Terbit: 5 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Croup adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas pada anak-anak. Meskipun kondisi ini cukup ringan, namun akan sangat berbahaya bagi bayi di bawah usia 3 tahun. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Croup: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Croup?

Croup adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas pada bayi dan anak-anak. Ini menyebabkan pernapasan tersumbat dan batuk yang khas seperti menggonggong. Penyakit ini juga menyebabkan pembengkakan di sekitar kotak suara (laring), tenggorokan (trakea), dan saluran bronkial (bronkus).

Ketika batuk mendorong udara melalui saluran ini, pita suara yang membengkak menghasilkan batuk yang mirip dengan gonggongan. Demikian juga, ketika mengambil napas sering menghasilkan suara siulan bernada tinggi (stridor).

Crop adalah kondisi yang dapat menular, terutama beberapa hari pertama atau sampai demam anak mereda. Penyakit ini biasanya tidak serius dan biasanya anak dapat dirawat di rumah.

Tanda dan Gejala Croup

Gejalanya cukup ringan, tetapi cenderung paling parah pada anak-anak di bawah usia 3 tahun, karena sistem pernapasan anak lebih kecil daripada orang dewasa. Gejala biasanya lebih buruk di malam hari dan sering kali berlangsung selama tiga hingga lima hari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Gejala croup secara umum terjadi pada sebagian besar kasus, di antaranya:

  • Batuk seperti menggonggong keras yang semakin parah ketika menangis dan batuk, serta kecemasan dan gelisah. Ini mengendalikan siklus tanda dan gejala yang memburuk.
  • Demam
  • Suara serak
  • Suara bernada tinggi saat bernapas

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala croup pada anak tergolong parah, memburuk, atau berlangsung lebih dari 3-5 hari atau tidak merespons perawatan di rumah, segera hubungi dokter anak.

Berikut beberapa gejala croup yang harus mendapatkan pertolongan medis:

  • Suara napas bernada tinggi terdengar saat menghirup dan mengembuskan napas.
  • Suara napas bernada tinggi saat tidak menangis atau gelisah.
  • Mulai meneteskan air liur atau kesulitan menelan.
  • Tampak merasa cemas dan gelisah atau letih dan lesu.
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya.
  • Sesak napas
  • Kulit membiru atau keabu-abuan di sekitar hidung, mulut, dan kuku (sianosis).

Penyebab Croup

Penyebab masalah kesehatan yang umumnya terjadi pada anak ini terbagi berdasarkan jenisnya, yaitu viral croup dan spasmodic Croup. Berikut penjelasannya:

1. Viral Croup

Jenis pertama ini disebabkan oleh virus yang menginfeksi kotak suara (laring) dan batang tenggorokan (trakea). Virus yang paling sering menyebabkan croup adalah parainfluenza. Mungkin mulai seperti pilek, tetapi seiring waktu anak akan mengalami batuk kering.

Anak juga dapat mengeluarkan suara bernada tinggi dan mengi di saluran napas bawah ketika bernapas. Suara berasal dari saluran napas atas adalah suara keras dan serak dikenal sebagai stridor. Kondisi ini juga dapat disertai demam ringan.

2. Spasmodic Croup

Jenis yang kedua ini muncul secara tiba-tiba dan sering kali di tengah malam. Anak mungkin bangun dalam kondisi napas terengah-engah. Anak juga mungkin mengalami serak, stridor, batuk, dan demam yang tidak biasa. Dokter meyakini kondisi ini mungkin akibat alergi atau refluks asam lambung – ketika cairan asam di lambung naik kembali ke kerongkongan.

Faktor Risiko Croup

Faktor yang dapat meningkatkan risiko tinggi mengalami croup adalah:

  • Laki-laki. Anak laki-laki lebih berisiko mengalami infeksi pernapasan daripada perempuan.
  • Anak-anak. Anak berusia antara 6 bulan dan 3 tahun. Ini karena anak-anak memiliki saluran udara kecil, sehingga paling rentan mengalami beragam gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Diagnosis Croup

Infeksi pernapasan ini biasanya didiagnosis dengan prosedur pemeriksaan fisik, yaitu dokter kemungkinan akan mendengarkan suara batuk, mengamati pernapasan, dan menanyakan gejala yang dirasakan pasien.

Ketika tidak diperlukan kunjungan ke rumah sakit, dokter atau perawat bahkan dapat mendiagnosis infeksi saluran pernapasan bagian atas dengan mendengarkan karakteristik batuk melalui telepon.

Jika tanda gejala croup syndrome terus-menerus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tenggorokan atau X-ray rontgen merupakan salah satu teknik pencitraan yang menggunakan radiasi elektromagnetik untuk menghasilkan gambar bagian dalam saluran pernapasan atau tenggorokan untuk mengesampingkan kemungkinan kondisi pernapasan lainnya.

Baca Juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengobatan Croup

Croup adalah kondisi yang biasanya berlangsung selama tiga sampai lima hari. Guna membuat anak merasa nyaman, lakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Menggunakan obat pereda demam. Jika anak demam, penggunaan obat-obatan yang dijual bebas seperti acetaminophen dapat membantu. Namun, sebaiknya penggunaan obat ini berdasarkan resep dokter dan mengikuti dosis yang dianjurkan.
  • Buat anak tenang. Membuat anak merasa tenang dengan menghibur atau mengalihkan perhatiannya, misal dengan memeluk, membacakan buku, atau permainan yang tenang. Ini karena anak dalam keadaan menangis membuatnya sesak napas.
  • Posisikan anak dalam keadaan tegak. Peganglah anak di pangkuan atau tempatkan anak di kursi favoritnya seperti kursi bayi. Duduk dalam keadaan tegak dapat membuat pernapasannya lebih lancar.
  • Pastikan ruangan tetap lembap atau sejuk. Kebanyakan orang tua meyakini bahwa udara lembap dapat membantu pernapasan anak. Untuk itu, gunakanlah humidifier atau pelembab ruangan. Cara lain bisa dengan duduk bersama anak di kamar mandi yang dipenuhi uap air panas, atau membuka jendela jika suhu udara sedang dingin di luar.
  • Berikan cairan. Memberikan ASI atau susu formula bagus untuk Bayi. Sedangkan anak-anak, memberikan sup atau buah yang didinginkan mungkin dapat menenangkannya.
  • Istirahatkan anak. Perbanyak waktu istirahat, misalnya dengan menidurkan anak untuk membantu melawan infeksi.
  • Hindari obat tanpa resep. Jangan menggunakan obat tanpa resep dari dokter, karena tidak dianjurkan untuk anak-anak dari segala usia, dan dapat berbahaya pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Begitu juga untuk obat batuk tanpa resep sebab tidak akan membantu kondisi ini.

Komplikasi

Sebagian besar kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas pada anak tergolong cukup ringan. Namun, seperti kebanyakan masalah kesehatan yang  menular, infeksi saluran pernapasan bagian atas berpotensi menjadi berbahaya pada bayi di bawah usia 3 tahun jika pembengkakan saluran pernapasan berlanjut atau tiba-tiba memburuk.

Komplikasi yang tidak diobati dapat menjadi serius atau bahkan mengancam nyawa dalam beberapa kasus. Orang tua dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius pada anak dengan mengikuti perawatan yang dianjurkan dokter.

Beberapa komplikasi croup syndrome meliputi:

  • Atelektasis (kolaps paru parsial)
  • Trakeitis bakteri (superinfeksi bakteri pada saluran pernapasan atas)
  • Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
  • Gangguan pernapasan
  • Apnea atau henti pernapasan

Baca Juga: 12 Pertolongan Pertama pada Sesak Napas (Wajib Tahu)

Pencegahan Croup

Guna membantu mencegah infeksi virus yang dapat menyebabkan croup syndrome, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  • Orang tua harus mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah bersih atau setelah merawat orang yang batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.
  • Jika salah satu anggota keluarga di rumah mengalami infeksi pernapasan, sebaiknya pisahkan peralatan makan dan gelas minumnya dari milik anggota keluarga lainnya. Mencuci gelas dan peralatan ini secara menyeluruh dalam air sabun yang panas dapat membantu pencegahan.
  • Jika bayi atau balita yang mengalami infeksi pernapasan mengunyah atau mengisap mainan, cucilah mainan ini dengan sabun dan air.
  • Segera membuang tisu bekas pakai, terutama bekas menyeka ingus dan bersin.
  • Hindari mencium atau bermain dengan anak jika sedang batuk atau pilek.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Croup? What Causes It?. https://www.webmd.com/children/understanding-croup-basic-information. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  2. Anonim. 2019. Croup. https://www.nchmd.org/education/mayo-health-library/details/CON-20154741. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  3. Healthgrades Editorial Staff. 2019. Croup. https://www.healthgrades.com/right-care/lungs-breathing-and-respiration/croup. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Croup. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/croup/symptoms-causes/syc-20350348. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  5. Selner, Marissa. 2016. Croup. https://www.healthline.com/health/croup. (Diakses pada 5 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi