Terbit: 24 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Claustrophobia adalah fobia yang membuat seseorang tidak bisa berada terlalu lama dalam ruangan sempit. Ketahui selengkapnya tentang fobia ini mulai dari penyebab, gejala, diagnosis, dan cara mengatasinya berikut ini!

claustrophobia-doktersehat

Apa Itu Claustrophobia?

Claustrophobia adalah fobia yang dipicu oleh ketakutan irasional dan intens terhadap ruang sempit atau ruang yang penuh sesak. Beberapa pemicu munculnya gejala adalah seperti terkunci di ruangan tanpa jendela, terjebak di lift yang ramai, atau terjebak di jalanan yang macet ketika mengemudi.

Jenis fobia situasional ini merupakan salah satu jenis fobia yang paling umum. Seseorang dengan fobia ini biasanya akan mengalami serangan panik, meskipun kondisi ini bukan merupakan jenis gangguan kepanikan.

Sebagian kasus fobia ruang sempit dapat sembuh dengan sendirinya. Namun dalam kasus yang lebih parah, terapi mungkin akan dibutuhkan untuk mengelola dan mengatasi gejala dari fobia ini.

Penyebab Claustrophobia

Kemungkinan penyebab claustrophobia adalah berasal dari faktor lingkungan dan juga faktor genetik maupun fisik.

1. Faktor Lingkungan

Penyebab paling umum dari fobia ini adalah faktor lingkungan. Pengalaman atau trauma masa lalu atau masa kanak-kanak dapat menyebabkan seseorang mengasosiasikan ruang kecil atau ruang sempit sebagai ancaman, sehingga mereka merasa panik dan berada dalam bahaya ketika berada di dalamnya.

Pengalaman yang dapat menyebabkan fobia ruang sempit antara lain adalah seperti:

  • Terperangkap dalam ruang sempit, baik sengaja maupun tidak sengaja
  • Dilecehkan atau diintimidasi selama masa kanak-kanak
  • Terpisah dari orang tua atau tempat di tempat yang ramai dan asing
  • Memiliki orang tua dengan claustrophobia

Trauma yang dialami seseorang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menghadapi situasi serupa di masa depan secara rasional, ini dikenal dengan pengondisian klasik.

Pikiran seseorang meyakini adanya hubungan antara ruang sempit dan area terbatas dengan kondisi berbahaya. Tubuh kemudian bereaksi sesuai dengan pikiran tersebut.

2. Faktor Genetik atau Fisik

Penyebab juga diduga berasal dari faktor genetik atau fisik. Sebuah mutasi gen tunggal yang mengkode protein neuron yang diatur oleh stres dapat menyebabkan fobia ini.

Sebuah teori juga menyatakan bahwa memiliki amigdala yang lebih kecil dapat menyebabkan claustrophobia. Amigdala adalah bagian otak yang mengontrol tubuh dalam memproses rasa takut.

Baca Juga: Ablutophobia: Penyebab, Gejala, Penanganan

Pemicu Claustrophobia

Terdapat beberapa situasi yang dapat memicu gejala fobia ini muncul. Terkadang memikirkan situasi tertentu tanpa adanya paparan langsung juga dapat menjadi pemicu claustrophobia.

Berikut adalah beberapa pemicu claustrophobia paling umum:

  • Lift
  • Terowongan
  • Kereta tabung
  • Pintu putar
  • Mobil dengan central lock
  • Pencucian mobil
  • Ruang ganti toko baju
  • Toilet umum
  • Pesawat
  • Kamar hotel dengan jendela tertutup
  • Ruangan besar namun penuh sesak, seperti di konser
  • Menjalani MRI atau CT scan

Gejala Claustrophobia

Setelah bertemu dengan pemicu claustrophobia, beberapa gejala claustrophobia akan muncul. Gejala yang muncul pada setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan fobia seseorang.

Gejala paling sering muncul dari claustrophobia adalah meliputi:

  • Berkeringat dan kedinginan
  • Gemetar
  • Hot flashes
  • Panik atau ketakutan yang intens
  • Cemas
  • Sesak napas
  • Hiperventilasi
  • Detak jantung cepat
  • Sesak atau sakit dada dan kesulitan bernapas
  • Mual
  • Pusing dan berkurangnya kesadaran
  • Bingung dan disorientasi
  • Sakit kepala
  • Mati rasa

Diagnosis Claustrophobia

Ada banyak tes claustrophobia yang tersedia secara online di internet, namun tes ini tidak dapat dijadikan sebagai diagnosis pasti claustrophobia. Apabila Anda merasakan gejala, sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater untuk memastikan kondisi Anda. Diagnosis dini dapat membantu Anda mengelola fobia ini dengan lebih baik.

Pemeriksaan akan dimulai dengan wawancara. Psikolog atau psikiater akan bertanya tentang gejala yang Anda alami. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Kuesioner claustrophobia dapat digunakan untuk mengetahui penyebab kecemasan. Sedangkan skala claustrophobia digunakan untuk mengetahui seberapa parah level kecemasan.

Terdapat beberapa kriteria yang harus terpenuhi sebelum seseorang didiagnosis fobia, termasuk:

  • Rasa takut yang tidak masuk akal atau berlebihan yang terus-menerus yang disebabkan oleh kehadiran atau antisipasi dari situasi tertentu
  • Respons kecemasan ketika terpapar stimulus, serangan panik pada orang dewasa atau tantrum, menangis, atau gemetar
  • Pengakuan oleh pasien dewasa bahwa ketakutan yang mereka rasakan tidak sebanding dengan ancaman atau bahaya yang dirasakan (ketakutan berlebihan)
  • Melakukan langkah-langkah untuk menghindari objek atau situasi yang ditakuti, atau kecenderungan untuk menghadapi pengalaman, tetapi dengan kecemasan dan tertekan
  • Reaksi, antisipasi, atau penghindaran orang tersebut mengganggu kehidupan dan hubungannya sehari-hari atau menyebabkan tekanan yang signifikan
  • Fobia bertahan selama beberapa waktu, biasanya 6 bulan atau lebih
  • Gejala tidak terkait dengan kondisi mental lain seperti PSTD atau OCD

Baca Juga: Mengenal Philophobia (Takut Jatuh Cinta) dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Claustrophobia

Pengobatan paling umum untuk fobia ini adalah psikoterapi, Beberapa jenis konseling dapat membantu mengatasi rasa takut dan mengelola pemicu claustrophobia.

Cara mengatasi claustrophobia yang mungkin dilakukan adalah seperti:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Cara mengatasi yang pertama adalah dengan terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT).

Terapis akan mengajarkan Anda cara untuk mengendalikan dan mengubah pikiran negatif yang muncul dalam situasi yang dapat memicu claustrophobia Anda. Dengan belajar mengubah pikiran, Anda akan dapat mengubah reaksi Anda terhadap situasi yang terjadi.

2. Terapi Perilaku Emotif Rasional

Terapi perilaku emotif rasional atau rational emotive behavioral therapy (REBT) adalah bentuk lain dari CBT.

Terapi ini berorientasi pada aksi yang berfokus pada masa kini. REBT membahas sikap, emosi, dan perilaku yang tidak sehat. Terapi ini menggunakan teknik yang disebut “disputing” untuk membantu seseorang mengembangkan kepercayaan yang realistis dan sehat.

3. Relaksasi dan Visualisasi

Terapis akan menawarkan teknik relaksasi dan visualisasi yang berbeda ketika Anda berada dalam situasi yang dapat memicu claustrophobia.

Teknik dapat mencakup latihan seperti menghitung mundur dari 10 atau membayangkan ruangan yang lebih nyaman. Teknik-teknik ini efektif mengurangi kepanikan dan menenangkan saraf.

4. Terapi Pemaparan

Terapi pemaparan adalah terapi yang umum dilakukan untuk mengatasi berbagai fobia.

Dalam terapi pemaparan untuk fobia ruang sempit, Anda akan ditempatkan pada situasi tidak berbahaya yang dapat memicu claustrophobia, agar Anda dapat menghadapi dan mengatasi ketakutan anda.

5. Obat-Obatan

Dokter juga terkadang meresepkan obat-obatan seperti antidepresan atau obat antikecemasan untuk membantu Anda mengatasi gejala panik dan gejala fisik lainnya. Obat-obatan biasanya diberikan sebagai tambahan selagi Anda juga menjalani terapi untuk mengatasi fobia.

Perbedaan Claustrophobia dan Nyctophobia

Banyak orang yang sulit membedakan antara claustrophobia (fobia ruang sempit) dan nyctophobia (fobia gelap). Nyctophobia adalah ketakutan berlebihan terhadap kegelapan atau malam. Gejala yang muncul dari kedua fobia ini dapat sama, namun pemicunya berbeda.

Seseorang yang mengalami fobia ruang sempit akan tetap merasa ketakutan ketika berada dalam ruang sempit, meskipun ruangan tersebut memiliki pencahayaan yang cukup. Sedangkan seseorang dengan nyctophobia akan tetap merasa ketakutan apabila menemukan tempat yang gelap, meskipun di ruang yang luas atau bahkan ruang terbuka.

Ketakutan pada nyctophobia kemungkinan timbul karena seseorang tidak dapat melihat apa yang ada di sekitarnya, sehingga merasa dirinya terancam dan berada dalam bahaya.

 

  1. Marcin, Ashley. 2017. What Is Nyctophobia and How Is It Treated?. https://www.healthline.com/health/nyctophobia. (Diakses 25 Oktober 2019).
  2. NHS UK. 2019. Claustrophobia. https://www.nhs.uk/conditions/claustrophobia/. (Diakses 24 Oktober 2019).
  3. Paddock, Mike. 2017. What’s to know about claustrophobia?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37062.php. (Diakses 24 Oktober 2019).
  4. Scaccia, Annamarya. 2016. Everything You Should Know About Claustrophobia. https://www.healthline.com/health/claustrophobia. (Diakses 24 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi