Terbit: 10 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini pria selalu dianggap tidak pernah merasakan sakit saat bercinta dengan pasangannya atau secara solo. Pria hanya mendapatkan rasa nikmat sementara pasangan sering merasakan sakit di vagina karena seks yang dilakukan terlalu intens sehingga gesekan yang terjadi semakin kuat.

5 Cara Mencegah Penis Terasa Saat Melakukan Seks

Nah, apakah benar pria hanya merasakan nikmat saja saat bercinta dan tidak merasakan sakit pada penisnya? Jawabannya salah, pria juga kerap merasa tidak nyaman dan penisnya jadi tidak nyaman saat digunakan. Beberapa pria mengaku sampai kehilangan ereksi karena mereka tidak tahan dengan rasa sakit yang terjadi.

Nah, kalau Anda tidak ingin merasakan sakit yang sangat besar pada penis saat melakukan seks vaginal atau solo, coba simak beberapa cara di bawah ini.

  1. Menggunakan kondom lebih baik

Menggunakan kondom akan membuat pria lebih nyaman dan menghindari rasa sakit saat bercinta. Meski tipis, kondom melapisi penis sehingga gesekan dengan vagina akan menurun. Karena gesekan menurun, pria cenderung merasakan nikmat daripada merasakan sakit yang membuat penisnya terasa panas.

Menggunakan kondom juga membantu wanita menurunkan rasa sakit dari penis yang melakukan manuver. Terakhir, seks dengan menggunakan kondom sangat bermanfaat dan membuat Anda dan pasangan lebih aman serta terhindar dari penyakit menular seksual.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  1. Menggunakan pelumas

Pelumas sangat penting untuk berbagai aktivitas seks kalau pasangan tidak memiliki vagina yang terlalu basah. Dengan menggunakan pelumas pria dan wanita bisa melakukan seks kilat dengan lancar tanpa ada rasa sakit akibat gesekan yang terjadi terlalu besar.

Pelumas juga sangat bermanfaat untuk pria yang sedang melakukan masturbasi. Dengan menggunakan pelumas, gesekan penis dan tangan akan menurun. Kalau pria melakukan dry masturbastion kemungkinan penis mengalami luka akan semakin besar dan kadang bisa menyebabkan perdarahan dan cedera.

  1. Tidak menggunakan sabun saat masturbasi

Saat melakukan masturbasi atau onani pria sering menggunakan sabun untuk dijadikan pelicin. Sabun yang digunakan memang memberikan efek licin dan nikmat, tapi efeknya sesudahnya akan membuat penis jadi kering dan akhirnya sakit saat disentuh atau saat ereksi.

Sabun harus dihindari karena mengandung komponen yang cukup berbahaya seperti bahan kimia yang tidak baik untuk kulit. Sabun juga menyebabkan kulit jadi lecet kalau digunakan dengan usapan yang cukup kuat. Daripada menggunakan sabun yang berbahaya, pria lebih disarankan untuk menggunakan minyak kelapa atau minyak  zaitun yang lebih alami.

  1. Tidak melakukan masturbasi dan seks berlebihan

Terkadang penis terasa sangat sakit bukan disebabkan oleh penyakit, tapi karena perilaku kita sendiri. Penis jadi sakit dan memar karena pria sering sekali melakukan masturbasi, bahkan setiap harinya. Penis seharusnya diberi waktu untuk beristirahat, tidak digunakan berlebihan setiap saat.

Selain masturbasi, pria yang melakukan seks secara berlebihan dengan pasangan juga akan mendapatkan rasa sakit di kemaluannya. Kalau mau melakukan seks atau masturbasi, lebih baik 2-3 hari sekali. Dengan frekuensi ini penis bisa menyembuhkan diri sehingga performanya tidak menurun.

  1. Melakukan foreplay yang benar

Melakukan foreplay yang kurang tidak hanya berdampak pada wanita saja. Seks yang menyiksa juga bisa dialami oleh pria. Gesekan yang terjadi antara penis dan vagina juga bisa membuat pria tidak nyaman dan tidak menikmati seks.

Kalau ingin melakukan seks dengan baik, coba lakukan foreplay dengan benar. Setelah foreplay berjalan lancar, seks bisa dilakukan perlahan-lahan untuk menciptakan kenikmatan yang besar.

Inilah lima cara mencegah penis terasa sakit saat seks dilakukan. Semoga bermanfaat!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi