Cilostazol: Dosis, Indikasi, Efek Samping, & Peringatan

Obat Cilostazol-doktersehat

Beberapa orang mungkin pernah merasakan sakitnya nyeri otot setelah menjalani beragam aktivitas sehari-hari. Atau bahkan Anda sendiri pernah mengalami hal tersebut? Apalagi jika Anda adalah seorang atlet atau pecinta olahraga yang sering menggerakkan seluruh bagian otot tubuh ketika beraktivitas. Rasa nyeri yang tak tertahankan bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan. Jika Anda mengalami hal seperti itu, dokter bisa saja merekomendasikan untuk meminum obat penahan nyeri, salah satunya adalah obat Cilostazol. Nah, apakah Anda adalah salah satu yang penasaran Cilostazol obat apa? Apakah Anda Sudah tahu fungsi Cilostazol, komposisi Cilstazol, dan manfaat Cilostazol?

Obat Cilostazol adalah obat turunan kuinolinon yang digunakan dalam penguraian gejala klaudikasio intermiten dengan gejala nyeri & kram otot yang terjadi pada individu dengan penyakit vaskular perifer. Perlu Anda ingat, jika Anda atau orang terdekat merasakan nyeri otot yang berkepanjangan, lebih baik dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum berniat untuk mengonsumsi obat Cilostazol. Obat Cilostazol adalah obat yang hanya bisa Anda dapatkan setelah berkonsultasi dengan dokter dan dipakai sesuai dosis yang telah dianjurkan.

Setelah mengetahui Cilostazol obat apa, Anda harus tahu mengenal manfaat dan fungsi Cilostazol. Jadilah konsumen yang cermat dalam mengonsumsi produk, termasuk obat Cilostazol. Fungsi Cilostazol adalah menghambat fosfodiesterase-III (PDE-III), sehingga menekan degradasi siklik adenosin monofosfat (cAMP). Manfaat Cilostazol adalah untuk mengobati gejala iskemik termasuk ulserasi, nyeri otot dan gangguan ekstremitas pada oklusi arteri kronis. Obat Cilostazol juga bisa juga digunakan untuk pencegahan kekambuhan infark serebral (tidak termasuk emboli kardiogenik serebral).

Anda sudah mengetahui fungsi Cilostazol, manfaat Cilostazol, dan Cilostazol obat apa. Selain itu, Anda harus mengetahui pula informasi lebih mendetail mengenai dosis Cilostazol dan penggunaannya dengan baik dan benar. Mari kenali lebih mendalam mengenai informasi obat Cilostazol.

Nama: Cilostazol
Kelas: Agen antiplatelet, Inhibitor PDE-3, Inhibitor fosfolipase
Sediaan: Tablet 50 mg, Tablet 100 mg

Dosis Cilostazol dan Indikasi Obat Cilostazol untuk Dewasa

Untuk Penyakit Pembuluh Darah tepi (Peripheral Vascular Disease)

  • 100 mg PO setiap 12 jam 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan
  • Pertimbangan dosis Cilostazol
    • CYP2C19 atau CYP3A4 inhibitor: Mengurangi dosis 50 mg PO q12hr

Untuk Komplikasi trombotik dari Coronary Angioplasty

  • 100 mg setiap 12 jam 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan

Pertimbangan Dosis Cilostazol

Dapat diberikan sebagai obat tunggal atau dalam kombinasi dengan aspirin 81 mg/hari

Gangguan ginjal

  • CrCl <25 mL/menit: Gunakan hati-hati

Gangguan hati

  • Sedang sampai berat: Hati-hati

Dosis Cilostazol dan Indikasi untuk Anak

Keamanan dan efektivitas penggunaan obat belum diketahui

Efek Samping Obat Cilostazol

Frekuensi kejadian >10%

  • Sakit kepala (27-34%)
  • Diare (12-19%)
  • Bentuk tinja yang abnormal (12-15%)
  • Infeksi (10-14%)
  • Rhinitis (7-12%)
  • Faringitis (7-10%)

Frekuensi kejadian 1-10%

Frekuensi Tidak Ditetapkan

  • Agregasi platelet menurun
  • Agranulositosis
  • Anemia aplastik
  • Leukopenia
  • Trombositopenia
  • Sindrom Stevens-Johnson

Laporan Postmarketing

Gangguan sistem darah dan sistem limfatik: agranulositosis, anemia aplastik, granulositopenia, trombositopenia, leukopenia, kecenderungan perdarahan

Kardiovaskular: torsades de pointes, QTc perpanjangan

Saluran pencernaan: perdarahan saluran cerna

Peringatan Penggunaan Obat Cilostazol

Peringatan Keras
Obat Cilostazol adalah inhibitor phosphodiesterase III, begitu pula metabolitnya; kinerja obat Cilostazol ini telah terbukti menurunkan kelangsungan hidup pasien dengan gagal jantung kongestif (CHF) kelas III-IV; kontraindikasi pada pasien dengan gagal jantung kongestif (CHF) dengan keparahan apapun

Kontraindikasi

  • Gagal jantung kongestif tanpa keparahan apapun
  • Hipersensitivitas
  • Gangguan hemostatik atau perdarahan patologis aktif (misalnya, perdarahan ulkus peptikum, perdarahan intrakranial) karena agregasi platelet reversibel

Penggunaan obat Cilostazol memang dapat membantu pasien yang mengalami gejala nyeri otot. Namun, tentu saja penggunaannya perlu diperhatikan baik-baik sesuai dengan petunjuk dokter. Untuk seseorang yang sedang berada dalam kondisi kehamilan dan menyusui, penggunaan obat Cilostazol harus benar-benar dicermati dan penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter.

Biasanya, efektivitas penggunaan obat Cilostazol baru dapat dirasakan penuh setelah penggunaan selama 12 minggu. Penggunaan obat ini selama satu atau dua minggu kerap sudah membuahkan hasil, namun bisa saja nyeri otot yang dirasakan kambuh kembali. Maka dari itu, laporkan perkembangan fungsi Cilostazol yang Anda gunakan, agar dokter bisa menentukan penggunaan obat Cilostazol ini untuk selanjutnya. Jika Anda masih ingin mengetahui lebih jauh tentang fungsi Cilostazol dan penggunaannya, silakan baca halaman selanjutnya tentang obat Cilostazol.

Cilostazol – Halaman Selanjutnya :   1   2