Terbit: 27 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Makanan padang adalah salah satu makanan yang paling enak di seluruh dunia. Tak hanya orang Indonesia, masyarakat di seluruh dunia bahkan sudah mengakuinya. Tak hanya rendang, berbagai olahan masakan padang lain tak kalah menggoda dan bisa membuat kita sering mengonsumsinya. Apalagi dengan fakta bahwa kini semakin banyak warung masakan padang yang menjajakan makanannya dengan harga murah. Sayangnya, dibalik kelezatan yang ditawarkan oleh masakan padang, ada anggapan yang menyebutkan bahwa makanan ini bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

Tips Jaga Kolesterol Meski Suka Makan Nasi Padang

Kaitan antara masakan padang dengan kolesterol

Pakar kesehatan menyebut orang dengan riwayat kolesterol tinggi memang sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi masakan padang. Tak hanya karena olahan masakan padang yang biasanya memiliki kandungan santan, bahan dari masakan padang seperti daging, telur, dan jeroan memiliki kandungan lemak dan kolesterol. Selain itu, banyak orang yang menghangatkan kembali masakan padang yang bersantan ini sehingga bisa membuat kadar kolesterolnya semakin meningkat.

Minum jus timun bisa cegah kolesterol tinggi?

Masyarakat Minang menyebutkan bahwa selain dengan tidak mengonsumsi masakan padang dengan berlebihan, kita sebaiknya juga mengonsumsi jus mentimun, es mentimun serut, atau setidaknya makan beberapa potong mentimun demi mencegah kenaikan kolesterol. Selain itu, masyarakat Minang juga percaya bahwa mengonsumsi teh hitam tawar panas juga bisa mencegahnya.

Meskipun begitu, kepercayaan ini belum bisa dibuktikan secara medis apakah memang benar-benar bisa mencegah kenaikan kolesterol setelah mengonsumsi makanan padang atau tidak.

Tips mencegah kenaikan kolesterol meski hobi mengonsumsi masakan padang

Nasi padang memang sangat nikmat sehingga bisa membuat kita ketagihan. Sayangnya, hal ini juga akan membuat kita mengonsumsinya dalam porsi yang banyak atau frekuensi yang cukup sering. Padahal, selain bisa menyebabkan kenaikan kolesterol, bisa jadi kita akan lebih rentan terkena kenaikan berat badan dan penyakit asam urat mengingat masakan padang berjenis jeroan tentu tinggi kandungan purin.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah kenaikan kolesterol meski hobi makan masakan padang.

  1. Jangan lupa makan sayur

Jika kita cermati, di dalam masakan padang yang kita beli biasanya juga disediakan sayur-sayuran seperti daun singkong atau mentimun. Porsi sayur yang disediakan juga sangat banyak. Menurut pakar kesehatan dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Universitas Indonesia, sayuran yang tinggi serat ini bisa membantu menurunkan proses penyerapan kolesterol di dalam sayuran pencernaan. Selain itu, dr. Ari juga menyebut bumbu-bumbu atau rempah yang ada di dalam masakan padang kaya akan antioksidan yang bisa membantu menetralkan racun di dalam tubuh.

  1. Jangan berlebihan makan lauknya

Meskipun sangat menggoda, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi masakan padang hanya satu lauk saja. Selain itu, pastikan bahwa lauk yang kita pilih tidak memiliki kadar garam yang berlebihan.

Lidah kita biasanya sudah mampu mengukur tingkat keasinan makanan. Jadi, kita bisa memilih lauk mana yang sepertinya tidak terlalu asin atau tidak memiliki kadar garam yang tinggi. Dengan melakukannya, maka kita pun tidak akan mudah terkena masalah kesehatan.

  1. Jangan lupa makan buah

Meskipun di dalam masakan padang sudah ada sayurnya, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi buah-buahan sebagai camilan diantara waktu makan karena bisa membuat asupan serat di dalam tubuh semakin banyak. Keberadaan serat ini bisa membantu melancarkan pencernaan sekaligus mencegah tubuh menyerap kolesterol dengan berlebihan.

  1. Memilih air minum yang tepat

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, masyarakat Minang menyarankan kita mengonsumsi teh hitam tawar hangat setelah makan masakan padang. Pilihan ini cukup baik untuk mencegah kolesterol. Hanya saja, pakar kesehatan sebenarnya lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi air putih hangat dan tidak mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis apalagi minuman bersoda yang tidak sehat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi