Terbit: 21 Juni 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Apakah Anda atau keluarga menderita crohn’s disease? Penyakit crohn adalah penyakit kronis pada saluran pencernaan yang bisa membuat penderitanya cukup stres akibat berbagai komplikasi yang ditimbulkan.

Crohn’s Disease: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Lainnya

Ketahuilah lebih dalam tentang crohns disease agar bisa memahaminya. Jika Anda telah memahami crohn’s disease, maka ini bisa membantu Anda atau keluarga dalam mengambil tindakan yang tepat. Simaklah informasi lengkap tentang penyakit crohn melalui ulasan ini!

Apa itu crohn’s disease?

Crohns disease adalah penyakit yang menyebabkan peradangan kronis di lapisan saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus. Penyakit crohn sering terjadi di bagian bawah usus kecil telah dilaporkan.

Pada umumnya, Crohn’s Disease bisa menimpa laki-laki maupun perempuan di berbagai kelompok usia. Akan tetapi, biasanya penderita penyakit Crohn berusia antara 15-40 tahun. Berbagai etnis juga bisa mengalami Crohn’s Disease.

Penyebab crohn’s disease

Penyebab pasti dari crohn’s disease masih belum diketahui. Banyak yang menduga bahwa penerapan diet tertentu bisa menyebabkan penyakit crohn. Namun, sudah ditegaskan oleh para pakar bahwa hal tersebut bukan penyebab crohn’s disease.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Teori yang kini lebih diyakini terkait penyebab penyakit crohn melibatkan beberapa faktor seperti imunitas tubuh, genetik, dan lingkungan. Sistem kekebalan tubuh adalah faktor yang dianggap paling berperan terhadap kejadian crohn’s disease.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya crohn’s disease, yaitu:

  1. Usia – sering terjadi pada usia antara 20-30 tahun
  2. Etnis – sering terjadi pada etnis kulit putih
  3. Riwayat keluarga yang terkena penyakit Crohn
  4. Kebiasaan merokok
  5. Terapi obat AINS (Anti-Inflamasi Non Steroid)
  6. Pola diet – sering menimpa orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan
  7. Lingkungan tempat tinggal

Baca Juga: 5 Pemicu Radang Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

Gejala penyakit crohn

Gejala penyakit Crohn tergantung pada bagian usus mana yang meradang dan terjadi mulai dari tahap ringan hingga berat. Penyakit crohn biasanya memiliki gejala yang sangat menyiksa bahkan membuat stres penderitanya karena cukup menyakitkan.

Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit crohn:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Diare
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nafsu makan berkurang
  • Pendarahan di saluran cerna (mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum, anus)
  • Ada darah di feses
  • Nyeri anus
  • Ada bisul di mulut atau usus
  • Anemia

Kapan harus ke dokter?

Temuilah dokter Anda jika Anda memiliki gejala berupa:

  • Ada darah di tinja
  • Diare lebih dari seminggu
  • Sering sakit perut
  • Kehilangan berat badan

Diagnosis crohn’s disease

Ada beberapa tindakan yang akan dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis crohn’s disease. Diagnosis yang mungkin dilakukan dokter bisa lebih dari satu guna memastikan kejadian penyakit kronis ini.

Berikut ini adalah beberapa tindakan diagnosis yang mungkin akan dilakukan dokter:

  1. Tes darah – uji darah bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda mengalami anemia atau tindak
  2. Pemeriksaan feses – pemeriksaan feses yang biasanya dilakukan adalah tes darah tersembunyi
  3. Kolonoskopi – dokter bisa melihat kondisi peradangan di dalam saluran cerna
  4. CT Scan – memberi pencitraan saluran cerna dengan sinar-X
  5. MRI – memberikan gambar jaringan pada sistem organ saluran cerna secara lebih detail
  6. Endoskopi kapsul – mirip seperti kolonoskopi tetapi ini menggunakan kapsul yang terdapat kamera, sehingga kondisi saluran cerna bisa dicitrakan di layar

Komplikasi penyakit crohn

Kejadian crohn’s disease dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang seringkali menyebar ke dalam lapisan jaringan usus. Komplikasi penyakit crohn bahkan bisa mengancaw jiwa penderitanya.

Apa saja komplikasi crohn’s disease yang mungkin terjadi?

  • Dehidrasi – karena mengalami diare parah
  • Penurunan berat badan
  • Kurang gizi
  • Sering dan cepat lelah
  • Peradangan di bagian tubuh lain (mata, kulit, sendi, dan lainnya)
  • Perkembangan seksual terganggu
  • Peradangan di hati
  • Pendarahan di dalam saluran cerna
  • Anemia defisiensi besi
  • Gangguan penyerapan makanan
  • Risiko kanker usus

Itulah beberapa komplikasi yang bisa muncul karena mengalami crohn’s disease. Biasanya, orang yang mengalami komplikasi tersebut dikarenakan tidak cepat mengambil langkah perawatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja perawatan penyakit Crohn.

Perawatan penyakit crohn

Masih belum diketahui, obat yang dapat menyembuhkan crohn’s disease. Namun, perawatan penyakit crohn bisa meredakan gejalanya yang menyakitkan. Penderita crohn’s disease yang melakukan pengobatan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai terapi perawatan crohn’s disease:

1. Terapi obat

Terapi obat yang dilakukan pada perawatan penyakit Crohn bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul, sehingga penderita tidak terlalu mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan lainnya.

Ada beberapa jenis obat yang umum diberikan pada penderita crohn’s disease, yaitu:

  • Obat anti-inflamasi
  • Obat kortikosteroid
  • Obat antibiotik
  • Obat imunosupresan
  • Ustekinumab (Stelara)
  • Obat anti-diare
  • Obat analgesik

Baca Juga: 8 Obat Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

2. Pemberian suplemen

Pengobatan penyakit Crohn yang bersifat simptomatik juga dilakukan dengan cara memberikan suplemen. Beberapa jenis suplemen yang umum diberikan, di antaranya:

  • Suplemen zat besi
  • Suplemen kalsium dan vitamin D
  • Multivitamin (vitamin B12)

3. Perbaikan gizi

Perawatan penyakit Crohn juga perlu dilakukan dengan melakukan perbaikan pola diet dan asupan gizi. Perbaikan pola diet yang perlu dilakukan mencakup diet tinggi serat, diet rendah lemak, membatasi asupan laktosa (susu), dan perbanyak minum air putih.

4. Operasi

Operasi adalah pengobatan terakhir yang perlu dilakukan jika perawatan penyakit Crohn yang telah disebutkan sebelumnya tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap penderitanya.

Anda perlu tahu bahwa crohn’s disease yang diderita tidak serta merta sembuh setelah menjalankan operasi. Operasi yang dilakukan hanya untuk memperbaiki bagian saluran pencernaan yang rusak. Inilah mengapa pasien crohn’s disease bisa memiliki lebih dari satu operasi.

 

 

Sumber:

  1. MayoClinic: Crohn’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304 [diakses pada 20 Juni 2019]
  2. CrohnsColitisFoundation: Overview of Crohn’s Disease. https://www.crohnscolitisfoundation.org/what-is-crohns-disease/overview [diakses pada 20 Juni 2019]
  3. NHS: Crohn’s Disease. https://www.nhs.uk/conditions/crohns-disease/ [diakses pada 20 Juni 2019]
  4. MedicalNewsToday: What is Crohn’s disease? https://www.medicalnewstoday.com/articles/151620.php [diakses pada 20 Juni 2019]
  5. Healthline: Understanding Crohn’s Disease. https://www.healthline.com/health/crohns-disease#causes [diakses pada 20 Juni 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi