Gejala Penyakit Ginjal Bisa Dilihat dari Air Kencing, Begini Ciri-Cirinya!

warna-urine-penderita-ginjal-doktersehat

DokterSehat.Com – Ginjal adalah organ dalam tubuh manusia yang sangat penting perannya bagi kesehatan tubuh. Ginjal juga bagian dari saluran kandung kemih, yang memiliki beberapa fungsi di antaranya untuk menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dalam urine. Jika mengalami gangguan ginjal, warna urine penderita ginjal tampak berbeda dari biasanya.

Jumlah hingga Warna Urine Penderita Gangguan Ginjal 

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Parlindungan Siregar, SpPd-KGH mengatakan, melihat warna urine penderita ginjal merupakan cara yang paling sederhana dan bisa dijadikan patokan untuk mendeteksi masalah pada ginjal.

Seseorang yang sehat biasanya memiliki air kencing kuning jernih hingga kuning pucat, namun ada beberapa jenis warna lainnya, khususnya jika Anda ternyata memiliki masalah pada ginjal. Berikut ini adalah beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa ginjal dalam tubuh Anda sedang mengalami gangguan:

1. Jumlah urine

Saat seseorang mengalami gangguan ginjal, jumlah air kencing yang dikeluarkan akan lebih sedikit dari biasanya. Namun jika gangguan ini masih pada tahap awal, hal ini tidak akan begitu terasa.

2. Hasil tes urine

Saat melakukan tes urine, ternyata terdapat zat eritrosit dan leukosit di dalamnya.

3. Bangun di malam hari untuk buang air kecil

Ginjal membuat urine, jadi ketika gagal ginjal, warna urine penderita ginjal bisa berubah. Jika terjadi, kemungkinan Anda akan mengalami buang air kecil lebih sering atau dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan warna urine pucat pada malam hari. Anda juga mungkin merasakan tekanan atau kesulitan buang air kecil.

4. Urine berbusa atau berbuih

Air kencing kuning bisa berbusa atau berbuih disebabkan jumlah protein di atas normal dalam urine, atau ada kemungkinan telah terjadi protein yang bocor dan tercampur keluar lewat urine.

baca juga: Waspada, Urine Berbusa Bisa Pertanda Buruk

5. Tekanan saat buang air kecil

Penderita gangguan ginjal kemungkinan akan merasakan tekanan atau kesulitan buang air kecil. Biasanya air kencing kuning tidak bisa dieluarkan semuanya, dan masih terasa seperti sesak sehingga menimbulkan begitu banyak tekanan.

6. Warna urine

Jika warna urine penderita ginjal mulai berwarna kemerahan, ungu, kecokelatan atau mirip seperti minuman bersoda, hal ini bisa disebabkan karena adanya kemungkinan darah yang tercampur dari sebuah infeksi. Anda mungkin buang air kecil lebih jarang atau dalam jumlah yang lebih sedukit dari biasanya.

Jika telah terdapat tanda-tanda tersebut, ada baiknya Anda mulai memeriksakan ginjal ke dokter untuk dapat mengetahui langkah terbaik bagi kesehatan tubuh selanjutnya.

Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Saat fungsi ginjal terganggu, zat sisa limbah tubuh dan cairan yang menumpuk di dalam tubuh akan menyebabkan gejala berupa pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas hingga sesak napas.

Ciri Penyait Gangguan Ginjal Lainnya

Selain warna urine penderita ginjal dan ciri lainnya yang telah disebutkan di atas, tanda dan gejala gangguan ginjal akan berkembang seiring waktu jika kerusakan ginjal berlangsung lambat. Tanda dan gejala penyakit ginjal adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Masalah tidur
  • Ketajaman mental menurun
  • Kedutan dan kram otot
  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki
  • Gatal terus-menerus
  • Nyeri dada, jika cairan menumpuk di sekitar selubung jantung
  • Sesak nafas, jika cairan menumpuk di paru-paru
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan

Tanda dan gejala penyakit ginjal biasanya tidak spesifik, yang berarti gangguan ginjal juga dapat disebabkan oleh penyakit lain. Karena gangguan ginjal sangat mudah beradaptasi dan mampu mengimbangi kehilangan fungsi, tanda dan gejala gangguan ginjal mungkin tidak muncul sampai terjadi kerusakan permanen.

Cara Menjaga Kesehatan untuk Mencegah Gangguan Ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat limbah tubuh, beberapa mineral dan cairan. Bila terdapat penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan perubahan warna urine penderita ginjal, sulit bagi ginjal untuk membuang zat-zat limbah tersebut. Oleh karena itu pola diet yang sebaiknya dijalani oleh penderita penurunan fungsi ginjal adalah diet rendah protein dan beberapa mineral.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, antara lain:

1. Cukupi asupan cairan

Demi menjaga kesehatan ginjal, pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Jika Anda tidak cukup mendapatkan asupan cairan, ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik menyaring dan membuangnya menjadi urine.

Indikator sederhana yang bisa dijadikan patokan apakah tubuh Anda terhidrasi dengan baik adalah dengan melihat warna urine. Jika berwarna cokelat tua dan bukannya air kencing berwarna kuning, itu artinya tubuh membutuhkan lebih banyak air.

2. Menjaga berat badan ideal

Meningkatnya berat badan dapat meningkatkan tekanan darah Anda, saat tekanan darah meningkat hal itu adalah sesuatu yang berbahaya bagi ginjal. Tidak hanya ginjal, dampak lain yang bisa terjadi adalah meningkatkan risiko penyakit jantung.

Perhatikan berat badan dan indeks massa tubuh Anda. Lakukan olahraga secara teratur seperti bersepeda, berenang, atau berlari guna mendapatkan berat badan ideal.

baca juga: Urine Bisa Dipakai untuk Mendeteksi Kanker?

3. Hindari minuman beralkohol dan rokok

Minuman beralkohol dan rokok dapat menimbulkan tekanan darah tinggi dan hipertensi di mana keduanya adalah penyebab penyakit ginjal.

Setelah Anda mengetahui kebiasaan apa saja yang bisa membahayakan kesehatan ginjal, Anda juga harus menjaga ginjal dengan makanan yang sehat juga.

Pastikan makanan yang Anda konsumsi kaya akan biji-bijian, sayur dan buah. Selain itu, hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak atau terlalu asin.

4. Kelola kondisi medis Anda dengan bantuan dokter

Jika Anda memiliki penyakit atau kondisi yang meningkatkan risiko penyakit ginjal, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengendalikannya. Tanyakan kepada dokter Anda tentang tes untuk mencari tanda-tanda kerusakan ginjal.

5. Ikuti petunjuk tentang obat yang dijual bebas

Saat menggunakan penghilang rasa sakit tanpa resep, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan acetaminophen (Tylenol, yang lain), ikuti instruksi pada paket. Mengonsumsi terlalu banyak penghilang rasa sakit dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan umumnya harus dihindari jika Anda memiliki penyakit ginjal. Tanyakan kepada dokter Anda apakah obat ini aman untuk Anda.