserta komplikasinya. Ini juga bertujuan untuk mengobati Cystitis lebih dini.

Diagnosis Cystitis

Tindakan diagnosis tahap pertama yang akan dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi penyakit Cystitis adalah dengan melakukan tanya jawab kepada pasien terkait riwayat dan gejala, tes urine, dan pemeriksaan lanjutan.

Tes urine bertujuan untuk mendeteksi jenis bakteri di dalam urin. Pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan setelahnya adalah melakukan uji infeksi menular seksual, USG, sinar-X, dan sistoskopi

Komplikasi Penyakit Cystitis

Penanganan yang terlambat pada kasus Cystitis berisiko untuk berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Komplikasi Cystitis yang bisa muncul adalah infeksi ginjal dan adanya darah pada urine.

Infeksi ginjal atau pyelonefritis bisa merusak ginjal secara permanen. Adanya darah di dalam urine bisa berbahaya bagi penderitanya. Biasanya, komplikasi berupa darah pada urine disebabkan oleh terapi radiasi.

Baca Juga: Infeksi Ginjal (Pielonefritis) – Pengertian, Tanda, dan Gejala

Pengobatan Cystitis

Pengobatan Cystitis tahap ringan bisa diobati dengan beberapa cara rumahan. Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan Cystitis yang bisa Anda lakukan di rumah:

  1. Memperbanyak minum air guna menghilangkan bakteri di dalam saluran kemih yang akan terbuang melalui urin
  2. Kompres hangat – letakkan pada perut
  3. Bilas kemaluan hingga bersih setiap setelah buang air kecil, keringkan air dengan tisu bersih
  4. Mengurangi intensitas hubungan seksual
  5. Hindari konsumsi alkohol

Namun, pada kasus Cystitis yang lebih parah, pengobatan yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik adalah untuk membunuh bakteri yang mengingeksi saluran kemih.

Di samping itu, mungkin dokter juga akan meresepkan Anda obat analgesik seperti ibuprofen atau asetaminofen guna mengurangi rasa nyeri yang Anda alami. Penggunaan paracetamol diperlukan jika gejala Cystitis disertai dengan demam.

Jangan menggunakan obat-obatan tersebut tanpa resep dari dokter. Patuhilah aturan pakai dan dosis yang telah dianjurkan oleh dokter agar Cystitis dan gejalanya segera membaik.

Pencegahan Cystitis

Apabila Anda belum pernah mengalami Cystitis atau baru sembuh dari Cystitis, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan agar tidak mengalami Cystitis atau kejadian berulang.

Inilah beberapa tindakan pencegahan Cystitis yang perlu dilakukan:

  • Menjaga asupan air
  • Tidak menunda untuk buang air kecil
  • Mandi secara rutin 2x sehari
  • Selalu menjaga kebersihan area kemaluan beserta area di dalamnya
  • Hindari penggunaan cairan pembersih Miss V
  • Segera buang air kecil hingga urine habis setelah melakukan hubungan seksual
  • Jangan menggunakan produk terkait area kemaluan yang memiliki aroma
  • Pakailah celana dalam dengan bahan yang menyerap air dan keringat
  • Jangan menggunakan celana dalam atau celana panjang yang ketat
  • Ganti celana dalam bila sudah terasa tidak nyaman atau setiap habis mandi

Itulah beberapa cara untuk mencegah terjadinya penyakit Cystitis. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.