Terbit: 28 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Merokok selalu diidentikkan dengan aktivitas yang sangat maskulin. Tidak pelak, beberapa pria merokok karena tuntutan pergaulan. Namun, lambat laun merokok menyebabkan banyak pria mengalami kecanduan. Kalau sudah kecanduan rokok, mereka akan susah mengatasinya meski kalau menggunakan cara yang benar bisa sembuh dengan cepat.

Ciri-Ciri Kecanduan Rokok dan Cara Ampuh untuk Mengatasinya

Kalau Anda merasa baru pertama kali merokok atau beberapa minggu melakukannya, lebih baik hati-hati. Kenali ciri-ciri kecanduan rokok dan pahami cara untuk mengatasi hal ini agar organ tubuh yang Anda miliki tetap sehat dan risiko kanker tidak tinggi.

Ciri-ciri kecanduan rokok yang sering dialami seseorang

Kecanduan rokok menyebabkan seseorang susah berhenti. Bahkan, efeknya mirip seperti orang yang sedang kecanduan dengan narkoba. Berikut beberapa ciri-ciri kecanduan rokok.

  1. Susah mengendalikan keinginan untuk merokok

Salah satu tanda dari kecanduan yang terjadi pada semua orang adalah susah mengendalikan keinginan. Saat Anda ingin merokok, tidak ada yang bisa mencegahnya bahkan Anda sendiri. Meski berada di kantor pun, seseorang akan menyempatkan diri untuk keluar sejenak untuk merokok.

Keinginan untuk merokok yang sudah terlalu parah ini bisa membuat Anda akan terganggu sendiri. Kalau tidak ada rokok Anda bisa lemas dengan sendirinya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Nafsu makan yang berlebihan

Kalau kecanduan nikotin tidak segera mendapatkan asupan dengan cepat, seseorang tidak akan bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan baik. Akhirnya mereka akan makan apa saja agar mulut tidak pahit atau terasa asam. Kalau nafsu makan terlalu tinggi dan tidak bisa dikendalikan, ada kemungkinan terjadi kegemukan.

  1. Gangguan tidur

Kalau sudah mengalami kecanduan yang parah dan tidak ada asupan nikotin, kemungkinan terjadi gangguan tidur akan tinggi. Anda akan susah memejamkan mata karena hasrat untuk merokok sangat tinggi. Setelah merokok Anda mungkin akan semakin terjaga dan susah tidur.

  1. Perubahan mood yang berlebihan

Kecanduan nikotin yang sudah parah akan menyebabkan mood dari seseorang berubah. Kondisi ini membuat orang yang kecanduan jadi mudah marah atau murung akibat perubahan kadar nikotin yang terlalu besar.

  1. Batuk yang muncul berkali-kali

Seseorang yang berusaha untuk berhenti merokok biasanya akan susah karena batuk sering muncul. Batuk yang muncul ini cukup kuat meski kondisi ini merupakan tanda dari semakin membaiknya kondisi paru-paru.

  1. Sering mengalami sembelit

Dari beberapa penelitian yang dilakukan satu dari enam orang yang berhenti merokok secara mendadak padahal sudah kecanduan, mereka akan mengalami sembelit. Kondisi ini muncul selama 1-2 minggu sebelum akhirnya kembali normal.

Kalau Anda berniat berhenti merokok perlahan-lahan, ada baiknya memperbanyak air putih dan makanan yang banyak mengandung serat.

  1. Susah berkonsentrasi

Saat mengalami kecanduan dengan rokok atau nikotin, tubuh akan mengalami gangguan psikologi. Gangguan ini menyebabkan seseorang jadi susah berkonsentrasi dalam bekerja atau melakukan apa saja. Kondisi ini akan hilang kalau seseorang mulai merokok kembali.

Kondisi ini akan muncul kalau seseorang bekerja di ruangan yang dingin. Biasanya karena tidak bisa merokok, konsentrasi menjadi anjlok dan apa saja yang dikerjakan menjadi kacau.

Cara berhenti merokok yang mudah dilakukan

Kalau Anda ingin berhenti merokok, jangan melakukannya dengan sembarangan. Efek kecanduan akan sangat besar dan mengganggu. Oleh karena itu lakukan perlahan-lahan seperti beberapa cara di bawah ini.

  1. Rutin lakukan sikat gigi

Rutin lakukan sikat gigi setiap hari, khususnya saat Anda mulai tidak tahan untuk merokok. Mulut yang habis digunakan untuk merokok akan bau asap dan juga banyak kandungan nikotinnya. Hal ini bisa membuat keinginan merokok terus muncul. Bahkan, bau di mulut akan tetap bertahan hingga berhari-hari.

Dengan rutin melakukan sikat gigi mulut akan menjadi segar. Keinginan untuk merokok akan rendah karena mulut tidak terdapat nikotin. Rutin menggosok gigi juga membuat Anda lebih percaya diri berada di sekitar orang lain.

  1. Jangan berhenti dengan mendadak

Jangan berhenti merokok dengan mendadak. Kalau berhenti merokok dengan mendadak Anda akan pusing dan tidak nyaman. Cara berhenti merokok yang paling benar adalah dengan mengurangi konsumsi rokok setiap hari secara perlahan-lahan.

  1. Hindari pemicu Anda ingin merokok

Hindari pemicu yang membuat Anda ingin merokok. Beberapa pemicu merokok yang paling sering terjadi adalah mengopi atau berada di ruangan yang terlalu dingin.

Kalau Anda ingin merokok, coba lakukan aktivitas lainnya. Misal dengan melakukan olahraga secara rutin atau menjalankan hobi lainnya.

  1. Berada di lingkungan yang kondusif

Kalau berada di lingkungan yang kondusif seperti orang-orang yang tidak merokok, masalah kecanduan bisa diatasi. Kalau berada di lingkungan orang merokok, keinginan untuk melakukannya lagi akan besar. Bergaul boleh dengan siapa saja, tapi tetap perhatikan keinginan untuk berhenti merokok.

  1. Kuatkan niat ingin berhenti

Kuatkan niat ingin berhenti merokok dengan baik. Misal Anda berhenti merokok karena ingin sehat atau tidak ingin membuat orang lain terkena dampaknya. Biasanya beberapa orang berhenti karena ingin mengusahakan kehamilan atau baru saja memiliki anak sehingga tidak boleh ada asap di dalam rumah.

Dengan niat yang sangat kuat, Anda akan berhasil melakukannya perlahan-lahan. Jadi kuatkan niat dan minta orang yang ada di sekitar terus mendukung. Dengan dua hal itu, kecanduan merokok bisa segera diatasi dengan mudah.

Inilah beberapa hal tentang cara mengatasi kecanduan merokok yang cukup ampuh dan tips agar Anda bisa berhenti merokok. Dari beberapa ulasan di atas, mana saja yang sebelumnya belum pernah diketahui dan memicu program berhenti merokoknya tidak sesuai dengan rencana. Semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang berjuang melawan kecanduan merokok.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi