Terbit: 22 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada sejumlah ciri jantung lemah yang harus Anda ketahui dan waspadai. Ya, organ vital yang ini memang tidak lepas dari sejumlah masalah kesehatan. Bahkan, masalah pada jantung tergolong serius karena bisa berujung pada kematian. Lantas, apa saja gejala jantung lemah dan bagaimana cara mengatasinya?

14 Ciri Jantung Lemah dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Jantung Lemah?

Sesuai dengan namanya, jantung lemah adalah suatu kondisi ketika organ pemompa tersebut mengalami gangguan pada otot-ototnya. Alhasil, jantung menjadi lebih sulit  untuk menjalankan fungsinya yakni memompa darah guna dialirkan ke seluruh tubuh.

Gangguan yang dimaksud yakni dinding bilik pada otot jantung melebar, menebal, dan bertambah kaku. Penyebab dari penyakit yang di dalam dunia medis dikenal dengan nama kardiomiopati ini ada banyak, mulai dari faktor keturunan (genetik), riwayat penyakit jantung lainnya, hingga gaya hidup.

Ciri Ciri Jantung Lemah

Jantung lemah atau kardiomiopati sejatinya dibagi lagi menjadi 4 (empat) jenis, yakni:

  • Dilated cardiomyopathy
  • Hypertrophic cardiomyopathy
  • Restrictive cardiomyopathy
  • Arrhythmogenic right ventricular dysplasia (ARVD)

Kendati demikian, keempat jenis kardiomiopati tersebut memiliki ciri atau gejala yang relatif sama. Berikut adalah ciri jantung lemah yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Detak Jantung Cepat dan Tidak Beraturan

Ciri-ciri lemah jantung yang pertama adalah detak jantung menjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Hal ini terjadi tak lain karena pelemahan otot jantung membuat organ tersebut jadi harus bekerja lebih ekstra agar proses penyaluran darah ke seluruh tubuh tetap berjalan dengan lancar.

2. Nyeri Dada

Nyeri dada adalah salah satu gejala umum dari penyakit jantung, tidak terkecuali kardiomiopati. Nyeri dada yang dimaksud di sini yaitu dada terasa seperti ditekan. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejala yang satu ini, terlebih jika sudah berlangsung cukup lama dan intensitasnya semakin bertambah.

3. Kepala Pusing

Kepala terasa pusing atau nyeri juga bisa menjadi gejala lemah jantung. Hal ini dimungkinkan karena seiring dengan tidak mampunya jantung untuk memompa darah secara optimal, otomatis pasokan darah menuju otak jadi terhambat.

Padahal, darah membawa oksigen yang dibutuhkan otak guna menjalankan fungsinya. Ya, pusing atau sakit kepala menjadi dampak dari kurangnya kadar oksigen di dalam otak.

4. Sesak Napas

Kardiomiopati menyebabkan aktivitas penyaluran darah menjadi tidak optimal. Alhasil, darah  yang seharusnya menuju ke seluruh penjuru tubuh akan menumpuk di dalam paru-paru.

Kondisi ini membuat kerja paru-paru jadi terhambat yang lantas ditandai dengan gejala sesak napas tersebut. Sesak napas utamanya terjadi ketika penderita lemah jantung melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Ciri ciri jantung lemah yang satu ini juga kemungkinan muncul saat penderita sedang dalam kondisi istirahat sekalipun.

5. Batuk Kronis

Apakah Anda sering mengalami batuk? Hati-hati karena ini juga bisa menjadi pertanda atau ciri ciri dari lemah jantung!

Adanya tumpukan cairan yang merupakan kombinasi antara darah dan dahak disinyalir menjadi penyebab mengapa orang yang jantungnya lemah kemungkinan besar akan mengalami gejala yang satu ini.

Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak perlu langsung mendiagnosis diri sendiri mengalami kardiomiopati. Batuk akibat masalah kesehatan ini biasanya disertai dengan keluarnya darah. Jika ragu, periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi.

6. Tubuh Mudah Lelah

Tubuh yang kerap terasa lelah juga termasuk ke dalam salah satu ciri ciri jantung lemah, meskipun kondisi ini juga bisa disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan lainnya. Pasalnya, penurunan kualitas fungsi jantung dalam memompa darah menyebabkan aktivitas penyaluran darah ke seluruh jaringan tubuh ikut berkurang.

Alhasil, baik jaringan maupun organ tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yang mana hal ini ditunjukkan oleh—salah satunya—rasa lelah pada tubuh. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami lelah tubuh berkepanjangan disertai dengan gejala-gejala yang tadi sudah disebutkan.

7. Kaki dan Tangan Membengkak

Jantung yang melemah juga bisa ditandai oleh gejala pembengkakan tubuh, khususnya pada kaki dan dan pergelangan tangan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Melemahnya jantung membuat aliran darah menjadi terhambat, termasuk yang menuju organ ginjal. Akibatnya, ginjal memproduksi hormon melebihi batas normal yang lantas menyebabkan penumpukan air dan garam. Penumpukan inilah yang lantas menyebabkan kaki dan pergelangan tangan membengkak.

8. Perut Membesar

Ciri ciri lemah jantung selanjutnya adalah perut yang terlihat membesar. Ya, tidak hanya kaki dan pergelangan tangan, perut juga akan mengalami pembesaran apabila seseorang menderita kardiomiopati.

Perut yang membesar ini dikarenakan adanya penumpukan cairan yang disebabkan oleh terganggunya kinerja hati (liver) sebagai dampak dari menurunnya pasokan darah menuju organ tersebut. Kendati demikian, pembesaran perut juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya sehingga diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan.

9. Pembuluh Darah di Leher Membesar

Gejala jantung lemah lainnya yang harus Anda ketahui adalah pembesaran pada pembuluh darah yang ada di leher atau disebut vena jugularis. Pembesaran ini terjadi karena terhambatnya aliran darah dari jantung menuju kepala sehingga menyebabkan darah menumpuk di pembuluh darah tersebut.

10. Tidak Nafsu Makan

Pengidap kardiomiopati juga kemungkinan akan mengalami penurunan nafsu makan. Ciri-ciri yang satu ini masih terkait dengan tidak optimalnya aliran darah akibat ketidakmampuan jantung dalam menjalankan fungsinya secara maksimal.

Organ pencernaan tidak mendapat pasokan oksigen yang mencukupi sehingga berujung pada sensasi kenyang yang lebih lama. Bahkan, Anda mungkin tetap akan merasa kenyang sekalipun belum makan.

11. Tekanan Darah Tinggi

Peningkatan tekanan darah juga menjadi ciri-ciri lemah jantung lainnya yang harus Anda waspadai. Normalnya, tekanan darah pada orang dewasa adalah 120 (sistolik) dan 80 (diastolik).

Naiknya tekanan darah memang bisa terjadi dalam waktu singkat, misalnya apabila Anda sedang merasa marah atau gugup. Akan tetapi, Anda patut waspada apabila tekanan darah tetap menunjukkan angka yang tinggi sekalipun sedang dalam kondisi beristirahat.

12. Hilang Kesadaran

Pada beberapa kasus, pengidap kardiomiopati juga akan mengalami yang namanya kehilangan kesadaran alias pingsan. Jika sudah sampai pada kondisi ini, penanganan medis harus segera dilakukan guna mencegah kondisi bertambah buruk dan berujung pada komplikasi serius.

13. Pikiran Terganggu

Kurangnya pasokan oksigen menuju otak akibat melemahnya kinerja jantung juga kemungkinan akan turut memberikan dampak negatif bagi organ tersebut. Dalam hal ini, Anda mungkin jadi lebih mudah lupa dan sulit untuk fokus.

14. Sianosis

Sianosis adalah kondisi ketika pada beberapa bagian tubuh tangan, kuku, kaki, dan bibir berubah warnanya menjadi kebiruan. Ini juga merupakan salah satu ciri-ciri jantung lemah yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

Lantas, apa hubungannya antara jantung lemah dan sianosis? Ternyata, aliran darah yang tidak lancar menyebabkan aktivitas pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida ikut terhambat. Hal inilah yang membuat kadar karbon dioksida di dalam tubuh menjadi banyak dan berujung pada perubahan warna tersebut.

Baca Juga: 10 Gejala Serangan Jantung yang Umum Terjadi, Jangan Anggap Sepele!

Cara Mengatasi Jantung Lemah

Cara mengatasi jantung lemah ada berbagai macam, tergantung dari seberapa parah kondisi yang dialami oleh penderita. Pengobatan meliputi pemberian obat-obatan, penerapan gaya hidup sehat, hingga procedur medis khusus.

1. Penerapan Gaya Hidup Sehat

Penerapan gaya hidup sehat sebagai cara mengatasi jantung lemah adalah dengan menerapkan aktivitas-aktivitas seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Menghindari makanan pemicu kolesterol, darah tinggi, dan diabetes
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Olahraga teratur
  • Mengelola stres dengan baik
  • Istirahat yang cukup

2. Obat-obatan

Sementara itu, pemberian obat-obatan meliputi:

  • Obat antihipertensi
  • Obat penghambat-beta
  • Obat diuretik
  • Obat antikoagulan

Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat-obatan di atas guna mengatasi gejala lemah jantung. Penggunaan obat yang tidak tepat berisiko menimbulkan efek samping yang bisa saja berbahaya.

3. Prosedur Medis

Apabila pasien mengalami kardiomiopati jenis hipertropi obstruktif, maka prosedur medis khusus mungkin perlu dilakukan. Prosedur medis yang dimaksud antara lain:

  • Miektomi septum, bertujuan untuk mengangkat bagian septum yang mengalami penebalan.
  • Pemasangan Stent / Ring bila kelemahan jantung disebabkan karena penyempitan pembuluh darah koroner, dapat dilakukan pelebaran pembuluh darah dengan pemasangan stent jantung
  • Operasi Bypass / CABG (coronary artery bypass graft), pada penyempitan pembuluh darah yang jumlahnya banyak dan tidak memungkinkan pemasangan stent, maka dapat dikonsultasikan kepada Dokter Ahli Bedah Thoraks dan Kardiovaskuler untuk kemungkinan dilakukan operasi bypass
  • Pemasangan pacemaker, bila terjadi kerusakan pada nodus SA atau jalur konduksi kelistrikan jantung yang menyebabkan Total AV Block maka perlu dilakukan pemasangan alat pacu jantung (pacemaker).

 

  1. Anonim. Cardiomyopathy. https://www.nhs.uk/conditions/cardiomyopathy/ (Diakses pada 22 Juli 2020)
  2. Anonim. Cardiomyopathy – Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709 (Diakses pada 22 Juli 2020)
  3. Anonim. Heart Disease and Cardiomyopathy. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/muscle-cardiomyopathy (Diakses pada 22 Juli 2020)
  4. CDC.Cardiomyopathy. https://www.cdc.gov/heartdisease/cardiomyopathy.htm (Diakses pada 22 Juli 2020)
  5. Story, C. 2018. Cardiomyopathy. https://www.healthline.com/health/heart-disease/cardiomyopathy#treatment (Diakses pada 22 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi