Terbit: 11 Januari 2020 | Diperbarui: 19 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Cetirizine obat apa? Cetirizine adalah obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, pilek, gatal-gatal, dan bersin. Kegunaan obat ini menghalangi zat alami (histamin) yang dibuat tubuh ketika terjadi reaksi alergi.

Cetirizine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Citirizine Obat Apa?

Cetirizine adalah obat alergi yang dapat dibeli secara bebas di apotek. Obat ini memiliki bentuk kapsul, tablet, dan sirup. Ketahui selengkapnya tentang cetirizine mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, interaksi obat, dan harganya di bawah ini.

Rangkuman Informasi Obat Citirizine

Nama Obat Cetirizine
Kategori Kehamilan dan Menyusui Kategori B
Kelas Obat Antihistamin dan antialergi
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Meredakan gejala alergi
Kontraindikasi Hipersensitif terhadap obat dan komponennya, gangguan ginjal, kehamilan
Sediaan Obat Tablet, sirup, larutan, drop
Harga Obat Rp 537 / tablet dan 38.052 / botol

 

Manfaat Cetirizine

Jika Anda memiliki gejala sepanjang tahun atau alergi musiman, dokter dapat merekomendasikan cetirizine. Obat ini dapat membantu meringankan gejala alergi ini, tetapi tidak mencegahnya.

Ketika Anda bersentuhan dengan alergen, tubuh menghasilkan zat kimia yang disebut histamin. Histamin menyebabkan sebagian besar gejala yang berkaitan dengan reaksi alergi.

Obat ini pada akhirnya membantu meringankan gejala alergi ringan hingga sedang, seperti:

  • Bersin.
  • Hidung beringus.
  • Mata gatal atau berair.
  • Tenggorokan atau hidung gatal.

Reaksi ini dapat terjadi setelah Anda menyentuh atau menghirup alergen seperti serbuk sari tanaman, jamur, atau bulu hewan. Alergi biasanya memengaruhi hidung, sinus, tenggorokan, dan area lain di sistem pernapasan bagian atas.

Selain itu, obat ini juga bisa membantu meredakan gatal-gatal. Kondisi gatal atau timbul ruam di kulit sering terjadi akibat alergi makanan atau obat-obatan.

Meski begitu, obat ini tidak mencegah gatal-gatal atau mencegah/mengobati reaksi alergi yang serius (seperti anafilaksis). Oleh karena itu, jika dokter telah meresepkan epinefrin untuk mengobati reaksi alergi, selalu bawa injector epinefrin yang diresepkan dokter.

Pada beberapa kasus, cetirizine adalah obat yang disarankan untuk alergi musiman dan rhinitis vasomotor, menghilangkan gejala pilek, urtikaria, angioedema, pruritus, dan konjungtivitis alergi.

Dosis Cetirizine

Dewasa: PO 10 mg sekali sehari.

Rincian Dosis

1. Kondisi Alergi

Oral

  • Dewasa: 10 mg sekali sehari.
  • Anak: 2-6 tahun 2,5 mg bid 6-12 tahun 5 mg bid> 12 tahun sama seperti dosis orang dewasa.

2. Gangguan Ginjal

CrCl (mL/min)   Dosage
<10 Kontraindikasi
<30 Setiap hari
30-49 Setiap hari
50-79 Sama seperti dosis orang dewasa

Penggunaan pada Ibu Hamil dan Menyusui

Apakah obat ini aman untuk digunakan ibu hamil? Keamanan untuk kehamilan dan menyusui masuk kategori B.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum diterima, dan telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, sudah melalui penelitian pada hewan coba tapi belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung yang memadai pada manusia.
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan. Memiliki risiko tinggi
  • Kategori NA: Tidak ada informasi dalam penelitian apa pun.

Pada ibu menyusui, cetirizine adalah obat yang bisa bercampur dengan ASI, hal itu menjadikannya tidak direkomendasikan untuk digunakan. Jika Anda memang ingin mengonsumsi obat tersebut, konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Obat Cetirizine

Berikut ini adalah beberapa efek samping cetirizine yang bisa terjadi, antara lain:

  • Mengantuk.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Mulut kering.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Muntah.

Beri tahu dokter jika Anda mengalami efek samping diluar contoh-contoh seperti yang telah disebutkan di atas. Meski begitu, efek samping ini yang terjadi biasanya bukan keadaan darurat.

Peringatan Penggunaan Cetirizine

  • Tidak Berkendara

Meskipun obat ini biasanya tidak menyebabkan kantuk, beberapa orang merespons secara berbeda ketika meminumnya, terutama dalam beberapa dosis pertama. Berhati-hatilah dan jangan mengendarai mobil atau aktivitas di luar ruangan sampai Anda tahu pasti bagaimana tubuh merespons obat tersebut.

  • Cek Bahannya

Jangan gunakan obat ini jika Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadapnya atau salah satu bahan di dalamnya. Hindari juga penggunaan obat ini jika Anda alergi terhadap antihistamin yang mengandung hydroxyzine.

Interaksi Obat Cetirizine

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko Anda untuk efek samping yang serius. Oleh karena itu, catat semua produk yang digunakan (termasuk obat resep / nonresep dan produk herbal) dan beritahu pada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda menggunakan produk lain yang menyebabkan kantuk seperti penghilang batuk (seperti kodein, hidrokodon), obat-obatan untuk tidur atau kegelisahan (seperti alprazolam, lorazepam, zolpidem) , pelemas otot (seperti carisoprodol, cyclobenzaprine), atau antihistamin lainnya (seperti chlorpheniramine, diphenhydramine).

Selain itu, jangan gunakan obat ini dengan antihistamin lain yang dioleskan ke kulit (seperti krim diphenhydramine, salep, semprotan) karena peningkatan efek samping dapat terjadi.

Cetirizine sangat mirip dengan hydroxyzine dan levocetirizine. Jangan gunakan obat ini saat menggunakan cetirizine. Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk pengujian kulit alergi), yang mungkin menyebabkan hasil tes yang salah.

 

  1. CETIRIZINE. https://www.rxlist.com/consumer_cetirizine_zyrtec/drugs-condition.htm. (Diakses pada 11 Desember 2019).
  2. CetirizineHCL. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12065/cetirizine-oral/details. (Diakses pada 11 Desember 2019).
  3. CetirizineHCL. https://www.healthline.com/health/drugs/cetirizine. (Diakses pada 11 Desember 2019).
  4. Cetirizine. https://www.drugs.com/cetirizine-hcl.html. (Diakses pada 11 Desember 2019).
  5. Cetirizine. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/cetirizine. (Diakses pada 11 Desember 2019).
  6. Cetirizine. http://pionas.pom.go.id/monografi/setirizin-hcl.  (Diakses pada 11 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi