3 Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita (Waspadai!)

keputihan-doktersehat

DokterSehat.Com – Keputihan pada wanita dapat terjadi kapan saja dan kadang susah dicegah. Keputihan normal biasanya terjadi beberapa hari sebelum menstruasi atau saat wanita sedang berada pada masa subur. Keputihan yang terjadi dengan sendirinya, ternyata baik untuk tubuh karena melindungi vagina dari radikal bebas. Cairan yang dikeluarkan akan menekan radikal bebas untuk keluar dan menurunkan risiko infeksi.

Selain bermanfaat untuk mengurangi infeksi, keputihan juga ternyata baik untuk memberikan kelembapan dan menjaga pH dari vagina. Saat pH terjaga dengan baik, flora normal akan terjaga jumlahnya dan gangguan vagina bisa dihindari.

Apa Itu Keputihan?

Keputihan adalah cairan berlendir yang keluar dari vagina. Cairan ini biasanya berwarna putih atau bening. Sebagian besar wanita mengalami keputihan. Beberapa wanita bahkan dapat mengalami keputihan setiap hari, sementara pada wanita lainnya hanya keluar sesekali. Jika cairan atau lendir yang keluar berubah warna, berbau tidak sedap, atau baunya semakin menyengat, mungkin Anda mengalami masalah seperti infeksi. Nah, untuk itu ketahui tanda keputihan yang normal dan tidak normal yang dijelaskan di bawah ini.

Baca juga: Keputihan: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan & Pencegahan

Ciri-Ciri Keputihan Normal

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui ciri-ciri keputihan normal, di antaranya:

1. Warna dan Konsistensi

Jika keputihan tampak jernih dan berair, ini adalah tanda keputihan normal. Keputihan yang normal dapat terjadi setelah aktivitas.

Jika cairan yang keluar dari vagina tampak bening, elastis, dan tampak seperti putih telur, ini tanda bahwa Anda sedang berovulasi. Kondisi ini tergolong normal dan Anda tidak perlu khawatir.

Terkadang, ciri-ciri keputihan normal tampak berwarna cokelat atau berdarah. Tenang, kondisi ini merupakan keputihan yang normal jika terjadi selama atau setelah siklus menstruasi.

2. Jumlah Cairan

Jumlah cairan keputihan pada wanita akan meningkat pada hari-hari sebelum ovulasi. Jumlah cairan akan berkurang pada hari pertama atau kedua setelah ovulasi. Mungkin vagina juga akan mengeluarkan lebih banyak cairan saat terangsang secara seksual.

3. Tidak Bau

Ciri-ciri keputihan normal berikutnya tidak berbau atau beraroma ringan. Keputihan pada wanita yang menimbulkan bau ringan mungkin karena cairan keputihan bercampur dengan air seni atau darah dari menstruasi.

Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal

Setelah mengetahui ciri-ciri keputihan yang normal, berikut ciri-ciri keputihan tidak normal yang penting untuk Anda perhatikan:

1. Warna Keputihan

Warna keputihan tidak normal dapat menjadi tanda kemungkinan infeksi atau bahkan kanker. Warna keputihan yang berbeda adalah tanda kondisi yang berbeda. Berikut beberapa warna keputihan yang menandakan tidak normal:

  • Berdarah atau Cokelat

Warna ini bisa menjadi tanda siklus menstruasi yang tidak teratur, atau kanker serviks atau yang lebih jarang adalah endometriosis. Gejala lain seperti perdarahan vagina abnormal dan nyeri panggul.

  • Kuning

Warna keputihan yang kekuningan pada wanita ini bisa menjadi gejala Gonore. Beberapa gejala yang muncul biasanya terasa nyeri panggul, inkontinensia urine, dan perdarahan di antara menstruasi.

  • Kuning Kehijauan dan Bau yang Tidak Sedap

Warna ini bisa menjadi tanda Trikomoniasis. Gejala biasanya termasuk rasa sakit dan gatal saat buang air kecil.

  • Merah Muda

Jika keputihan pada wanita tampak berwarna merah muda, itu bisa menjadi tanda pelepasan lapisan rahim setelah melahirkan.

  • Kental, Putih, Kekuningan

Kondisi ini mungkin menandakan infeksi jamur. Gejalanya termasuk pembengkakan dan rasa sakit di sekitar vulva, gatal, dan nyeri selama berhubungan seksual.

  • Putih, Abu-Abu, Kuning dan Bau Amis

Warna ini mungkin merupakan indikator vaginosis bakterialis. Beberapa gejalanya termasuk gatal, kemerahan atau pembengkakan pada vagina atau vulva.

2. Bau Tidak Sedap

Jika mencium bau yang tidak biasa disertai keluarnya cairan, mungkin ada masalah mendasarinya. Keluarnya sedikit cairan dan tampak putih dengan bau amis yang kuat dapat menjadi indikator vaginosis bakterialis.

Jika keluar cairan berwarna kuning dengan bau yang tidak sedap, ini mungkin mengindikasikan bahwa Anda menderita trikomoniasis.

Terkadang, siklus menstruasi dapat menyebabkan vagina beraroma logam selama beberapa hari. Hubungan seksual juga dapat menyebabkan perubahan bau yang bersifat sementara.

3. Konsistensi Cairan Keputihan

Cairan yang keluar dari vagina terlalu encer atau kental dan lebih bertekstur adalah indikator keputihan tidak normal.

Penyebab lain yang perlu diwaspadai adalah keluarnya cairan yang kental, putih, dan tampak seperti lelehan keju, disertai rasa gatal dan terbakar. Kondisi ini adalah tanda bahwa Anda mungkin menderita infeksi jamur.

Jika Mengalami beberapa tanda di atas, segera konsultasi dengan dokter, terutama jika Anda juga mengalami gatal-gatal atau rasa terbakar pada vagina.

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Keputihan normal adalah fungsi tubuh yang sehat. Ini merupakan cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina. Misalnya, normal ketika keluar cairan dengan gairah seksual dan ovulasi meningkat. Olahraga, penggunaan pil KB, dan stres emosional juga dapat menyebabkan keluarnya cairan.

Tetapi, penyebab keputihan yang tidak normal biasanya diakibatkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

1. Bacterial Vaginosis

Adalah infeksi bakteri yang cukup umum dialami wanita. Kondisi ini menyebabkan peningkatan keputihan yang memiliki bau menyengat, busuk, dan kadang-kadang bau amis, meskipun tidak menghasilkan gejala dalam beberapa kasus. Wanita yang mendapatkan seks oral atau yang mempunyai banyak pasangan seksual memiliki peningkatan risiko tertular infeksi bakteri ini.

2. Infeksi Jamur

Adalah salah satu penyebab keputihan tidak normal. Infeksi jamur dapat menghasilkan cairan putih seperti keju kental di samping sensasi terbakar dan gatal. Munculnya jamur dalam vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya dapat berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu. Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur:

  • Stres
  • Diabetes
  • Penggunaan pil KB
  • Kehamilan
  • Antibiotik, terutama yang digunakan dalam waktu 10 hari

3. Trikomoniasis

Adalah jenis infeksi lain yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini biasanya menular melalui kontak seksual, tetapi juga dapat ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang.

Infeksi ini menimbulkan cairan yang berwarna kuning atau hijau yang memiliki bau busuk. Gejalanya terasa sakit, radang, dan gatal-gatal, sementara pada beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

4. Gonore dan Klamidia

Adalah infeksi menular seksual (IMS) yang menjadi penyebab keputihan tidak normal. Biasanya cairan keputihan berwarna kuning, kehijauan, atau abu-abu.

5. Radang Panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang sering menular melalui kontak seksual. Kondisi ini dapat terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Radang panggul merupakan salah satu penyebab keputihan dengan banyak cairan dan berbau busuk.

6. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks

Infeksi human papillomavirus (HPV) menular melalui kontak seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, kanker jenis ini dapat mengeluarkan cairan berdarah, berwarna cokelat, atau berair dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat diskrining dengan Pap smear tahunan dan pengujian HPV yang terpercaya.

Baca juga: Penyebab Keputihan, Gejala, dan Cara Mengobati

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika mengalami keputihan yang tidak biasa, seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Gejala yang harus diperhatikan di antaranya:

  • Demam
  • Sakit di perut
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya
  • Kelelahan
  • Sering buang air kecil

Jika khawatiran mengenai apakah keputihan Anda normal atau tidak, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda.

Perawatan Keputihan Tidak Normal

Cara mengatasi keputihan tidak normal tergantung pada apa penyebabnya. Misalnya, infeksi jamur biasanya diobati dengan obat antijamur yang diaplikasikan pada vagina dalam bentuk krim atau gel. Vaginosis bakteri diobati dengan pil atau krim antibiotik. Sementara trikomoniasis biasanya diobati dengan obat metronidazole atau tinidazole.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah infeksi pada vagina yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal:

  1. Menjaga kebersihan vagina dengan mencucinya secara teratur menggunakan sabun lembut dan air hangat.
  2. Jangan menggunakan sabun wangi dan produk feminin atau douch. Hindari pula semprotan feminin dan mandi busa.
  3. Hindari pembalut atau tampon deodoran.
  4. Setelah ke kamar mandi, selalu bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.
  5. Menggunakan celana dalam berbahan katun 100%, dan hindari pakaian yang terlalu ketat.
  6. Hindari penggunaan tampon.
  7. Selalu gunakan alat kontrasepsi ketika melakukan seks dengan pasangan baru.
  8. Jika menyebabkan iritasi, ganti deterjen atau pelembut pakaian.

_

Itu dia keputihan normal dan keputihan tidak normal yang perlu Anda ketahui. Pastikan area vagina Anda tetap bersih dan sehat. Jika mengalami perubahan atau keputihan yang tidak biasa, konsultasikanlah dengan dokter untuk menghindari kemungkinan komplikasi kesehatan ya, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Vaginal Discharge. https://www.hhs.gov/opa/reproductive-health/fact-sheets/vaginal-discharge/index.html. (Diaskes 8 Oktober 2019)
  2. Normal Vaginal Discharge vs. Abnormal Discharge: What’s the Difference?. https://flo.health/menstrual-cycle/health/vaginal-discharge/normal-abnomal-discharge. (Diaskes 8 Oktober 2019)
  3. Ellis, Mary E. 2018. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge. https://www.healthline.com/health/vaginal-discharge. (Diaskes 8 Oktober 2019)
  4. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1. (Diaskes 8 Oktober 2019)