Terbit: 11 Februari 2020 | Diperbarui: 15 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa saja ciri-ciri keguguran? Berdasarkan laporan, 10-20% wanita hamil mengalami keguguran namun jumlahnya mungkin lebih besar karena banyak juga wanita yang mengalami keguguran sebelum menyadari dirinya sedang hamil. Ketahui apa saja tanda keguguran, penyebab, cara mencegah keguguran, dll.

6 Ciri-Ciri Keguguran yang Wajib Diwaspadai Bumil

Apa Itu Keguguran?

Keguguran adalah kematian bayi di dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan. Keguguran terjadi karena bayi tidak berkembang secara normal di rahim wanita yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti kondisi medis kronis, masalah kromosom, pengaruh gaya hidup tidak sehat, dll.

Keguguran merupakan komplikasi kehamilan paling umum penyebab kematian bayi. 85% kasus keguguran terjadi sebelum 20 minggu usia kehamilan. Tanda-tanda keguguran pun berbeda pada setiap wanita, namun gejala keguguran paling umum adalah pendarahan pada vagina dan nyeri atau kram perut.

Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO), kasus kematian bayi akibat keguguran tidak dapat tercatat secara sistematis bahkan di negara-negara maju, jadi jumlah kasus keguguran di seluruh dunia mungkin sangat tinggi dengan berbagai penyebab.

Ciri-Ciri Keguguran

Gejala keguguran pada setiap wanita berbeda-beda tergantung pada usia kehamilan. Keguguran dapat terjadi secara tiba-tiba dan cepat, namun biasanya memiliki tanda-tanda seperti pendarahan vagina dan nyeri perut bagian bawah.

Ketahui tanda-tanda keguguran berikut ini:

1. Kram Perut

Salah satu ciri-ciri keguguran adalah wanita hamil mengalami nyeri dan kram perut pada usia kehamilan sebelum 20 minggu. Rasa sakit dan nyeri ini bervariasi, mulai dari nyeri ringan seperti nyeri biasa saat sedang menstruasi hingga rasa sakit luar biasa pada perut bagian bawah seperti sedang kontraksi.

Rasa nyeri dan kram perut ini mungkin normal terjadi, namun nyeri perut tidak biasa dapat mengkhawatirkan bila terjadi pada wanita yang sedang hamil muda. Bila Anda mengalaminya dan merasa tidak nyaman dengan kehamilan Anda, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga: 11 Perbedaan Tanda Haid dan Tanda Hamil 

2. Cairan dan Jaringan Keluar dari Vagina

Salah satu tanda akan keguguran adalah terdapat cairan merah muda atau jaringan yang keluar dari vagina. Cairan ini mungkin berasal dari darah yang menggumpal saat janin masih berupa jaringan.

Apabila Anda mengalaminya, kumpulkan cairan merah muda atau jaringan tersebut di wadah bersih dan konsultasikan pada dokter untuk diagnosis selanjutnya.

3. Pendarahan Vagina

Pendarahan pada vagina adalah ciri-ciri keguguran yang paling umum. Komplikasi kehamilan seperti kehamilan ektopik dan keguguran dapat menyebabkan pendarahan mulai dari intensitas ringan hingga berat, serta umumnya dibarengi dengan rasa nyeri.

Walaupun demikian, pendarahan di trimester awal belum tentu berarti bahwa Anda akan mengalami keguguran. Beberapa jenis flek, keputihan, atau bercak darah umum terjadi pada kehamilan. Bercak darah tersebut mungkin saja berasal darah dari periode lama yang baru dikeluarkan.

Apabila Anda memiliki gejala tersebut, sebaiknya periksa ke dokter untuk dianalisis dengan tepat tentang kondisi dan kesehatan kehamilan Anda.

4. Nyeri Punggung

Nyeri pada punggung, panggul, dan perut bagian bawah adalah kondisi umum di masa kehamilan awal karena perubahan tubuh dan hormon pada wanita hamil, namun beberapa kasus keguguran juga disertai dengan gejala nyeri punggung mulai dari nyeri biasa hingga parah.

Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter apabila gejala nyeri tersebut tidak biasa dan mengkhawatirkan kesehatan kehamilan Anda.

5. Kehilangan Gejala Kehamilan

Gejala keguguran yang paling nyata adalah saat Anda tidak lagi merasakan tanda-tanda hamil muda seperti perubahan payudara, mual dan muntah (morning sickness), perubahan suasana hati, dll.

Anda juga mungkin tidak merasakan lagi aktivitas, pergerakan, detak, atau sensasi kehidupan janin di perut Anda. Segera periksakan kehamilan Anda bila gejala tersebut muncul.

6. Keluar Bercak-Bercak dari Vagina

Bercak-bercak selama kehamilan adalah hal yang normal. Sekitar 25% wanita mengalami bercak-bercak vagina selama 12 minggu kehamilan dan paling sering terjadi di usia kehamilan 6-7 minggu, berdasarkan laporan di tahun 2010.

Bercak-bercak dari vagina tidak selalu berarti akan keguguran, namun bila bercak diikuti oleh gejala lain seperti keluarnya jaringan dan pendarahan vagina, nyeri perut, hingga perasaan seperti kehilangan tanda-tanda hamil maka Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan Anda.

Mengalami gejala-gejala tersebut di masa kehamilan awal mungkin sangat mengkhawatirkan, namun itu belum berarti Anda mengalami komplikasi kehamilan dan akan keguguran. Selalu konsultasikan kepada dokter semua gejala yang Anda alami selama kehamilan untuk memastikan bahwa kehamilan Anda baik-baik saja.

Penyebab Keguguran

Keguguran adalah kondisi dimana janin tidak berkembang secara normal. Sekitar 50% kasus keguguran terjadi akibat kelainan kromosom saat embrio membelah dan tumbuh. Kelainan ini terjadi begitu saja dan tidak terkait dengan riwayat orang tua.

Berikut ini adalah penyebab keguguran, yaitu:

1. Gen atau Kromosom yang Tidak Normal

Kelainan kromosom menyebabkan keguguran, meliputi:

  • Blighted Ovum: Blighted ovum adalah pembusukan sel telur atau kondisi dimana tidak ada ovarium yang terbentuk di masa kehamilan awal.
  • Intrauterine Fetal Death: Kondisi dimana embrio terbentuk namun berhenti berkembang dan mati di dalam sebelum adanya keguguran.
  • Kehamilan Mola: Masalah kehamilan dimana kedua set kromosom berasal dari ayah dan terjadi pertumbuhan abnormal plasenta, serta janin tidak berkembang.
  • Kehamilan Mola Parsial: Kehamilan dimana ayah menyediakan dua set kromosom namun kromosom ibu tetap ada.

2. Kondisi Medis dari Ibu

Wanita hamil yang memiliki kondisi penyakit serius mungkin menyebabkan keguguran, seperti:

  • Infeksi tertentu.
  • Gangguan hormonal.
  • Penyakit tiroid.
  • Diabetes yang tidak dikontrol.
  • Masalah serviks atau rahim.

Sangat penting bagi wanita hamil untuk menjaga kondisi kesehatan dirinya sendiri, terutama apabila memiliki riwayat medis tertentu sejak sebelum kehamilan demi menjaga kesehatan dan perkembangan janin.

Baca Juga: Keguguran: Penyebab, Gejala, Perawatan

Cara Mencegah Keguguran

Keguguran mungkin sulit dicegah, namun Anda dapat melakukan banyak hal untuk mengurangi faktor risiko keguguran dan menjaga kesehatan kehamilan. Berikut ini adalah cara mencegah keguguran, yaitu:

  • Rutin konsultasi ke dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan kehamilan.
  • Menjaga berat badan sebelum dan selama kehamilan.
  • Mencegah infeksi dengan menerapkan kebiasaan cuci tangan dan menjaga kebersihan.
  • Mengonsumsi vitamin khusus ibu hamil.
  • Menjaga pola makan sehat meliputi asupan sayur, buah, dan nutrisi yang cukup untuk ibu dan bayi.
  • Membatasi jumlah kafein yaitu hanya 200 miligram per hari.
  • Tidak merokok atau minum alkohol.
  • Tidak minum obat apapun sembarangan tanpa resep dokter.

Keguguran dapat terjadi pada setiap wanita hamil karena berbagai kondisi medis, namun Anda dapat membantu memahami dan mencegah kondisi tersebut dengan mengetahui ciri-ciri keguguran, penyebab, dan cara mencegahnya.

 

  1. Cafasso, Jacquelyn. 2019. Everything You Need to Know About Miscarriage. https://www.healthline.com/health/miscarriage. (Diakses pada 11 Februari 2020).
  2. Chertoff, Jane. 2018. What Causes Spotting in Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/spotting-in-pregnancy. (Diakses pada 11 Februari 2020).
  3. Firman, Tehrene. 2017. 5 Signs of Early Miscarriage You Should Never Ignore. https://www.redbookmag.com/body/pregnancy-fertility/g13515838/signs-of-miscarriage/?slide=5. (Diakses pada 11 Februari 2020).
  4. MayoClinic. 2019. Miscarriage. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298. (Diakses pada 11 Februari 2020).
  5. WHO. 2020. Why we need to talk about losing a baby. https://www.who.int/maternal-health/why-we-need-to-talk-about-losing-a-baby. (Diakses pada 11 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi