Terbit: 17 Mei 2018 | Diperbarui: 23 Oktober 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sebelum teknologi medis berkembang pesat seperti sekarang, banyak pasangan yang memercayai ciri-ciri kelamin anaknya terlihat dari bentuk tubuh hingga selera makan ibu hamil. Di masyarakat beredar kabar mengenai ciri-ciri hamil anak perempuan. Bagaimana Anda menyikapi hal ini?

Inikah 9 Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan?

Pada dasarnya, ciri-ciri hamil anak perempuan tidak memiliki gejala khusus. Gejala awal kehamilan baik itu hamil anak perempuan ataupun laki laki sama. Berikut ini adalah 9 tanda yang diduga menjadi ciri hamil anak perempuan, antara lain:

1. Posisi janin

Jika posisi janin lebih tinggi di dalam rahim, maka ada kemungkinan Anda melahirkan seorang anak perempuan. Selain itu, jika sebagian besar berat badan bayi berada di tengah-tengah perut, hal itu menandakan Anda mengandung bayi perempuan.

Nyatanya, posisi kehamilan tergantung kepada kondisi bentuk tubuh, penambahan berat badan, posisi bayi di dalam perut hingga otot perut. Demikian juga bentuk perut tidak dapat dijadikan panduan mengenai jenis kelamin bayi. Umumnya menjelang persalinan, posisi bayi akan turun ke panggul.

2. Morning sickness

Morning sickness (mual dan muntah) yang berlebihan sepanjang kehamilan, terlepas dari trimester berapa, hal ini menandakan Anda mengandung bayi berjenis kelamin perempuan. Ini terkait dengan peningkatan kadar hormon dan gula darah rendah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Menurut penelitian, wanita yang mengalami morning sickness yang parah lebih mungkin melahirkan bayi perempuan. Itu disebabkan oleh hormon hCG yang memicu morning sickness, cenderung lebih tinggi pada ibu hamil yang mengandung bayi perempuan. Kondisi muntah berlebihan disebut hiperemesis gravidarum.

Namun perlu diingat, kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang mengandung bayi laki-laki. Jadi, tidak mutlak bahwa lebih banyak muntah merupakan ciri-ciri hamil anak perempuan.

3. Denyut jantung

Ciri-ciri hamil anak perempuan berikutnya mengatakan bahwa detak jantung bayi perempuan lebih dari 140 per menitnya. Faktanya, detak jantung janin yang normal berada pada kisaran 120-160 kali per menit. Tidak ada penelitian yang menyatakan detak jantung sebagai penanda jenis kelamin janin. Lagipula detak jantung janin bisa berubah-ubah pada tiap pemeriksaan, tergantung kepada aktivitas janin di dalam perut dan usia.

4. Kulit berminyak dan berjerawat

Kulit melepuh dan ruam bisa menandakan ciri-ciri hamil anak perempuan. Perubahan pada tubuh ibu hamil ini bisa terjadi karena disebabkan oleh hormon. Meski begitu, jika Anda mengandung anak laki-laki, maka ibu hamil juga tetap muncul jerawat.

Terdapat mitos lain yang mengatakan, ciri hamil anak perempuan terlihat dari wajah ibu hamil yang terlihat lebih kusam karena ‘diserap’ oleh bayinya. Sebaliknya, jika Anda hamil anak laki-laki, wajah Anda akan terlihat lebih cantik. Hal ini tidak dapat dipastikan sebab tiap ibu hamil mengalami perubahan kulit yang berbeda-beda disertai penambahan berat badan yang tidak sama.

5. Ngidam makanan manis

Jika Anda mendambakan makanan manis seperti cokelat dan es krim daripada makanan pedas atau asam, Anda lebih mungkin memiliki bayi perempuan. Namun, jika dilihat dari segi medis, kondisi ini bisa terjadi karena ibu hamil mengalami perubahan hormon yang memengaruhi indra penciumannya, bukan karena jenis kelamin calon bayi.

6. Perubahan suasana hati

Jika Anda mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem seperti lekas marah, depresi, dan marah selama kehamilan, hal ini menandakan ciri-ciri hamil anak perempuan. Meski begitu, hal ini tidak bisa dijadikan patokan sebab perubahan suasana hati ibu hamil bisa naik turun terkait dengan perubahan hormon.

7. Warna urine

Warna urine dapat menunjukkan jenis kelamin bayi. Air seni berwarna kuning kusam adalah ciri-ciri hamil anak perempuan. Sementara bila ibu hamil mengandung anak laki-laki warna urine berwarna lebih gelap. Meski begitu, hal ini sulit untuk dibuktikan, karena warna urine bisa dipengaruhi oleh asupan air yang dikonsumsi.

8. Ukuran payudara

Ketika payudara kiri tampak sedikit lebih besar dari yang kanan, atau jika ada peningkatan dramatis dalam ukuran payudara, hal itu menandakan ciri-ciri hamil anak perempuan.

9. Garis hitam di perut

Garis gelap atau linea nigra yang muncul pada perut juga bisa menjadi indikator jenis kelamin bayi. Beberapa orang percaya, jika garis terus meregang di atas pusar, maka Anda akan memiliki bayi laki-laki. Tetapi jika garis putus di bawah pusar, maka Anda akan melahirkan seorang anak perempuan. Namun sebenarnya, linea nigra memang kadang terlihat jelas, kadang tidak. Semakin dekat dengan waktu kelahiran, garis hitamnya akan tampak semakin jelas.

Selain itu, terdapat informasi yang mengatakan bahwa perut ibu hamil yang posisinya cenderung tampak lebih ke bawah diartikan mengandung bayi laki-laki. Sementara itu, perut yang condong berada di atas diartikan mengandung bayi perempuan. Faktanya, hal ini tidaklah lebih dari kabar angin.

Pada akhirnya, ciri-ciri hamil anak perempuan di atas mungkin berlaku untuk beberapa orang dan mungkin tidak untuk orang lainnya.

Mengetahui Jenis Kelamin dengan Akurat

Setelah Anda mengetahui ciri-ciri hamil anak perempuan di atas tidaklah sepenuhnya tepat, salah satu cara untuk menentukan jenis kelamin bayi yang akurat yaitu dengan USG.

USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi sehingga dapat memberi gambaran bayi dalam rahim. Pada umumnya, USG dilakukan antara minggu ke 18-20 usia kehamilan. Pada usia ini jenis kelamin janin sudah bisa ditentukan dengan tingkatan akurasi mencapai 80-90 persen.

Selain USG, ciri-ciri hamil anak perempuan juga bisa dideteksi dengan melakukan tes darah dan cairan ketuban ibu hamil. Namun, tes ini memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, prosedur ini hanya dilakukan di laboratorium khusus saja, bukan digunakan secara komersil.

Jadi, sebelum Anda memercayai ciri-ciri hamil anak perempuan, periksa lagi kebenarannya dari sisi medisnya. Guna mendapatkan hasil yang lebih pasti, sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi