Terbit: 9 Februari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cerutu adalah produk daun tembakau yang sering diklaim lebih aman daripada rokok biasa. Padahal, rokok cerutu lebih berbahaya daripada produk tembakau lainnya. Simak penjelasan selengkapnya.

Cerutu dan Pengaruhnya bagi Kesehatan (Lebih Bahaya dari Rokok Biasa)

Apa Itu Cerutu?

Cerutu terbuat dari gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan. Beberapa fakta lain mengenai produk tembakau ini adalah:

  • Mengandung lebih banyak tembakau. Dalam satu batang rokok biasanya mengandung kurang dari satu gram tembakau, sedangkan satu batang produk tembakau ini mungkin mengandung sebanyak 5 hingga 17 gram tembakau.
  • Asap cerutu terurai dalam air liur, sehingga memungkinkan perokok dengan mudah menyerap nikotin melalui lapisan mulut dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan kecanduan, bahkan jika asapnya tidak dihirup.
  • Rokok biasa mengandung satu hingga dua miligram nikotin, sedangkan kandungan nikotin dalam cerutu adalah 100 hingga 200 miligram. Bahkan, beberapa cerutu ada yang mengandung nikotin sebanyak 400 miligram.
  • Asap rokok dari produk tembakau ini berbeda dengan asap rokok biasa karena beberapa alasan. Pertama, proses pembuatan cerutu membutuhkan masa fermentasi. Selama waktu ini, terjadi peningkatan concentrations of tobacco-specific nitrosamines (TSNA). TSNA adalah beberapa senyawa paling karsinogenik yang membahayakan kesehatan.

Baca Juga: Bahaya Merokok saat COVID-19, Benarkah Perokok Lebih Rentan?

Selain itu, bungkus cerutu tidak berpori-pori seperti bungkus rokok, sehingga membuat pembakaran menjadi tidak sempurna. Hal ini membuat konsentrasi beberapa bahan kimia beracun lebih tinggi daripada rokok biasa.

Hal tersebut meningkatkan konsentrasi zat penyebab kanker seperti amonia, tar, dan karbon monoksida yang dilepaskan ke udara.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Bahaya Cerutu bagi Kesehatan

Berikut berbagai masalah kesehatan yang bisa terjadi jika Anda memiliki kebiasaan menghisap rokok cerutu, di antaranya:

1. Meningkatkan Risiko Kanker

Asap yang dihasilkan dari pembakaran tembakau mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker. Beberapa jenis kanker yang bisa Anda alami adalah kanker mulut, tenggorokan, esofagus, dan laring.

Seseorang yang mengisap cerutu secara teratur memiliki kemungkinan meninggal karena kanker mulut, laring, dan kerongkongan dibandingkan bukan perokok. Bahkan, perokok pasif juga meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, pankreas, dan kandung kemih.

2. Menyebabkan Penyakit Paru-Paru

Merokok produk tembakau, termasuk cerutu, meningkatkan risiko penyakit paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) seperti bronkitis kronis dan emfisema.

Seorang perokok memiliki kemungkinan meninggal lebih tinggi akibat PPOK daripada yang bukan perokok. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat memicu serangan asma dan memperburuk gejala pada penderita asma, bahkan pada perokok pasif.

3. Menyebabkan Penyakit jantung

Asap tembakau merusak jantung dan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Merokok merupakan faktor risiko utama penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD), di mana plak menumpuk di arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Penurunan stamina.
  • Risiko penyakit arteri perifer (PVD) yang lebih tinggi.
  • Pembekuan darah.

4. Kecanduan

Nikotin adalah bahan kimia adiktif utama dalam tembakau. Zat ini menyebabkan aliran adrenalin dan memicu peningkatan dopamin saat diserap ke dalam aliran darah atau dihirup. Dopamin adalah neurotransmitter yang terlibat dengan penghargaan dan kesenangan.

Semua produk tembakau, termasuk cerutu dan bahkan tembakau tanpa asap, dapat menyebabkan kecanduan tembakau dan nikotin secara fisik dan psikologis.

5. Masalah Gigi

Rokok cerutu tidak hanya meningkatkan risiko kanker mulut, tetapi juga menimbulkan masalah pada gigi. dan mulut. Berbagai masalah kesehatan rongga mulut lainnya yang dapat muncul, antara lain:

  • Rusaknya jaringan gusi.
  • Noda gigi.
  • Menyebabkan gusi surut.
  • Menyebabkan bau mulut.
  • Meningkatkan kepekaan terhadap panas dan dingin.
  • Menyebabkan penumpukan karang gigi dan plak.
  • Penyembuhan lambat setelah perawatan gigi.
  • Gigi tanggal.

6. Disfungsi Ereksi

Dikarenakan rokok dapat merusak arteri, hal tersebut bisa mengganggu darah ke penis. Pada akhirnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Perokok dua kali lebih mungkin menjadi impoten daripada bukan perokok karena efek buruk merokok terhadap sirkulasi, hormon, dan sistem saraf.

7. Mengganggu Perkembangan Janin

Merokok memengaruhi reproduksi pria dan wanita karena bisa merusak sperma dan mengganggu kemampuan untuk hamil. Pada kehamilan, tembakau juga meningkatkan risiko:

  • Kehamilan ektopik.
  • Keguguran dan lahir mati.
  • Cacat lahir.
  • Solusio plasenta.

Nah, itulah berbagai efek negatif yang bisa terjadi pada Anda. Pada akhirnya, tidak ada produk tembakau yang aman. Cerutu bukanlah alternatif yang lebih sehat dari rokok biasa.

Beralih dari rokok biasa ke cerutu bisa sangat berbahaya karena Anda mungkin menghirup asap seperti menghirup asap rokok biasa. Semakin dalam menghirupnya, semakin besar risikonya. Langkah terbaik adalah berhenti mengisapnya.

Baca Juga: 8 Efek Samping Rokok Elektrik, Tidak Bisa Menjadi Solusi Pengganti Rokok!

Cerutu dan Rokok Pipa

Perokok cerutu dan pipa sering berargumen bahwa aktivitas yang dilakukannya tidak berisiko karena mereka hanya merokok satu atau dua kali sehari. Bahkan beberapa pengguna mengklaim produk tembakau tersebut tidak membuat ketagihan.

Namun penelitian menunjukkan bahwa mengisap produk tembakau masih meningkatkan risiko kanker lebih banyak daripada tidak perokok.

Perlu Anda ketahui, satu batang cerutu umumnya mengandung lebih dari 1/2 ons tembakau (sama dengan satu bungkus rokok) dan mengandung 100 sampai 200 miligram nikotin. Sedangkan satu batang rokok hanya mengandung sekitar 8 miligram nikotin.

Nikotin ekstra itu mungkin menjadi alasan mengapa merokok hanya beberapa cerutu seminggu sudah cukup untuk memicu keinginan akan nikotin. Hal itu membuat pengguna produk tembakau ini berisiko lebih besar terkena kanker mulut.

Sementara itu, tembakau yang digunakan dalam pipa diawetkan dan mengandung nikotin serta karsinogen yang sama seperti tembakau umumnya. Perokok pipa lebih mungkin terkena kanker paru-paru, hati, dan leher daripada bukan perokok.

Pada akhirnya, semua produk tembakau tidak hanya berbahaya bagi orang yang mengisapnya. Kedua produk tersebut juga mengeluarkan asap rokok yang berisi bahan kimia beracun seperti karbon monoksida dan hidrokarbon.

 

  1. Anonim. Effects of Smoking Pipes and Cigars. https://www.webmd.com/smoking-cessation/effects-of-smoking-pipes-and-cigars#1. (Diakses pada 9 Februari 2021).
  2. Hays, J. Taylor. Is cigar smoking safer than cigarette smoking?. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/quit-smoking/expert-answers/cigar-smoking/faq-20057787. (Diakses pada 9 Februari 2021).
  3. Martin, Terry. 2020. What to Know About Cigar Smoking. https://www.verywellmind.com/facts-about-cigar-smoking-2824739. (Diakses pada 9 Februari 2021).
  4. Santos-Longhurst, Adrienne. 2020. Smoking Cigars Causes Cancer and Is Not Safer Than Cigarettes. https://www.healthline.com/health/do-cigars-cause-cancer#cigar-smoking-cessation. (Diakses pada 9 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi