11 Ciri Mau Melahirkan, Ibu Hamil Tua Wajib Tahu!

ciri-ciri-mau-melahirkan-doktersehat

DokterSehat.Com – Ketika kehamilan Anda mendekati waktu persalinan, mengalami kram dan kontraksi dapat membuat seorang ibu bertanya-tanya, apakah saya akan melahirkan? Apakah mual adalah ciri ciri mau melahirkan? Simak penjelasan mengenai ciri ciri akan melahirkan selengkapnya di bawah ini.

Ciri-Ciri Mau Melahirkan

Perlu diketahui, pada dasarnya beberapa wanita mengalami tanda akan melahirkan berbeda-beda. Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan persalinan atau kapan persalinan dimulai dengan pasti, tetapi beberapa perubahan hormon dan fisik dapat mengindikasikan ciri ciri akan melahirkan.

Berikut adalah beberapa ciri ciri mau melahirkan yang bisa Anda alami, di antaranya:

1. Peningkatan Kontraksi Asli

Ciri ciri mau melahirkan yang pertama adalah terjadinya kontraksi asli. Kontraksi asli umumnya terjadi saat usia kandungan sudah mencapai 40 minggu. Apabila kontraksi asli muncul sebelum usia kandungan 37 minggu, ibu hamil mungkin akan melahirkan bayi lahir secara prematur.

Pada kontraksi asli, pengencangan yang terasa pada perut akan terasa lebih luas, dimulai dari punggung bawah lalu menjalar ke seluruh bagian perut. Beberapa wanita menggambarkan sensasi kontraksi asli seperti kram pada saat menstruasi yang sangat kuat.

Baca juga: Ciri-Ciri Perubahan Fisik Wanita Selama Kehamilan

2. Janin Mulai Bergerak ke Bawah

Ciri ciri mau melahirkan berikutnya terlihat dari bayi yang mulai bergerak lebih rendah ke panggul. Hal ini dapat terlihat terutama jika janin tepat di bawah tulang rusuk selama beberapa minggu terakhir.

3. Mual dan Diare

Apakah mual hanya terjadi di trimester pertama? Tidak, beberapa wanita kembali mengalaminya ketika persalinan semakin dekat. Kondisi ini juga menjadi ciri ciri mau melahirkan.

Selain mual, Anda juga mungkin mengalami diare karena sebagian besar otot tubuh mulai melonggar ketika mendekati waktu persalinan, dan rektum adalah salah satunya (meskipun tidak setiap wanita akan mengalami ini).

4. Muncul Banyak Lendir

Lendir di dekat leher rahim melindungi bayi dari bakteri. Saat serviks mulai melunak dan melebar, Anda bisa mendapatkan banyak lendir (bisa bercampur darah) dan mungkin akan keluar tepat sebelum persalinan aktif dimulai, atau beberapa hari sebelumnya.

5. Pelebaran Serviks

Pelebaran serviks diukur dalam sentimeter. Jika pelebaran terjadi sekitar 10 sentimeter, hal itu menandakan bahwa Anda siap melahirkan. Dokter dapat memberi tahu Anda berapa sentimeter serviks telah membesar dan ini sesuatu yang tidak dapat Anda tentukan sendiri.

Baca juga: Ciri-Ciri Non Fisik Wanita Selama Kehamilan

6. Air Ketuban Pecah

Pecahnya air ketuban adalah ciri ciri mau melahirkan yang paling umum. Sebelum air ketuban pecah, banyak wanita merasakan kontraksi sebelumnya, tapi ada juga yang diawali dengan ketuban pecah. Jika hal ini terjadi, persalinan harus segera dilakukan.

Namun, apabila air ketuban sudah pecah dan Anda tidak mengalami kontraksi, maka janin akan lebih mudah terserang infeksi. Proses induksi (membuat kontraksi) harus segera dilakukan untuk menyelamatkan bayi.

Karena rahim berada langsung di atas kandung kemih, hal itu dapat menyebabkan Anda mengalami kebocoran urine. Sering kali sulit membedakan urine dan cairan ketuban. Hal penting yang harus dipahami, apabila ketuban pecah maka tidak menimbulkan bau. Jika bukan urine, Anda harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

7. Penipisan Serviks

Pada bulan terakhir kehamilan, serviks akan mulai meregang dan menipis. Ini merupakan indikasi bahwa bagian bawah rahim sedang dipersiapkan untuk melahirkan, karena serviks yang lebih tipis membesar lebih mudah.

8. Energi Tambahan

Pada sebagian besar kasus, ibu hamil akan berjuang melawan keinginan untuk tidur siang. Namun, ciri ciri mau melahirkan justru membuat ibu hamil mengalami peningkatan energi. Meningkatnya energi membuat Anda termotivasi untuk melakukan banyak hal. Terlepas dari meningkatnya energi, ingatlah bahwa waktu persalinan sudah semakin dekat, jadi akan lebih baik jika Anda menghemat energi.

9. Keputihan Disertai Darah

Ketika persalinan dimulai atau beberapa hari sebelum hal itu terjadi, seorang wanita akan mengalami peningkatan keputihan yang berwarna merah muda, cokelat atau sedikit berdarah.

Kondisi ini disebabkan oleh pelepasan steker mukosa yang menghalangi serviks (pembukaan ke rahim) selama kehamilan. Selaput lendir mengendur ketika serviks mulai membesar atau terbuka selama tahap pertama persalinan.

10. Nyeri punggung

Jelang persalinan, Anda akan mengalami nyeri punggung bawah yang terus-menerus. Selain nyeri di punggung, panggul dan dubur akan mengalami tekanan dan kram.

Bahkan, nyeri di daerah paha juga bisa dialami terutama jika hal ini bukan kehamilan yang pertama. Ciri ciri mau melahirkan ini membuat sendi dan otot tubuh meregang dan bergeser.

11. Perubahan Mood

Selama kehamilan, adalah sesuatu yang normal apabila seorang wanita memiliki suasana hati yang tidak terduga. Anda bisa saja menangis tanpa alasan yang jelas. Salah satu alasan utama perubahan suasana hati adalah perubahan kadar hormon di dalam tubuh.

Ketika Anda hamil, jumlah estrogen dan progesteron dalam darah Anda meningkat. Hal ini membantu mempersiapkan tubuh Anda untuk kehamilan, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati sehingga membuat ibu hamil mudah tersinggung.

Namun tidak semua kondisi ini terkait dengan hormon, dengan begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup, adalah sesuatu yang wajar jika suasana hati mengalami perubahan.

Baca juga: 17 Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan

Persiapan Jelang Persalinan

Anda mungkin ingin pergi ke rumah sakit segera setelah mengalami kontraksi, akan tetapi dokter biasanya menyarankan Anda untuk menunggu hingga kontraksi tersebut menjadi lebih sering dan intens, terutama jika ini adalah kelahiran yang pertama.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Cari Dokter atau Bidan untuk Persalinan

Mulailah mencari dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan atau bidan ketika menjelang kelahiran. Cermati setiap keputusan yang diambil dokter apakah hal itu penting bagi Anda, seperti melahirkan normal atau operasi, menyusui, atau tindakan-tindakan lainnya. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih tenang karena pilihan Anda didukung oleh dokter.

2. Berbagi Tugas

Pastikan untuk mendiskusikan apa yang Anda perlukan kepada pasangan selama masuk ke waktu akan menjalani persalinan. Harapan yang berbeda dapat menciptakan konflik antar pasangan, jadi cobalah untuk menyelesaikannya sebaik mungkin. Bicarakan tentang bagaimana Anda akan membagi tugas untuk mengurus bayi dan rumah tangga.

3. Berbagi Pengalaman dengan Ibu Lainnya

Anda tidak akan memiliki pengalaman yang sama dengan ibu-ibu lainnya soal bagaimana proses melahirkan, tetapi mencari tahu tentang persalinan sebelum Anda melahirkan adalah hal yang disarankan. Jadi, tanyakan pengalaman melahirkan pada ibu Anda atau teman yang sudah memiliki anak.

4. Menyiapkan Kebutuhan Sebelum dan Setelah Persalinan

Sebaiknya Anda membuat daftar barang penting yang akan dibawa saat persalinan. Selain hal-hal penting, pikirkan tentang barang-barang pribadi yang akan membuat Anda nyaman di rumah sakit.

Selain di rumah sakit, kebutuhan di rumah juga harus disiapkan. Bayi membutuhkan popok, tisu, pakaian, botol susu dan tempat yang nyaman. Jika Anda bingung, bicaralah dengan ibu Anda atau teman, tentang barang-barang yang sangat dibutuhkan saat melahirkan dan setelah melahirkan.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Pregnancy and Signs of Labor. https://www.webmd.com/baby/labor-signs#1. (2 September 2019).
  2. Signs that labour has begun. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/labour-signs-what-happens/. (2 September 2019).
  3. Signs of labour. https://www.babycentre.co.uk/signs-for-how-I-will-know-I-am-in-labour. (2 September 2019).
  4. Signs Of Labor. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/signs-of-labor/. (2 September 2019).
  5. Nierenberg, Cari. 2017. Is the Baby Coming? | 6 Signs of Labor. https://www.livescience.com/44554-signs-of-labor.html. (2 September 2019).