Terbit: 19 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Chloramphenicol adalah antibiotik untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini bekerja membunuh bakteri, memperlambat dan mencegah pertumbuhannya. Obat tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, salep mata, obat tetes (mata dan telinga), injeksi, dan Intravena. Selengkapnya kenali tentang manfaat obat, dosis obat, indikasi, sampai efek samping di bawah ini.

chloramphenicol-obat-tetes-mata-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Chloramphenicol

Nama Obat Chloramphenicol, Chloromycetin
Kandungan Obat Chloramphenicol
Kelas Obat Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengobati infeksi bakteri
Kontraindikasi Wanita hamil, menyusui dan porfiria
Sediaan Obat Tablet, kapsul, sirup, salep, obat tetes, injeksi, dan intravena
Harga Obat Rp8000 – Rp120.000

Chloramphenicol Obat Apa?

Chloramphenicol adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. obat ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi mata (konjungtivitis) dan terkadang untuk infeksi telinga. Juga digunakan untuk pneumonia, demam tifoid, meningitis, septikemia, mastoiditis akut, dan penyakit paru supuratif kronis. Obat resep ini hanya boleh digunakan untuk mengobati infeksi serius di mana obat-obatan lainnya tidak efektif.

Manfaat Chloramphenicol

Chloramphenicol terutama digunakan untuk mengobati masalah pada mata seperti konjungtivitis, tetapi obat ini juga digunakan untuk mengobati sejumlah masalah kesehatan lainnya, yaitu:

  • Infeksi parah yang disebabkan bakteri
  • Mastoiditis akut
  • Epiglottitis pada orang dewasa dan anak-anak > 2 bulan
  • Croup parah (infeksi pernapasan) pada anak-anak > 2 bulan
  • Penyakit paru supuratif kronis pada anak-anak
  • Pneumonia pada orang dewasa dan anak-anak > 5 tahun
  • Pneumonia atipikal pada orang dewasa dan anak-anak > 5 tahun
  • Demam tifoid dan paratifoid dan enteritis infeksius akibat Salmonella enteritidis
  • Granuloma inguinale pada orang dewasa
  • Meningitis akibat Neisseria meningitidis dan abses otak
  • Meningitis karena Haemophilus influenzae
  • Demam kambuh, tularaemia, infeksi pes dan rickettsia
  • Septikemia pada orang dewasa dan anak-anak > 5 tahun

Dosis Chloramphenicol

Dosis obat ini berbeda untuk pasien. Untuk itu, ikuti saran dokter atau petunjuk pada label. Penggunaan dosis obat tergantung pada masalah medis.

1. Obat Tetes dan Salep Mata

Dosis chloramphenicol dalam sediaan obat tetes mata sekitar 1 sampai 2 tetes sebanyak 4 kali sehari untuk konjungtivitis ringan. Sedangkan untuk sakit mata yang berat, gunakan dosis yang sama setiap 2 jam sekali sampai membaik.

Sementara obat salep (dosis sedikit) dioleskan ke kantung mata bagian bawah yang mengalami konjungtivitis sebelum tidur.

2. Oral (Tablet, Kapsul dan Sirup)

  • Dewasa dan remaja: Dosis diberikan berdasarkan berat badan pasien. Dosis yang biasa adalah 12,5 miligram/kg setiap 6 jam.
  • Dosis untuk bayi hingga usia 2 minggu: Dosis berdasarkan berat badan anak. Dosis yang biasa adalah 6,25 mg/kg setiap 6 jam.
  • Bayi berusia usia 2 minggu atau lebih: Dosis berdasarkan berat badan anak. Dosis yang biasa adalah 12,5 mg/kg setiap 6 jam, atau 25 mg/kg setiap 12 jam.

Perhatian! Jika lupa mengonsumsi atau mengoleskan obat, segera minum atau mengoleskannya. Namun, jika mendekati waktu untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal dosis reguler. Ingat! Jangan menggandakan dosis.

Petunjuk Penggunaan Chloramphenicol

Obat chloramphenicol digunakan sesuai resep dokter atau sesuai instruksi pada label kemasan obat. Berikut cara penggunaannya berdasarkan sediaan obat:

1. Obat Tetes dan Salep Mata

Berikut adalah cara menggunakan obat tetes mata yang benar:

  • Cuci tangan sebelum menggunakan obat tetes.
  • Buka tutup kemasan obat tetes dan pegang terbalik di dekat mata.
  • Posisi kepala mendongak dan tarik kantung mata bagian bawah.
  • Tekan kemasan obat secara perlahan dan teteskan obat pada mata dengan hati-hati.
  • Tutup mata selama satu atau dua menit, dan tekan dengan lembut di sisi hidung di mana sudut mata bertemu dengan hidung. Cara ini membantu menghentikan tetesan yang keluar dari mata di mata.

Sedangkan cara menggunakan obat salep mata, berikut di antaranya:

  • Cuci tangan sebelum menggunakan salep.
  • Posisi kepala mendongak dan tarik kantung mata bagian bawah mata.
  • Oleskan salep secara tipis di sepanjang bagian dalam kelopak mata bawah. Usahakan tidak menyentuh mata saat melakukan ini.
  • Tutup mata sejenak atau dua kali, lalu kedipkan beberapa kali untuk menyebarkan salep ke bagian dalam mata.

2. Oral (Tablet, Kapsul, dan Sirup)

Chloramphenicol paling efektif dikonsumsi dengan segelas air pada saat perut kosong, baik 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Sedangkan obat dalam bentuk cairan, gunakanlah sendok ukur khusus atau alat lainnya untuk mengukur setiap dosis secara akurat. Bisanya, penggunaan sendok teh mungkin tidak mengandung dosis yang tepat.

Petunjuk Penyimpanan Obat Chloramphenicol

Simpanlah obat sesuai petunjuk dokter atau instruksi pada kemasan obat, ini untuk mencegah obat rusak dan mempertahankan fungsi obat. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat:

  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Khusus obat tetes mata chloramphenicol harus disimpan dalam lemari es (2°Celsius hingga 8°Celsius).
  • Obat harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari panas langsung dan paparan cahaya matahari.
  • Obat sekali pakai harus digunakan segera setelah kemasan dibuka.
  • Jangan sekali-kali menyimpan botol atau tabung dalam keadaan terbuka.
  • Jangan menggunakan kembali obat ketika kemasan terbuka untuk dosis berikutnya. Ini karena obat tidak mengandung bahan pengawet.
  • Jangan sembarangan membuang botol, tabung atau obat kedaluwarsa. Konsultasikan kepada apoteker atau dokter tentang cara membuangnya.

Efek Samping Chloramphenicol

Meskipun jarang, segera dapatkan bantuan darurat medis jika mengalami salah satu dari efek samping berikut ini:

  • Perut kembung
  • Rasa kantuk
  • Mudah memar
  • Suhu tubuh rendah
  • Gangguan pernapasan
  • Kebingungan

Segera periksakan ke dokter jika mengalami efek samping yang kurang umum dan jarang berikut ini:

  • Kulit pucat
  • Sakit tenggorokan dan demam
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa

Sedangkan efek samping yang jarang di antaranya:

  • Kebingungan, delirium, atau sakit kepala
  • Sakit mata, penglihatan kabur, atau kehilangan penglihatan
  • Mati rasa, kesemutan, rasa sakit seperti terbakar, atau kelemahan di tangan atau kaki
  • Ruam kulit, demam, atau kesulitan bernapas

Jika salah satu dari efek samping berikut berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter:

Interaksi Obat Chloramphenicol

Menggunakan obat ini dengan obat lain dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu. Berikut obat yang menimbulkan efek jika digunakan bersamaan dengan obat chloramphenicol:

  • Ceftazidime
  • Chlorpropamide
  • Cyanocobalamin
  • Cyclosporine
  • Dicumarol
  • Fosphenytoin
  • Phenytoin
  • Rifampin
  • Rifapentine
  • Tacrolimus
  • Tetanus Toxoid
  • Tolbutamide

Selain itu, obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan ketika meminum alkohol atau menggunakan tembakau karena dapat menyebabkan interaksi terjadi. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Peringatan dan Perhatian Chloramphenicol

Penggunaan chloramphenicol dapat menyebabkan diskrasia serius dan fatal, meliputi:

Obat ini juga jangan digunakan pada kondisi berikut:

  • Orang yang hipersensitivitas terhadap obat ini.
  • Ibu menyusui
  • Ibu hamil

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, maka tidak boleh digunakan, atau hentikan penggunaan obat.

Harga Chloramphenicol

Chloramphenicol dapat diperoleh di apotek dan toko obat baik secara online maupun offline. Harga chloramphenicol berbeda-beda berdasarkan sediaan obat. Berikut kisaran harganya:

  • Chloramphenicol oral: Rp50.000 – Rp120.000
  • Chloramphenicol obat tetes: Rp10.000 – Rp50.000
  • chloramphenicol obat oles: Rp8000 – Rp55.000

 

 

  1. Anonim. Kloramfenikol. http://pionas.pom.go.id/monografi/kloramfenikol. (Diakses 19 Februari 2020)
  2. Anonim. Chloramphenicol. https://www.nhs.uk/medicines/chloramphenicol/. (Diakses 19 Februari 2020)
  3. Anonim. Chloramphenicol (Oral Route, Intravenous Route, Injection Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/chloramphenicol-oral-route-intravenous-route-injection-route/description/drg-20062754. (Diakses 19 Februari 2020)
  4. Stewart, Michael. 2018. Chloramphenicol for eye infections. https://patient.info/medicine/chloramphenicol-for-eye-infections. (Diakses 19 Februari 2020)
  5. Anonim. WHO Model Prescribing Information: Drugs used in Bacterial Infections. https://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Js5406e/16.13.html. (Diakses 19 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi