Terbit: 16 Juli 2021 | Diperbarui: 19 Juli 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ciri-ciri perut hamil dan perut buncit seorang wanita sebenarnya dapat dengan mudah dibedakan. Hal utama yang mudah dikenali adalah gejala yang menyertainya. Simak penjelasan lengkap mengenai ciri perut hamil dan buncit di bawah ini.

Ciri-Ciri Perut Hamil dan Perut Buncit yang Mudah Dikenali

Mengenali Ciri-Ciri Perut Hamil dan Perut Buncit

Meski terkadang sulit dibedakan antara perut hamil dan buncit karena memiliki bentuk yang sama, ciri perut hamil dan buncit dapat dengan mudah dibedakan, seperti:

1. Kram dan Sakit Perut

Perut terasa kram ringan atau sakit biasanya merupakan tanda kehamilan. Kram perut yang dirasakan kurang lebih sama dengan kram yang dirasakan ketika akan menstruasi.

Kehamilan membuat rahim mengalami banyak perubahan, di mana hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan. Sama seperti ketika perut yang membesar tepat sebelum menstruasi, peningkatan progesteron (dan banyak hormon reproduksi lainnya) yang terjadi dengan konsepsi dapat menyebabkan perut membesar.

2. Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri perut hamil dan perut buncit berikutnya yang mudah untuk dibedakan adalah intensitas Anda ke kamar mandi untuk buang air kecil. Selama kehamilan, ginjal akan meningkatkan produksi limbah, di mana hal ini membuat tubuh sering mengeluarkan urine. Gejala ini biasanya akan terus berlangsung sampai bayi lahir.

3. Bercak

Sama seperti kram, ciri perut hamil dan buncit ini dapat dengan mudah Anda bedakan, yaitu apakah keluar bercak merah muda atau cokelat dari vagina. Keluarnya bercak adalah gejala awal kehamilan yang umum terjadi. Hal ini terjadi bisa jadi akibat implantasi, peningkatan hormon, iritasi serviks, atau kram rahim.

. Mual

Mual atau morning sickness biasanya dimulai saat usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada 8 atau 9 minggu. Perut buncit yang tidak disertai mual pada umumnya tidak menandakan kehamilan.

5. Payudara Nyeri dan Membesar

Meski tidak memiliki kaitan langsung antara payudara dan perut, namun ciri-ciri perut hamil dan perut buncit dapat dengan mudah wanita bedakan dari apa yang terjadi pada payudara. Peningkatan hormon progesteron dan estrogen saat hamil bisa membuat payudara terasa nyeri (seperti halnya saat mengalami menstruasi).

Selain itu, puting mungkin mulai menggelap dan membesar. Anda mungkin juga memperhatikan bahwa payudara membesar, biasanya terlihat dari bra yang lebih kencang dari biasanya.

Nah, itulah ciri perut hamil dan buncit yang mudah Anda bedakan.

Baca Juga: Lingkar Perut Normal: Ukuran, Cara Menghitung, Risiko Penyakit

Mengalami Gejala Awal Kehamilan Namun Tidak Hamil, Bisakah?

Banyak gejala awal kehamilan yang tumpang tindih dengan kondisi medis serta siklus menstruasi. Bahkan, gejala pramenstruasi bisa sangat mirip dengan gejala kehamilan. Keadaan inilah yang sering kali sulit untuk membedakan apakah ini pertanda kehamilan atau bukan.

Selain itu, Anda juga bisa melewatkan menstruasi tanpa hamil, ini bisa terjadi saat Anda olahraga berlebihan, mengalami penurunan/kenaikan berat badan, hingga stres. Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda hamil adalah dengan melakukan tes kehamilan.

Fakta Dibalik Perut Buncit pada Wanita

Meski memiliki bentuk fisik yang hampir sama, perut buncit tidak selalu menandakan kehamilan. Lingkar pinggang yang melebar terkadang dianggap sebagai konsekuensi bertambahnya usia. Bagi wanita, ini bisa terjadi terutama setelah menopause, ketika lemak tubuh cenderung bergeser ke perut.

Pada dasarnya, berat badan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama:

  • Berapa banyak kalori yang Anda konsumsi dalam sehari?
  • Berapa banyak kalori yang Anda bakar melalui olahraga setiap hari?
  • Usia

Jika Anda makan terlalu banyak dan sedikit berolahraga, Anda cenderung membawa kelebihan berat badan, termasuk lemak perut. Efek negatif lainnya, massa otot mungkin sedikit berkurang seiring bertambahnya usia, sementara lemak tubuh meningkat.

Kehilangan massa otot juga menurunkan tingkat penggunaan kalori oleh tubuh, yang pada akhirnya membuat tubuh lebih sulit untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Pada beberapa kasus, ada wanita yang mengalami peningkatan lemak perut meski berat badannya tidak bertambah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan tingkat estrogen, yang tampaknya memengaruhi distribusi lemak di dalam tubuh. Kecenderungan untuk peningkatan lingkar pinggang juga terkait dengan genetik.

Baca Juga: 6 Tanda-Tanda Hamil Muda pada Perut dan Cara Mengatasinya

Penyebab Perut Buncit

Perut membuncit bisa terjadi karena berbagai alasan, bisa dari konsumsi makanan yang terlalu banyak hingga kehamilan. Namun, penyebab pasti keadaan ini hanya dokter yang dapat menentukan. Berikut adalah berbagai penyebab perut membesar, di antaranya:

1. Sindrom Iritasi Usus

Ini adalah sindrom yang menyebabkan kram dan nyeri di perut. Sindrom ini juga dapat menyebabkan kembung dan gas, kondisi yang menyebabkan perut Anda membuncit.

2. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa, gula yang ada dalam produk susu. Gejalanya termasuk perut kembung dan gas. Gejala-gejala ini dapat menyebabkan perut membuncit.

Jika Anda mengalami perut bengkak dalam waktu dua jam setelah mengonsumsi produk susu, Anda mungkin mengalami intoleransi laktosa.

3. Asites

Asites adalah suatu keadaan ketika cairan menumpuk di dalam perut. Penumpukan ini biasanya karena masalah dengan hati seperti sirosis. Sirosis adalah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut ini terbentuk akibat penyakit liver yang berkepanjangan.

Saat asites pertama kali berkembang, Anda mungkin tidak akan melihat gejala apa pun. Saat cairan menumpuk dari waktu ke waktu, Anda akan mulai melihat perut menjadi semakin buncit.

4. Penyebab Lainnya

Perut buncit bisa terjadi akibat gejala lain yang kurang umum. Misalnya batu empedu,  massa keras yang dapat menumpuk di kantong empedu, dan sembelit atau sulit BAB.

Selain itu, penyebab lainnya adalah pankreatitis, yaitu peradangan yang terjadi pada pankreas. Penambahan berat badan juga dapat menyebabkan pembengkakan perut, seperti halnya penyumbatan di usus. Seorang wanita yang memiliki kista ovarium juga dapat menyebabkan perut bengkak.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. Pregnancy: Am I Pregnant?. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9709-pregnancy-am-i-pregnant. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  2. Anonim. Belly fat in women: Taking — and keeping — it off. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  3. Bradley, Sarah. 2021. What to Expect at 1 Month Pregnant. https://www.healthline.com/health/pregnancy/1-month-pregnant-belly. (Diakses pada 16 Juli 2021).
  4. Wint, Carmella. 2019. What You Need to Know About Abdominal Swelling. https://www.healthline.com/health/abdomen-swollen. (Diakses pada 16 Juli 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi