Terbit: 11 Mei 2020 | Diperbarui: 5 Oktober 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ciri-ciri asam lambung naik adalah sensasi terbakar di dada (heartburn) dan rasa asam di mulut. Pada beberapa kasus, rasa terbakar di dada kadang juga terasa hingga leher dan punggung. Simak penjelasan lengkap ciri ciri penyakit asam lambung lainnya di bawah ini.

9 Ciri-Ciri Asam Lambung Naik yang Jarang Disadari, Waspada!

Ciri-Ciri Asam Lambung Naik

Sebelum membahas mengenai ciri ciri penyakit asam lambung, perlu diketahui bahwa asam lambung merupakan penyakit yang lazim diderita setiap orang. Penyakit asam lambung merupakan penyakit yang timbul karena adanya gangguan pada lambung.

– Iklan –
Iklan DokterSehat - Advertisement

 

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan perut Anda (kerongkongan), kondisi inilah yang bisa mengiritasi kerongkongan.

Tidak semua orang dengan asam lambung mengalami heartburn, meski begitu ciri-ciri asam lambung yang utama adalah heartburn, regurgitasi, dan rasa asam di mulut. Terkadang juga menimbulkan tekanan di dada seperti gejala nyeri jantung (angina). Sedangkan, heartburn terkait asam lambung lebih sering terjadi setelah makan.

Ciri-ciri asam lambung naik lainnya, antara lain:

  • Suara serak. Jika refluks asam melewati sfingter esofagus bagian atas, ia dapat masuk ke tenggorokan (faring) dan bahkan kotak suara (laring), sehingga menyebabkan suara serak atau sakit tenggorokan.
  • Batuk kering kronis, terutama pada malam hari. Meski begitu tidak jelas bagaimana batuk disebabkan atau diperburuk oleh asam lambung.
  • Terasa seperti ada benjolan di tenggorokan.
  • Peningkatan air liur.
  • Bau mulut.
  • Radang tenggorokan.

Sementara pada bayi dan anak-anak, ciri-ciri asam lambung yang bisa dikenali, antara lain:

  • Muntah berulang.
  • Batuk.
  • Masalah pernapasan.
  • Kegagalan untuk bertumbuh.

Penjelasan Ciri-Ciri Penyakit Asam Lambung

Heartburn adalah gejala umum dari asam lambung. Namun, pada sebagian besar kasus, heartburn adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi jika Anda mengalami heartburn  lebih dari dua kali seminggu, Anda mungkin menderita penyakit asam lambung.

Berikut penjelasan lengkap ciri-ciri asam lambung naik yang bisa dikenali, di antaranya:

1. Produksi Air Liur Berlebih dan Mulut Terasa Asam

Air liur berlebih merupakan gejala awal asam lambung. Air liur terus diproduksi karena berusaha menetralisir asam lambung yang naik ke tenggorokan. Selain produksi air liur berlebih, masuknya asam lambung ke dalam esofagus dapat menimbulkan gejala lain seperti sulit menelan, sendawa, rasa panas di dada, dan mulut terasa asam

Produksi air liur yang berlebih ini akan berhenti dan kembali normal apabila hal yang menyebabkannya hilang atau diobati. Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Menurunnya Nafsu Makan

Tanda asam lambung naik adalah nafsu makan akan menurun. Keluhan yang bisa muncul bagi penderita asam lambung biasanya terjadi setelah makan. Penderita akan merasakan nyeri ulu hati.

Kondisi ini yang kemudian menyebabkan gangguan makan, sehingga nafsu makan akan menurun. Kehilangan selera makan biasanya disertai dengan perasaan penuh pada perut atau kembung.

3. Mual dan Muntah

Mual bisa terjadi karena cincin otot bagian bawah kerongkongan kurang berfungsi dengan baik. Padahal, otot tersebut harus menutup setelah makanan masuk ke lambung. Kondisi ini memungkinkan asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Hindari makanan-makanan pedas, berlemak, dan asam untuk menghindari terjadinya asam lambung. Pemeriksaan diperlukan jika Anda mengalami muntah dalam jumlah banyak, terutama jika muntah mengandung darah.

4. Perut Kembung

Jika Anda mengalami tukak lambung hal itu mengakibatkan tingkat keasaman di lambung tinggi. Meningkatnya tingkat keasaman ini akan membuat produksi gas di lambung meningkat juga.

Cara mengatasi perut kembung adalah dengan membatasi asupan gula dan garam. Konsumsi gula dan garam secara berlebihan bisa menyebabkan perut kembung. Guna mengatasi hal ini, konsumsi air putih atau air jahe untuk meredakan perut kembung yang Anda alami.

5. Sulit Buang Air Besar

Salah satu efek samping pengobatan penurun asam lambung adalah sulit buang air besar. Ciri-ciri asam lambung ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa jenis obat seperti pereda batuk dan penghilang rasa sakit yang mengandung kodein, obat antikejang, obat antidepresi, beberapa jenis obat antihipertensi, suplemen zat besi dan obat-obatan yang mengandung aluminium dan kalsium.

Agar hal ini tidak terjadi, Anda bisa rutin mengonsumsi buah dan sayuran, serta konsumsi air setidaknya 2 liter per hari dan rajin berjalan kaki.

6. Sering Bersendawa

Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa menyebabkan sendawa. Ciri-ciri asam lambung naik ini mungkin dianggap dapat meringankan rasa tidak nyaman pada perut. Namun kenyataannya, hal itu hanyalah penanganan untuk sementara.

Pada dasarnya, sendawa adalah hal yang baik, karena jika hal ini tidak dilakukan, maka gas di lambung bisa menyebabkan perut kembung yang biasanya disertai dengan nyeri perut.

7. Berkeringat Tanpa Alasan yang Jelas

Seperti halnya sulit BAB, berkeringat tanpa penyebab yang jelas ternyata bisa disebabkan karena obat-obatan tertentu yang bisa meningkatkan asam lambung sekaligus produksi keringat, misalnya analgetik dan antidepresan. Hindari konsumsi obat tanpa resep yang dijual bebas di pasaran.

8. Rasa Panas di Dada

Aliran balik asam lambung ke kerongkongan bisa menyebabkan dada terasa panas. Tidak hanya di dada, tanda asam lambung naik ini juga bisa terjadi di lidah sehingga menyebabkan lidah terasa asam dan pahit.

Beberapa langkah bisa dilakukan untuk mencegah panas di dada adalah jangan langsung berbaring setelah makan, jangan makan terlalu malam, dan jangan berlebihan konsumsi makan dan minuman.

9. Rasa Tidak Nyaman saat Istirahat

Ciri-ciri asam lambung yang terakhir adalah rasa panas pada tubuh. Badan terasa sangat lelah dan ingin sekali tidur, namun tidur sebentar saja sudah terbangun lagi karena terasa panas pada bagian punggung dan dada sehingga tidur menjadi tidak nyenyak.

Nah, itulah ciri ciri penyakit asam lambung yang bisa dikenali.

Pencegahan Asam Lambung

Cara terbaik dan teraman untuk mencegah asam lambung terjadi adalah dengan mengubah hal-hal yang menyebabkan asam lambung. Gejala penyakit asam lambung biasanya dapat dicegah dengan modifikasi gaya hidup sederhana dalam diet, aktivitas, dan kebiasaan.

Perubahan gaya hidup dan perilaku  dapat membantu meredakan penyakit asam lambung, antara lain:

  • Makan dalam jumlah sedang dan hindari makan berlebihan.
  • Berhentilah makan 2 hingga 3 jam sebelum tidur.
  • Berhenti atau hindari merokok.
  • Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat membantu mencegah gejala asam lambung.
  • Jangan mengenakan pakaian yang ketat di sekitar perut.
  • Tidurlah sedikit miring dengan kepala sedikit terangkat.

Makanan dan minuman tertentu dapat memicu asam lambung, antara lain:

  • Makanan berminyak.
  • Makanan pedas.
  • Cokelat.
  • Permen.
  • Kopi.
  • Makanan yang mengandung bahan tomat.
  • Minuman beralkohol.

Jika Anda sudah menghindari makanan atau minuman seperti di atas dan masih rutin mengalami asam lambung, penting untuk mengunjungi dokter karena mungkin ada masalah mendasar lainnya yang menyebabkan gejala.

 

  1. Bhat, Jaydeep. 2019. Understanding Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) — Symptoms. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/understanding-gerd-symptoms. (Diakses pada 19 November 2019).
  2. Healthline Editorial Team and Heather Cruickshank. 2018. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd#home-remedies. (Diakses pada 19 November 2019).
  3. MacGill, Markus. 2018. Everything you need to know about GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php#diet. (Diakses pada 19 November 2019).
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Gastroesophageal reflux disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959. (Diakses pada 19 November 2019).
  5. P. Cunha, John, DO, FACOEP. GERD Questions (Gastroesophageal Reflux Disease). https://www.emedicinehealth.com/gastroesophageal_reflux_disease_gerd_faqs/article_em.htm#what_happens_if_i_stop_gerd_treatment. (Diakses pada 19 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi