10 Ciri-Ciri Fisik Wanita Hamil yang Jarang Anda Kenali

ciri-ciri-fisik wanita-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com– Tubuh wanita akan mengalami banyak perubahan selama sembilan bulan kehamilan. Ciri-ciri fisik wanita hamil yang mudah terlihat seperti perut yang membesar karena rahim yang membesar, penambahan berat badan, mual dan sakit punggung. Namun, beberapa perubahan tubuh mungkin tidak terduga dan membuat beberapa ibu hamil terkejut.

Menurut Kim Trout, bidan perawat bersertifikat di Philadelphia, salah satu perubahan yang sering membuat beberapa wanita hamil terkejut adalah peningkatan ukuran payudara. Perubahan tak terduga berikutnya adalah varises di alat kelamin. Mungkin ibu hamil mengira bahwa varises hanya di kaki selama kehamilan, tetapi vena di dekat vagina dan vulva juga bisa menjadi bengkak dan biasanya muncul di trimester ketiga. Selengkapnya simak penjelasan ciri-ciri fisik wanita hamil di bawah ini.

Ciri-Ciri Fisik Wanita Hamil

Tidak hanya mual hingga ukuran perut yang membesar, ada banyak ciri fisik ibu hamil dari ujung kepala hingga ujung kaki, berikut di antaranya:

1. Gusi berdarah

Gusi berdarah adalah salah satu ciri-ciri fisik wanita hamil, yang sering dialami. Kondisi ini berpotensi menjadi infeksi seperti radang gusi. Wanita menjadi lebih rentan terhadap infeksi selama kehamilan karena sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Tetapi beberapa wanita takut pergi ke dokter gigi saat hamil, dan apabila dokter gigi menyarankan untuk pemeriksaan gigi dengan menggunakan sinar-X selama kehamilan, sebenarnya hal ini masih aman, selagi perut dilindungi dengan benar dari radiasi.

2. Perubahan pada rambut

Ibu hamil mungkin akan memiliki rambut yang bagus karena estrogen meningkatkan  fase pertumbuhan folikel rambut yang menghasilkan rambut lebih tebal dan lebih sehat.

Tidak hanya memiliki rambut yang tebal, juga lebih banyak pertumbuhan rambut di tubuhnya, terkadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di sekitar bibir atas, perut, punggung dan puting.

Ketika kadar estrogen berkurang setelah melahirkan, Anda dapat mencukur rambut. Atau bahkan mengalami rambut rontok, yang kerap terjadi setelah mandi dan ini normal. Tenang, rambut Anda akan tumbuh kembali seperti sedia kala dalam waktu empat hingga enam bulan setelah melahirkan.

3. Perubahan pada kuku

Ciri-ciri fisik wanita hamil juga tampak pada kuku yang cenderung menjadi kasar, dan kondisi ini membuat kuku lebih rapuh. Perubahan kuku disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke jari tangan dan kaki karena peningkatan kadar estrogen. Seperti rambut, kuku juga cenderung tumbuh lebih cepat ketika hamil.

4. Perubahan pada kulit

Perubahan kulit sangat umum selama kehamilan, tetapi yang cenderung dikhawatirkan ibu hamil adalah stretch mark. Garis-garis merah muda dan keunguan ini biasanya terlihat pada perut, payudara, bokong atau paha wanita, yang cenderung menyebabkan gatal.

Ciri-ciri fisik wanita hamil yang satu ini lebih mungkin terjadi pada wanita yang mengalami obesitas, kenaikan berat badan yang cepat selama kehamilan, atau memiliki bobot janin besar. Stretch mark mungkin disebabkan oleh kerusakan kolagen atau jaringan ikat yang mendukung kulit, di mana kulit telah mengalami pertumbuhan yang cepat dan meregang. Kondisi ini biasanya akan menyusut setelah melahirkan dan akan tampak samar seiring waktu.

Selain stretch mark, berikut perubahan pada kulit lainnya:

  • Kulit cerah: Wanita yang hamil mungkin sering memiliki kulit yang cerah, ini karena meningkatnya sirkulasi darah ke kulit. Tapi tidak semuanya cerah ketika datang ke perubahan kulit selama kehamilan. Perubahan pigmen juga dikenal sebagai melasma atau chloasma.
  • Bercak di kulit: Bercak-bercak kecokelatan kulit yang gelap mungkin muncul di wajah di sekitar mata dan di atas pipi dan hidung, karena peningkatan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.
  • Linea nigra  (garis perut). Selain itu, kadar hormon yang berfluktuasi dapat menghasilkan garis gelap di bagian tengah perut yang menjalar dari pusar ke tulang kemaluan. Dikenal sebagai linea nigra , perubahan pigmen ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan kulit gelap dan biasanya memudar setelah melahirkan.

5. Kondisi jerawat memburuk

Kondisi jerawat juga dapat memburuk selama kehamilan atau bahkan menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah yang mulus.

Perubahan hormon yang menyebabkan kulit mengeluarkan lebih banyak minyak kemungkinan menjadi penyebab jerawat .

6. Perubahan pada payudara

Payudara ibu hamil mungkin terasa lebih kencang, lembut dan puting lebih sensitif terhadap sentuhan. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengenakan bra hamil saat tidur.

Selain itu, kulit di sekitar puting (areola) akan tampak gelap dan membesar di awal kehamilan. Payudara ibu hamil mungkin mulai mengeluarkan kolostrum, yaitu cairan susu. Ciri-ciri fisik wanita hamil ini biasanya terjadi selama trimester ketiga tetapi bisa terjadi lebih awal.

Saat perut ibu hamil bertambah besar di akhir trimester kedua atau selama ketiga, pusarnya cenderung menonjol atau keluar.

7. Perubahan suhu tubuh

Ibu hamil akan cenderung merasa lebih hangat dan banyak berkeringat karena peningkatan metabolisme dan aktivitas kelenjar keringat. Agar tetap sejuk, terutama di musim panas, disarankan mengenakan pakaian longgar dan minum banyak air setiap hari.

Ibu hamil harus meminum cukup air ketika urine terlihat kuning, bukan seperti warna teh. Namun, beberapa vitamin pranatal juga dapat mengubah urine berwarna kuning kemerahan.

8. Perubahan pada sendi dan ligamen

Selama mengandung janin, tubuh akan mengeluarkan relaxin atau hormon kehamilan, yang berfungsi untuk melonggarkan sendi dan ligamen dan ini dapat memudahkan persalinan.

Relaxin tidak hanya melemaskan ligamen di panggul wanita untuk mempersiapkan persalinan, tetapi juga meregangkan sendi dan ligamen di seluruh tubuh. Ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan linu panggul, atau nyeri di sepanjang saraf skiatik – yang dimulai di punggung bawah dan menjalar melalui bagian belakang dan bawah kaki.

Relaxin, juga menyebabkan perut tampak lebih besar dan kelengkungan tulang belakang yang meningkat. Untuk itu ibu hamil disarankan melakukan yoga, terutama pose kucing dan pose sapi, yang baik untuk ketidaknyamanan tubuh bagian bawah.

9. Pembengkakan di kaki dan wajah

Tidak sedikit ibu hamil mengalami pembengkakan pada kaki, yang disebabkan peningkatan hormon pertumbuhan. Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki juga bisa terjadi karena tubuh memproduksi cairan tambahan yang mungkin menyatu di dua area ini. Tangan dan pergelangan tangan juga mengalami pembengkakan.

Ciri-ciri orang hamil dari raut wajah juga akan tampak mengalami pembengkakan.  Ketika menjelang waktu persalinan, pembengkakan biasanya menjadi lebih terlihat.

Sebagai penanganan untuk pembengkakan, minumlah delapan hingga 10 gelas cairan setiap hari, jangan minum kafein atau makan makanan asin, dan cukup istirahat.

Jika tangan atau kaki membengkak secara tiba-tiba atau cepat bertambah berat – mungkin preeklampsia, segera periksakan ke dokter.

10. Keram kaki

Ibu hamil mungkin akan mengalami kram di kaki secara tiba-tiba, merasa ada sesuatu yang bergerak di kaki atau keinginan untuk menggerakkan kaki, terutama di malam hari.

Ciri-ciri fisik wanita hamil tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi atau kalium dalam tubuh. Sebagai bantuan, regangkan kaki sebelum tidur dan berolahraga teratur. Anda juga dapat mengonsumsi pisang yang mengandung banyak kalium.

Konsultasilah dengan dokter kandungan atau ahli gizi untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh. Jika terlalu rendah, mungkin dokter menyarankan Anda untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Body changes and discomforts. Body changes and discomforts (https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/body-changes-and-discomforts
  2. Body Changes During Pregnancy (https://www.livescience.com/50877-regnancy-body-changes.html
  3. Pregnancy & parenting. Common Physical Changes During Pregnancy (https://www.healthywomen.org/content/article/common-physical-changes-during-pregnancy