Apa yang Terjadi pada Pria Saat Melakukan Pemeriksaan Kesuburan dan Sperma?

doktersehat cek sperma

DokterSehat.Com – Susahnya mendapatkan kehamilan tidak hanya disebabkan oleh wanita saja, kadang pria juga bisa mengalami penurunan kesuburan sehingga pembuahan susah terjadi. Untuk memastikan apakah pria memiliki sperma yang baik atau tidak pemeriksaan harus dilalukan sehingga penanganan selanjutnya bisa dilakukan dengan benar.

Nah, pada tahap pemeriksaan ini beberapa pria banyak yang takut karena bisa saja dibedah atau ada tindakan medis lainnya. Padahal pemeriksaan kesuburan tidak sampai seekstrem itu dan cenderung lebih sederhana.

Agar Anda tidak takut untuk melakukan pemeriksaan kesuburan atau sperma, simak ulasan tentang tata cara pemeriksaan terkait apa yang harus dilakukan dan bagaimana prosesnya di bawah ini.

Sebelum melakukan pemeriksaan

Sebelum melakukan pemeriksaan sperma agar hasilnya akurat, ada beberapa hal yang boleh dilakukan pria dan tidak boleh dilakukan oleh pria. Pertama, pria tidak disarankan untuk mengalami ejakulasi selama 1-3 hari. Dengan tidak ejakulasi, sperma yang diperiksa akan matang dan jumlah aslinya terlihat.

Konsumsi alkohol dan minuman berkafeina dilarang selama 2-5 hari sebelum pemeriksaan. Dua zat ini bisa memengaruhi produksi sperma. Selanjutnya, jangan merokok terlebih dahulu meski hanya satu batang saja.

Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sperma. Terakhir, jangan memeriksakan diri saat sedang sakit entah cuma lemas atau kondisi serius lainnya. Pria juga tidak dianjurkan memeriksakan diri saat stres karena produksi sperma bisa berkurang dan hasilnya tidak akurat.

Cara melakukan pemeriksaan

Karena yang diperiksa adalah sperma, pria harus mengalami ejakulasi terlebih dahulu untuk diambil samper spermanya. Sampel ini diambil dengan cara melakukan masturbasi. Beberapa klinik atau laboratorium biasanya menyediakan ruangan untuk masturbasi dan sperma bisa ditampung di wadah yang sudah disediakan.

Sebelum melakukan masturbasi, pria diwajibkan untuk mencuci tangan dan penisnya hingga bersih. Pencucian ini dilakukan untuk mengurangi risiko masuknya bakteri atau virus sehingga hasil pemeriksaan tidak akan maksimal. Setelah tangan dan penis bersih mulailah melakukan masturbasi tanpa pelumas.

Setelah mendekati waktu ejakulasi segera dekatkan wadah untuk menampung sperma. Wadahi semua sperma yang keluar dan jangan mewadahi sperma yang jatuh ke bawah. Setelah semua sperma keluar saat ejakulasi segera tutup wadah dan cuci tangan serta penis hingga bersih.

Waktu pemeriksaan sperma biasanya 30-60 menit pasca dimasukkan ke dalam wadah. Lebih dari waktu itu ada kemungkinan sperma mati. Selain itu udara di sekitar juga memengaruhi kondisi sperma. Usahakan wadah sperma berada pada suhu ruangan. Beri label nama dan tanggal pengambilan agar hasil tidak tertukar.

Hasil pemeriksaan

Setelah tes sperma selesai dilakukan hasilnya akan muncul dan terdapat beberapa kriteria kesuburan. Pertama adalah normal dan yang kedua adalah abnormal.

  • Sperma normal memiliki jumlah 20-200 juta sel setiap mililiter air mani. Bentuk dari sperma normal lebih dari separuh. Pergerakan sperma normal berjalan dengan cepat dan memiliki skala 3 atau 4. Sperma akan mencair pada dalam tenggat 30-45 menit, volume 1,5-5 ml, dan keasaman 7,2-7,8.
  • Sperma abnormal memiliki jumlah kurang dari 20 juta per mililiter air mani. Bentuk banyak yang tidak normal dan cacat. Pergerakan sperma juga lambat dan berada pada skala 0 atau 1. Selanjutnya keasaman sperma di atas 8 dan volumenya kurang dari 1,5 militer. Sperma jenis ini mudah mencair dalam waktu 15 menit.

Kalau sperma tidak keluar saat masturbasi, metode pembedahan mungkin dilakukan. Jadi, tidak perlu takut untuk memeriksakan kesuburan demi masa depan yang lebih baik.