Terbit: 4 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Belakangan ini ada informasi yang menyebut cuci tangan akan jauh lebih efektif dalam hal membunuh berbagai macam kuman jika kita menggunakan air hangat. Masalahnya adalah kebanyakan air keran yang digunakan untuk mencuci tangan adalah air dingin. Sebenarnya apakah informasi tentang air hangat ini memang benar?

cuci-tangan-doktersehat

Cuci Tangan dengan Memakai Air Hangat

Setiap orang memiliki kebiasaan mencuci tangan yang berbeda-beda. Ada yang hanya menggunakan air saja, ada yang menggunakan sabun, dan ada yang menggunakan hand sanitizer. Hanya saja, kebanyakan orang cenderung tidak begitu memperhatikan suhu air yang digunakan untuk mencuci tangan.

Dalam informasi yang tersebar di media sosial dan aplikasi pesan ponsel pintar, disebutkan bahwa suhu air yang lebih hangat bisa membantu membunuh kuman dengan lebih efektif saat mencuci tangan. Hanya saja, anggapan ini ternyat dibantah oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Rutgers University, New Jersey, Amerika Serikat pada Mei 2017 silam. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa tak masalah jika kita memakai air dingin atau air hangat untuk mencuci tangan karena dampaknya cenderung sama saja.

Dalam penelitian ini, 21 peserta diminta untuk membuat tangannya kotor dan terpapar bakteri yang tidak berbahaya. Setelah dicek kondisi tangannya, para peserta ini kemudian diminta untuk mencuci tangannya dengan menggunakan air dengan suhu yang bervariasi, yakni 16, 26, serta 38 derajat Celcius. Proses pengecekan kebiasaan mencuci tangan ini dilakukan selama enam bulan.

Hasil dari penelitian ini adalah, apapun suhu air yang digunakan untuk mencuci tangan, tetap saja akan memberikan manfaat yang cenderung sama dalam hal menghilangkan bakteri di dalam tangan. Hanya saja, terjadi perbedaan penggunaan energi yang dipengaruhi oleh suhu air tersebut.

“Penggunaan air dingin justru bisa menghemat energi. Hanya dalam waktu 10 detik saja saat kita mencuci tangan dengan air dan sabun, bakteri sudah mati. Air dengan suhu lebih hangat membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memberikan dampak yang sama,” ucap Prof. Donald Schaffine yang terlibat dalam penelitian ini.

Kapan Sebaiknya Kita Mencuci Tangan?

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa aktivitas yang sering kita lakukan sehari-hari yang sebaiknya segera diakhiri dengan kegiatan mencuci tangan demi menghilangkan berbagai macam bakteri yang berpotensi menyebabkan datangnya penyakit.

Berikut adalah aktivitas tersebut.

  1. Sebelum Makan

Meskipun kita makan dengan menggunakan sendok atau garpu, tetap saja tangan kita pasti akan setidaknya menyentuh makanan yang akan kita telan. Jika tangan kita kotor atau dipenuhi bakteri, dikhawatirkan bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan akhirnya menyebabkan datangnya penyakit.

  1. Saat Memasak atau Menyiapkan Makanan

Tak hanya saat makan, setelah memasak atau sedang menyiapkan makanan, sebaiknya kita mencuci tangan dengan sabun demi mencegah bakteri masuk ke dalam makanan-makanan yang dikonsumsi tersebut.

  1. Bertemu atau Menyentuh Orang Sakit

Meskipun penyakit yang diderita adalah penyakit ringan seperti flu atau pilek. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun. Apalagi jika kita sempat menyentuh atau bersalaman dengan orang tersebut demi mencegah penularan penyakit.

  1. Setelah Memakai Kamar Mandi atau Toilet

Toilet dipenuhi dengan bakteri. Apalagi di bagian gagang pintunya yang juga disentuh banyak orang. Pastikan untuk mencuci tangan setelah menggunakannya.

  1. Setelah Mengurus Sampah

Sudah menjadi rahasia umum jika sampah dipenuhi oleh kotoran, kuman, dan bibit penyakit. Pastikan untuk mencuci tangan setelah menyentuhnya.

  1. Setelah Menyentuh Hewan

Meskipun hewan yang disentuh adalah yang kita rawat sendiri, pastikan untuk mencuci tangan setelah menyentuhnya demi mencegah paparan bakteri atau bibit penyakit.

 

Sumber:

  1. Lally, Robin. 2019. Handwashing: Cool Water as Effective as Hot for Removing Germs. news.rutgers.edu/handwashing-cool-water-effective-hot-removing-germs/20170529#.Xb-IYIgzbIU. (Diakses pada 4 November 2019).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi