Mantan Menteri Cosmas Batubara Meninggal karena Kanker Limfoma

cosmas-batubara-meninggal-dunia-doktersehat
photo credit: indopolitika.com

DokterSehat.Com – Mantan Menteri Cosmas Batubara meninggal dunia karena kanker limfoma. Salah satu bagian penting dari sistem daya tahan tubuh adalah sel darah putih khususnya limfosit. Sel ini berguna untuk mengatasi berbagai jenis penyakit yang ada di tubuh. Sayangnya sel darah putih dan sistem limfa yang menjadi pusatnya sering mengalami gangguan yang cukup parah seperti kanker limfoma.

Mantan Menteri Cosmas Batubara Meninggal karena Kanker Limfoma

Salah satu menteri era pemerintahan Presiden Soeharto, Cosmas Batubara meninggal dunia. Pada zamannya, Cosmas Batubara menjabat Menteri Tenaga Kerja selama beberapa tahun.

Selama dua tahun terakhir, beliau mengidap kanker limfoma. Pihak keluarga sudah mengusahakan pengobatan hingga ke Jepang untuk kemoterapi. Selanjutnya pengobatan dilakukan di RSCM Kencana hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Cosmas Batubara meninggal dunia sekitar pukul 03.27 WIB (8/8). Jenazah akan disemayamkan di kediamannya di Jalan Cidurian no 3, Cikini, Jakarta Pusat.

Apa Itu Kanker Limfoma?

Sistem limfa atau kelenjar getah bening adalah kumpulan dari berbagai simpul limfa dan juga pembuluh yang mengalirkan cairan getah bening ke seluruh tubuh.

Di dalam cairan getah bening ini terkandung banyak sekali sel darah putih yang fungsinya untuk mengatasi berbagai infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Simpul limfa akan menjadi penyaring, menangkap, dan menghancurkan bakteri atau virus yang menyebar.

Secara umum fungsi sistem limfa memang untuk mengatasi penyakit dan infeksi yang menyebar di tubuh. Namun, salah satu sel darah putih bernama lymphocyte atau limfosit bisa bersifat kanker. Kalau sampai sel kanker muncul, kita menyebutnya dengan nama kanker limfoma.

Karena kanker limfoma berada di sistem kelenjar getah bening dan bergerak di seluruh tubuh, kemungkinan terjadi penularan ke organ lain akan besar. Kalau sudah parah, kondisi metastasis bisa saja terjadi dan membuat penanganan semakin sulit untuk dilakukan.

Penyebab Kanker Limfoma

Secara umum, penyebab limfoma adalah gangguan pada produksi limfosit.

Seharusnya limfosit dihasilkan dengan jumlah tertentu untuk menghancurkan infeksi yang terjadi. Namun, pada kondisi tertentu, jumlah dari limfosit jadi berlebihan dan tubuh tidak bisa mengontrol dengan baik.

Penambahan limfosit yang berlebihan bisa terjadi karena ada perubahan materi genetik di tubuh. Kalau perubahan terjadi, sistem kekebalan akan kacau dan limfosit yang berlebihan bisa memicu masalah ke organ lainnya.

Berikut ini beberapa faktor risiko dan penyebab kanker limfoma:

  1. Usia

Usia menjadi salah satu penentu apakah seseorang bisa terkena kanker ini atau tidak. Umumnya anak-anak atau dewasa muda bisa mengalami kanker limfoma. Selain itu mereka yang berusia 30 tahun juga bisa mengalaminya.

  1. Jenis kelamin

Wanita lebih mudah mengalami kanker limfoma dibandingkan dengan pria. Meski demikian semua orang tetap bisa mengalami dan dampaknya pada tubuh tidak ada perbedaannya.

  1. Etnis

Etnis Afrika-Amerika lebih mudah mengalami kanker limfoma dibandingkan dengan mereka yang kulit putih dan juga penduduk kawasan Asia. Meski demikian kanker bisa tetap muncul, seperti yang terjadi pada Cosmas Batubara.

  1. Paparan zat kimia

Bekerja di kawasan yang penuh dengan zat kimia dan radiasi membuat seseorang mudah mengalami kanker limfoma. Radiasi kemungkinan besar memicu perubahan pada susunan genetik di tubuh.

  1. Mengalami HIV/AIDS

Mengalami HIV/AIDS bisa saja menyebabkan gangguan pada sistem imunitas tubuh. Gangguan ini juga bisa memicu perubahan pada limfosit sehingga jumlahnya jadi banyak dan sulit sekali dikendalikan.

  1. Memiliki penyakit autoimun

Selain penurunan imunitas, gangguan pada sistem imun seperti penyakit autoimun juga memicu kanker limfoma. Penyakit autoimun adalah kondisi yang membuat sistem kekebalan malah menyerang tubuh.

  1. Berat badan dan pola makan

Pola makan yang buruk dan obesitas dianggap mampu meningkatkan risiko kanker limfoma. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan kebenarannya.

  1. Infeksi

Infeksi yang terjadi pada tubuh seperti infeksi Epstein-Barr virus (EBV) juga memicu kanker ini. Virus bisa menyebabkan gangguan pada limfosit dan memicu pertumbuhan dalam jumlah banyak.

Pengobatan Kanker Limfoma

Kanker limfoma memang cukup jarang dibandingkan kanker paru, payudara, atau serviks. Kalau seseorang mengalami kanker limfoma, berikut beberapa cara penangannya.

  1. Terapi antibodi dan biologis

Terapi biologis dilakukan dengan memasukkan mikroorganisme tertentu ke dalam tubuh untuk merangsang sistem imun membunuh sel kanker. Sementara itu terapi antibodi dilakukan dengan memasukkan sintesis antibodi ke tubuh untuk menyerang antigen kanker.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan memasukkan obat keras ke dalam tubuh untuk membunuh sel kanker yang menyebar. Cara ini biasanya memberikan efek samping seperti memicu rambut rontok.

  1. Radio Imunoterapi

Cara ini dilakukan untuk memasukkan radioaktif ke dalam tubuh untuk membunuh secara langsung sel-B dan sel-T dari kanker. Terapi ini cukup keras dan hanya dilakukan kalau kondisinya sudah parah.

  1. Transplantasi sel punca

Transplantasi sel puncak ini dilakukan untuk mengganti sumsum tulang belakang yang mengalami kerusakan selama terapi seperti kemoterapi. Transplantasi akan mengembalikan fungsi dari tubuh dan kekebalannya.

  1. Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk membuang simpul limfa yang sudah berubah jadi kanker. Cara ini dilakukan untuk menghindari penyebaran ke organ sehat lainnya. Pembedahan tidak sepenuhnya mengatasi masalah kanker karena kalau kambuh, sel bisa tumbuh lagi dan maenyebar.

Demikianlah pembahasan tentang kanker limfoma yang sangat berbahaya dan bisa mengancam nyaman. Selamat jalan Bapak Cosmas Batubara, semoga jasa Anda untuk negeri ini bisa terus dikenang dan bermanfaat untuk generasi berikutnya.