Terbit: 15 Oktober 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ciri-ciri alergi susu sapi pada anak yaitu muntah, diare, atau timbul bintik merah. Jika si kecil mengalami ini, maka perlu waspada dan segera konsultasikan ke dokter anak. Meskipun demikian, ibu tidak perlu kawatir karena si kecil tetap bisa mendapatkan manfaat susu sapi. Ketahui selengkapnya!

9 Ciri Alergi Susu Sapi dan Cara Penuhi Kebutuhan Nutrisi dengan Susu Termodifikasi

Apa Itu Alergi Susu Sapi?

Alergi susu sapi adalah suatu reaksi alergi yang tidak diinginkan yang diperantarai secara imunologis terhadap protein susu sapi.

Kondisi ini berkaitan dengan reaksi hipersensitivitas tipe 1 yang diperantarai oleh imunoglobin. Alergi pada anak adalah kondisi yang umum terjadi, termasuk alergi susu sapi. Pada umumnya, anak di bawah usia enam bulan yang mengalami jenis alergi ini.

Ciri-Ciri Alergi Susu Sapi yang Perlu Diketahui

Gejalanya biasanya bisa muncul dalam hitungan menit, hitungan jam, hingga beberapa hari setelah konsumsi susu sapi atau olahannya. Gejala atau ciri alergi susu sapi pada anak umumnya terdiri dari:

1. Ruam pada Kulit

Sekitar 70% bayi dengan alergi protein susu sapi mengalami ruam di wajah, namun bisa juga muncul di area tubuh lain. Kondisi ini membuat bayi atau anak menjadi sangat tidak nyaman, sehingga si kecil akan menggaruk tanpa henti.

2. Gatal di Area Wajah

Beberapa anak akan merasakan gatal dan kesemutan di area sekitar bibir atau mulut. Selain akan menggaruk terus-menerus, biasanya bayi akan menjadi lebih rewel daripada biasanya.

3. Pembengkakan di Area Wajah

Pada umumnya jika anak mengalami pembengkakan setelah mengonsumsi susu sapi, maka akan terjadi pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan. Pembengkakan ini bisa terjadi di salah satu atau beberapa bagian wajah.

4. Batuk Terus-menerus

Ini adalah ciri-ciri alergi susu sapi yang umum dan dialami oleh hampir 30% bayi dengan alergi protein susu sapi. Perlu diketahui bahwa batuk terus-menerus pada bayi di bahwa usia 3 bulan menandakan kondisi tertentu dan salah satunya adalah alergi susu sapi.

5. Mengi (Napas Berbunyi)

Penyebab mengi adalah adanya reaksi alergi pada saluran pernapasan bayi. Kondisi ini menghasilkan banyak lendir pada gangguan pernapasan, sehingga menyebabkan gangguan napas.

6. Muntah

Muntah pada bayi sering dikaitkan dengan kondisi alergi. Alasannya yaitu karena hampir 50% bayi dengan yang sering muntah dapat didiagnosis memiliki kondisi alergi protein susu sapi.

7. Perut kembung

Sebenarnya semua bayi bisa mengalami kembung, namun jika diiringi dengan gejala lain, maka bisa memandakan alergi terhadap susu sapi. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sendawa, atau kentut

8. Diare

Pada beberapa kasus, anak yang alergi protein susu sapi akan mengalami buang air besar terus-menerus atau diare. Jika kondisinya cukup parah, maka kotoran mungkin mengandung darah.

9. Kolik

Pada umumnya kondisi ini terjadi pada bayi. Apabila bayi menangis terus-menerus setelah mengonsumsi protein susu sapi selama lebih dari 3 jam dalam kurun waktu 3 hari, maka perlu periksa ke dokter.

Apakah anak Anda memiliki salah satu indikasi alergi yang ada di atas? Coba lakukan pemeriksaan awal secara mudah hanya dengan menjawab dua pertanyaan di Allergy Symptom Checker by Nutriclub.

Anak bisa mengalami salah satu atau beberapa dari gejala-gejala tersebut. Perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah anak mengalami alergi atau tidak. Tidak jarang timbul reaksi alergi yang parah secara tiba-tiba. Apabila timbul reaksi alergi yang parah, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

Cara Memenuhi Nutrisi Anak yang Alergi Susu Sapi

ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi, namun biasanya disertai pemberian susu formula pada usia tertentu. Apabila ternyata bayi mengalami alergi protein susu sapi, ibu menyusui harus berhenti untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi, termasuk keju, yogurt, dan mentega.

Anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi tetap bisa terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Sebagai alternatif, bisa berikan anak makanan yang kaya akan vitamin D atau jika perlu, berikan suplemen pengganti kalsium yang harus dikonsultasikan dulu bersama dokter.

Orang tua bisa mengganti susu formula berbahan dasar susu sapi dengan susu formula hidrolisat ekstensif (untuk kelompok dengan gejala klinis ringan atau sedang) atau susu formula asam amino (untuk kelompok dengan gejala klinis berat).

1. Formula Hidrosilat Ekstensif

Formula ini bersifat hipoalergenik dengan nutrisi lengkap untuk bayi yang tidak bisa mencerna protein susu sapi secara utuh. Oleh karena itu, formula extensively hydrolyzed atau hidrosilat ekstensif memecah protein susu sapi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.

Ketika protein menjadi potongan-potongan kecil dalam formula terhidrolisis ekstensif, maka sistem tubuh bayi tidak akan mendeteksi protein susu, sehingga seringkali tidak menimbulkan reaksi alergi.

2. Formula Asam Amino

Memberikan nutrisi lengkap untuk bayi yang tidak dapat mentoleransi susu formula yang dihidrolisis secara ekstensif. Formula ini juga 100% non-alergen karena protein pemicu alergi di dalam susu sapi sudah dipecah sempurna. Formula berbasis asam amino terbukti aman, bahkan menunjukkan penambahan panjang dan berat anak dengan baik.

Asam amino esensial adalah salah satu zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Asam amino seperti lisin dan arginine berkaitan dengan pelepasan hormon pertumbuhan pada anak-anak. Hal yang perlu menjadi catatan, yaitu pemberian alternatif pengganti susu sapi tidak boleh sembarangan.

Pastikan untuk konsultasikan dulu kepada dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mendapatkan rekomendasi yang tepat, atau bahkan untuk mendapatkan resep obat alergi.  

 

  1. Formula Options for Infants with Food Allergies. https://www.kidswithfoodallergies.org/formula-options-for-infants-with-food-allergies.aspx. (Diakses pada 21 September 2020).
  2. 2017. Cow’s Milk Allergy. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/cows-milk-allergy. (Diakses pada 21 September 2020).
  3. 2018. 8 Common Signs and Symptoms of a Cow Milk Allergy. https://www.neocate.com/living-with-food-allergies-blog/8-signs-milk-allergy/. (Diakses pada 21 September 2020).
  4. 2019. What should I do if I think my baby is allergic or intolerant to cows’ milk? https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/what-should-i-do-if-i-think-my-baby-is-allergic-or-intolerant-to-cows-milk/. (Diakses pada 21 September 2020).
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014. Diagnosis dan Tata Laksana Alergi Susu Sapi. (Diakses pada 21 September 2020).
  6. Mayo Clinic Staff. 2020. Milk Allergy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/milk-allergy/symptoms-causes/syc-20375101. (Diakses pada 21 September 2020).
  7. Pentingnya Asam Amino dalam Mengatasi Alergi Susu Sapi. 13-17. (Diakses pada 21 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi