Cegah Warganya Lembur, Pemerintah Korsel Matikan Komputer Setelah Jam 20.00

doktersehat-mata-kerja-lelah

DokterSehat.Com– Selain Jepang, karyawan di Korea Selatan juga dikenal kerap bekerja dengan jam yang sangat panjang. Mengingat kerja lembur bisa memicu masalah kesehatan, pemerintah Kota Seoul memutuskan untuk “memaksa” para pekerja di ibukota Negeri Ginseng ini pulang kerja dengan cara mematikan komputer setelah jam-jam tertentu setiap hari Jumat.

Dikutip dari The Economic Times, Pemerintah Metropolitan Seoul mencoba untuk menghentikan budaya kerja lembur demi membantu warganya mendapatkan kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik. Sebagai informasi, pekerja pemerintahan di Kota Seoul bekerja dengan durasi total rata-rata 2.739 jam setiap tahun, sekitar 1.000 jam lebih lama dari pekerja di negara berkembang lainnya.

Program mematikan paksa komputer yang disebut sebagai “Shutdown Initiative” ini akan dilakukan sebanyak tiga sesi dalam tiga bulan ke depan. Sesi pertama akan dimulai pada 30 Maret 2018 dengan cara mematikan komputer pada pukul 20.00. Sesi kedua akan dilakukan pada awal April dengan cara mematikan komputer pada pukul 19.30 pada Jumat kedua dan keempat. Saat bulan Mei, setiap hari Jumat komputer ini akan selalu dimatikan pada pukul 19.00.

Menurut keterangan dari pemerintah, seluruh komputer akan dimatikan meskipun ada beberapa komputer yang akan dibiarkan menyala jika ada kepentingan khusus. Hanya saja, tidak semua pekerja pemerintahan ternyata setuju dengan ide ini. Dalam sebuah survey, disebutkan bahwa 67,1 persen karyawan justru meminta komputernya tidak ikut dilibatkan dalam program tersebut.

Awal Maret 2018, Majelis Nasional Korea Selatan, badan yang setara dengan DPR telah memutuskan untuk menurunkan batas maksimum jam kerja dari 68 jam hingga hanya 52 jam saja.

Kalau peraturan ini dilakukan di Indonesia, Sobat Sehat setuju tidak?