Ciputra Meninggal Dunia, Pengusaha Properti yang Ternyata Altet PON

ciputra-doktersehat
Photo Source: marketeers.com

DokterSehat.Com– Tokoh legendaris di dunia properti Indonesia, Dr. (HC) Ir. Ciputra meninggal dunia pada Rabu, 27 November 2019 pukul 01.05 waktu Singapura. Pendiri Ciputra Group ini meninggal di usia 88 tahun.

Pengusaha Ciputra Ternyata Atlet Lari PON

Jika kita membicarakan tentang Ciputra, maka yang langsung terpikir biasanya adalah bisnis propertinya yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Ciputra Group yang didirikannya pada 1980 bahkan memiliki puluhan anak usaha.

Banyak yang tidak tahu jika Ciputra dulu adalah seorang atlet handal. Ia sempat ikut terjun di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pada PON ke-3 yang diadakan di Medan, Sumatera Utara, Ciputra turun dengan nomor lari 1.500 meter putra. Sejak masih duduk di bangku SMA di Sulawesi Utara, tempat kelahiran dan masa kecilnya, Ciputra memang dikenal jago di nomor lari jarak menengah 800 meter dan 1.500 meter.

Ciputra juga memiliki andil besar bagi cabang olahraga bulu tangkis. Ia mendirikan PB Jaya Raya yang sukses melahirkan bintang-bintang legendaris seperti Susy Susanti, Hendra Setiawan, dan Marcus Fernaldi Gideon.

Sifat kompetitif yang didapatnya saat menjadi atlet membuatnya memiliki sifat pantang menyerah hingga akhirnya sukses sebagai legenda properti di Indonesia.

Ciputra Sempat Cuci Darah Sebelum Meninggal Dunia

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Haryadi Sukamdani menyebut kondisi kesehatan Ciputra memang semakin menurun dalam beberapa saat terakhir. Dia juga menyebut Ciputra sempat melakukan cuci darah.

“Benar. Beberapa waktu belakangan memang almarhum melakukan cuci darah secara rutin,” ucap Haryadi.

Manfaat Cuci Darah

Dalam dunia medis, cuci darah dikenal dengan sebutan hemodialisis.

Metode cuci darah dilakukan bagi mereka yang mengalami masalah gagal ginjal atau ginjal yang tidak lagi bisa berfungsi seperti sedia kala. Sebagai informasi, organ ini memiliki peran besar bagi kesehatan tubuh karena mengendalikan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyaring darah, hingga mengeluarkan berbagai macam zat sisa dan racun dari dalam tubuh.

Jika sampai ginjal tak lagi berfungsi, maka tubuh akan dipenuhi dengan berbagai macam racun dan zat sisa yang tidak bisa dikeluarkan.

Hal ini tentu akan membuat tubuh akan lebih mudah terkena penyakit. Dengan melakukan cuci darah, maka darah dan berbagai macam cairan tubuh bisa kembali disaring sehingga tidak lagi mengalami penumpukan racun.

Risiko Cuci Darah

Meskipun bisa membantu penderita masalah gagal ginjal tetap sehat dan mencegah kematian dini, pakar kesehatan menyebut ada beberapa risiko kesehatan yang bisa didapatkan jika rutin melakukan cuci darah.

Berikut adalah beberapa risiko cuci darah:

  • Bisa menyebabkan masalah tekanan darah rendah. Masalahnya adalah hal ini bisa membuat berbagai bagian tubuh tidak mendapatkan asupan darah dengan cukup dan membuat tubuh seperti kurang bertenaga.
  • Anemia atau kekurangan zat besi.
  • Kram otot yang bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh.
  • Rutin cuci darah juga disebut-sebut terkait dengan peningkatan risiko masalah susah tidur.
  • Bisa menyebabkan efek samping pada gangguan mental, seperti depresi.
  • Gatal-gatal.
  • Membuat kadar kalium di dalam darah meningkat lebih tinggi di atas normal, sehingga bisa menyebabkan gangguan elektrolit dan efek lainnya.
  • Memicu pericarditis, sejenis inflamasi atau peradangan pada membran yang ada di sekitar jantung.

 

Sumber:

  1. Stephens, Carissa. 2018. Dialysis. healthline.com/health/dialysis#Overview1. (Diakses pada 27 November 2019).