Terbit: 25 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Clozapine adalah obat untuk mengobati gangguan mental seperti skizofrenia dan gangguan skizoafektif. Simak informasi lengkapnya mulai dari definisi, fungsi obat, dosis, efek samping, dan lainnya di bawah ini!

Clozapine: Fungsi, Dosis, Indikasi, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Clozapine

Berikut ini adalah rangkuman informasi umum tentang obat clozapine:

 Nama Obat Clozapine
 Kandungan Obat Clozapine
 Kelas Obat Antipsikotik, Generasi ke-2
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat Mengurangi gejala psikosis
 Kontraindikasi Obat Hipersensitivitas (misalnya fotosensitifitas, vaskulitis, eritema multiforme, dan sindrom Stevens-Johnson)
 Sediaan Obat Tablet 25 mg, 50 mg, 100 mg, dan 200 mg
 Harga Obat Tablet: Rp40.000 – Rp60.000 per strip

Clozapine Obat Apa?

Clozapine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan mental atau suasana hati (mood) tertentu, termasuk skizofrenia dan gangguan skizoafektif. Ini adalah obat psikiatri (antipsikotik) yang bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu (neurotransmiter) di otak.

Clozapine dapat mengurangi halusinasi dan membantu mencegah bunuh diri pada orang yang cenderung berusaha menyakiti diri sendiri. Penggunaan obat ini membantu seseorang untuk berpikir lebih jernih dan positif tentang diri sendiri, mengurangi rasa gugup, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Merek Dagang Obat Clozapine

Obat ini tersedia dalam beberapa bentuk sebagai obat generik dengan nama clozapine. Obat ini juga memiliki merek dan nama lain yang berbeda, termasuk:

  • Clozaril
  • FazaClo
  • Versacloz

Fungsi Obat Clozapine

Clozapine berfungsi untuk skizofrenia yang tahan terhadap pengobatan dan untuk gangguan spektrum skizofrenia dengan keinginan bunuh diri yang berulang.

Obat ini dapat menjadi antipsikotik terbaik untuk pasien yang sensitif terhadap ekstrapiramidal sindrom (EPS), adalah gangguan yang menyebabkan gerakan tidak disadari dan sulit dikendalikan. Obat ini juga sensitif terhadap penderita tardive dyskinesia (TD), merupakan gerakan yang tidak terkendali pada bibir, lidah, dan wajah.

Keampuhan antipsikotik biasanya dapat ditentukan dalam uji coba dengan waktu terbatas selama 2 hingga 3 bulan. Meskipun begitu, dalam praktiknya, seseorang mungkin perlu menunggu 6 sampai 12 bulan untuk mengamati seberapa baik fungsi clozapine telah bertambah.

Baca Juga: Skizofrenia – Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Peringatan Obat Clozapine

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan clozapine:

  • Obat dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Seseorang mungkin lebih mudah terkena infeksi, bahkan infeksi yang serius atau fatal. Segera hubungi dokter jika mengalami demam, sakit tenggorokan, lemas, atau kurang energi.
  • Obat dapat meningkatkan risiko kejang, terutama pada dosis tinggi. Hindari aktivitas apa pun yang bisa berbahaya jika mengalami kejang atau kehilangan kesadaran.
  • Obat dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Segera hubungi dokter jika mengalami nyeri dada, sesak napas, detak jantung cepat atau berdebar-debar, atau pusing secara tiba-tiba.
  • Obat ini tidak disetujui untuk digunakan pada lansia dengan psikosis terkait demensia.

Penggunaan Clozapine pada Kehamilan

Jika berencana untuk hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengelola pengobatan Anda dengan sebaik-baiknya. Penderita skizofrenia yang ingin hamil akan menghadapi keputusan penting, yaitu keputusan yang kompleks karena skizofrenia yang tidak diobati memiliki risiko bagi ibu dan janin.

Penggunaan antipsikotik (termasuk clozapine) selama trimester ketiga kehamilan memiliki risiko gerakan otot abnormal (EPS) atau gejala penarikan pada bayi baru lahir.

Gejalanya mungkin termasuk agitasi, gangguan makan, hipertonia, hipotonia, gangguan pernapasan, mengantuk, dan tremor. Gejala ini mungkin akan sembuh dengan sendirinya atau memerlukan rawat inap.

Perlu diperhatikan, penggunaan Clozapine ketika menyusui dapat masuk ke dalam ASI.

Interaksi Clozapine dengan Obat Lainnya

Jika disarankan untuk menggunakan obat ini, dokter atau apoteker mungkin sudah mengetahui kemungkinan interaksi obat dan mungkin memantau kondisi Anda.

Sebaiknya jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun sebelum memeriksakan diri ke dokter atau apoteker. Interaksi dengan obat lainnya mulai dari yang ringan hingga parah.

Interaksi ringan dari clozapine dengan berbagai obat berikut:

  • Bendroflumethiazide
  • Bumetanide
  • Chlorothiazide
  • Chlorthalidone
  • Cyclopenthiazide
  • Desmopressin
  • Ethacrynic acid
  • Eucalyptus
  • Furosemide
  • Hydrochlorothiazide
  • Indapamide
  • Methyclothiazide
  • Metolazone
  • Noni juice
  • Sage
  • Torsemide
  • Azithromycin
  • Brimonidine
  • Chasteberry
  • Cilostazol
  • Divalproex sodium
  • Ethanol
  • Eucalyptus
  • Sage
  • Valproic acid

Clozapine memiliki interaksi sedang dengan 108 obat berbeda, tetapi obat yang dicantumkan di atas hanya sebagian saja.

Sedangkan interaksi yang berat dari clozapine dengan obat lain, di antaranya:

  • Eliglustat
  • Flibanserin
  • Irinotecan
  • Irinotecan liposomal
  • Lomitapide

Clozapine memiliki interaksi serius dengan 48 obat berbeda.

Informasi ini tidak mengandung semua kemungkinan interaksi atau efek samping clozapine. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya, beri tahu dokter atau apoteker tentang semua produk obat yang sedang digunakan.

Simpan daftar semua obat Anda dan beri tahu dokter atau apoteker. Tanyakan pula pada dokter untuk mendapatkan saran medis tambahan, atau jika memiliki pertanyaan kesehatan, kekhawatiran, atau informasi lebih lanjut tentang obat ini.

Efek Samping Clozapine

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika memiliki tanda-tanda reaksi alergi terhadap clozapine (gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan) atau reaksi kulit yang parah (demam, sakit tenggorokan, sensasi mata terbakar, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu cerah yang mengelupas).

1. Gejala Infeksi

Orang yang mengonsumsi obat ini mungkin lebih rentan terkena infeksi, bahkan infeksi yang serius atau fatal. Hubungi dokter segera jika memiliki tanda-tanda infeksi berikut:

  • Demam, gejala seperti flu, atau kelemahan yang ekstrim.
  • Luka di mulut atau kulit.
  • Mulai mengalami batuk atau memburuk, dan sesak napas.
  • Sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Vagina terasa gatal atau keluarnya cairan.

Dosis tinggi atau penggunaan clozapine jangka panjang dapat menyebabkan gangguan gerakan serius yang mungkin tidak dapat disembuhkan. Semakin lama menggunakan obat ini, semakin besar risiko mengalami gangguan ini, terutama pada wanita atau lansia.

2. Kejang

Penggunaan clozapine dapat meningkatkan risiko kejang, terutama jika dosis tinggi. Hindari aktivitas apa pun yang dapat berbahaya jika mengalami kejang atau kehilangan kesadaran.

3. Efek Samping Lainnya

Segera hubungi dokter jika memiliki sejumlah gejala efek samping clozapine berikut:

  • Gerakan otot yang tidak terkontrol di wajah, termasuk mengunyah, bibir mengecap, mengerutkan kening, gerakan lidah, berkedip atau gerakan mata).
  • Kejang (pingsan atau kejang).
  • Sembelit berat.
  • Feses kering atau keras, atau perut kembung yang menyakitkan.
  • Mual, muntah, dan sakit perut.
  • Masalah pada jantung, termasuk nyeri dada, detak jantung cepat atau berdebar-debar, dada berdebar kencang, detak jantung lambat, sesak napas, dan pusing secara tiba-tiba (seperti akan pingsan).
  • Masalah pada hati, termasuk kehilangan nafsu makan, sakit perut sisi kanan atas), kelelahan, gatal, urine keruh, tinja berwarna pucat seperti tanah liat, penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Reaksi sistem saraf yang parah, termasuk otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, gemetar (tremor), perasaan seperti akan pingsan.
  • Tanda-tanda penggumpalan darah di paru-paru seperti nyeri dada, batuk mendadak, mengi, napas cepat, dan batuk darah.

Sembelit yang tidak diobati menyebabkan komplikasi usus yang serius, rawat inap, atau bahkan kematian. Sebaiknya segera beri tahu dokter jika tidak buang air besar setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Efek samping clozapine yang umum termasuk:

  • Penambahan berat badan
  • Pusing
  • Tremor
  • Detak jantung cepat
  • Sakit kepala
  • Sengantuk
  • Mual
  • Sembelit
  • Mulut kering atau peningkatan jumlah air liur.
  • Gangguan penglihatan
  • Demam
  • Berkeringat banyak

Dosis Clozapine

Dosis obat ini dapat diberikan berdasarkan usia dan gangguan mental, di antaranya:

1. Dosis Dewasa untuk Skizofrenia

Dosis awal diberikan 12,5 mg secara oral sekali atau dua kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan 25 mg hingga 50 mg per hari hingga dosis target 300 mg hingga 450 mg per hari pada akhir minggu ke 2. Peningkatan dosis selanjutnya dapat dilakukan dengan peningkatan hingga 100 mg sekali atau dua kali seminggu.

2. Dosis Lansia untuk Skizofrenia

Dosis lansia di atas usia 60 tahun harus dalam jumlah sedang dengan mempertimbangkan frekuensi penurunan fungsi ginjal, hati, atau jantung yang lebih tinggi, serta penyakit lain yang menyertai dan terapi obat lainnya.

Pemberian dosis awal adalah sebanyak 12,5 mg per hari. Jumlah sosis bisa ditingkatkan menjadi 25 mg per hari.

3. Dosis Dewasa untuk Penyakit Parkinson

Dosis untuk penyakit Parkinson secara signifikan lebih rendah daripada yang biasanya digunakan untuk pengobatan skizofrenia. Dosis berkisar antara 6,25 mg sampai 50 mg, dengan dosis rata-rata 25 mg per hari.

4. Dosis Clozapine untuk Anak-Anak

Penggunaan dan dosis obat ini harus ditentukan oleh dokter. Ini karena efektivitas dan keamanan obat belum ditentukan bagi pasien pediatrik, yakni orang di bawah usia 18 tahun.

Baca Juga: Parkinson: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Cara Pakai Clozapine

Clozapine tersedia dalam bentuk tablet yang jika dikonsumsi secara oral akan cepat larut di mulut. Berikut ini cara menggunakan obat clozapine dalam bentuk tablet:

  • Ikuti petunjuk pada kemasan obat dengan hati-hati dan tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk bagian yang tidak dipahami.
  • Gunakan clozapine persis seperti yang sarankan dokter atau apoteker. Jangan mengambil lebih banyak atau lebih sedikit atau lebih sering daripada yang diresepkan.
  • Jangan mengonsumsi tablet yang hancur secara oral langsung dari kemasan foil. Sebaiknya gunakan tangan yang kering untuk mengupas kemasan foil, keluarkan tablet, dan letakkan di lidah. Tablet akan cepat larut dan bisa tertelan dengan air liur, sehingga tidak masalah jika tidak tersedia air.

Clozapine dapat mengendalikan skizofrenia tetapi tidak menyembuhkan. Mungkin diperlukan beberapa minggu atau lebih sebelum merasakan manfaat penuh dari obat ini.

Lanjutkan minum obat meskipun sudah merasa sehat. Jangan berhenti meminumnya tanpa berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap.

Petunjuk Penyimpanan Clozapine

Simpan obat dengan baik dan jangan menyimpan sembarangan karena bisa merusak atau mengurangi fungsi obat. Berikut adalah beberapa petunjuk penyimpanan obat yang baik dan benar:

  • Simpanlah obat ini pada suhu kamar dan jauhkan dari cahaya dan kelembapan.
  • Simpan tablet yang larut dalam kemasan blisternya dan jangan membuang setiap dosis sampai sebelum meminumnya.
  • Jangan simpan di kamar mandi.
  • Jauhkan obat dari anak anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan membuang obat ke toilet atau menuangkannya ke saluran pembuangan kecuali disarankan.
  • Buang produk ini dengan benar jika kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan.
  • Konsultasikan dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah setempat.

 

  1. Anonim. 2020. Clozapine. https://www.drugs.com/clozapine.html. (Diakses pada 25 Agustus 2020)
  2. Anonim. 2020. Clozapine (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clozapine-oral-route/description/drg-20066859. (Diakses pada 25 Agustus 2020)
  3. Anonim. 2020. Clozapine (Clozaril and FazaClo). https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Treatments/Mental-Health-Medications/Types-of-Medication/Clozapine-(Clozaril-and-FazaClo)#:~:text=Clozapine%20is%20a%20medication%20that,thinking%2C%20mood%2C%20and%20behavior. (Diakses pada 25 Agustus 2020)
  4. Anonim. 2020. Clozapine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a691001.html. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  5. Anonim. Tanpa Tahun. Clozapine ODT. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5200/clozapine-oral/details. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  6. Anonim. 2016. Clozapine. https://www.rxlist.com/schizophrenia_slideshow/article.htm. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  7. Marcovitz, David. 2014. Clozapine: Talking about risks, benefits, and alternatives with patients. https://www.mdedge.com/psychiatry/article/82711/schizophrenia-other-psychotic-disorders/clozapine-talking-about-risks. (Diakses pada 25 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi