DokterSehat.Com– Semua wanita akan mengalami sebuah siklus alami yang akan muncul setiap bulan. Siklus ini disebut dengan menstruasi atau haid. Menstruasi ditandai dengan keluarnya darah melalui vagina yang biasanya terjadi selama 4-7 hari. Selama masa ini berlangsung Anda akan mengalami gejala seperti nyeri perut, nyeri pinggang, emosi yang tidak terkontrol, serta timbulnya gelaja PMS (Pre Menstrual Syndrome) lainnya.

mencegah-iritasi-vagina-doktersehat

Photo Credit : pexels.com

Pada saat sedang menstruasi, Anda tidak akan pernah bisa jauh dari pembalut. Pembalut merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menampung dan menyerap darah yang keluar dari vagina agar tidak tercecer kemana-mana.

Saat ini, Anda bisa mendapatkan pembalut dengan mudah dengan berbagai macam merek. Anda juga bisa memilih jenis pembalut sesuai dengan ukuran yang Anda butuhkan yang dirasa aman serta nyaman untuk digunakan.

Akan tetapi, tidak semua pembalut aman untuk digunakan. Anda mungkin pernah mengalami iritasi di daerah kewanitaan akibat penggunaan pembalut pada saat menstruasi. Iritasi tersebut terjadi karena beberapa sebab, yang paling umum terjadi adalah akibat kesalahan saat memilih pembalut. Pembalut yang tidak berkualitas dan tidak dapat menyerap darah dengan baik akan menyebabkan vagina Anda iritasi. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mencegah terjadinya iritasi akibat pembalut, di antaranya:

1. Pemilihan pembalut

Dalam pemilihan pembalut sangatlah penting. Anda harus memilih pembalut dengan bahan yang berkualitas dan bisa menyerap darah dengan baik. Pilihlah pembalut yang memiliki daya tampung besar dan tidak mudah bergeser. Itu akan membantu Anda terhindar dari terjadinya ‘kebocoran’ ketika tidur. Selain itu, pilihlah pembalut tanpa parfum karena jika kulit vagina Anda sensitif dan tidak tahan terhadap aroma parfum, maka iritasi pada vagina tidak dapat terhindarkan.

2. Waktu untuk Mengganti Pembalut

Umumnya, saat menstruasi Anda harus mengganti pembalut secara rutin tiap 4-5 jam sekali. Bahkan, jika darah yang keluar sangat banyak, Anda harus mengganti pembalut tiap 2-3 jam sekali. Jangan pernah menunda-nunda untuk mengganti pembalut, karena darah yang didiamkan terlalu lama akan membuat bakteri bersarang dan menyebabkan iritasi pada vagina.

3. Penggunaan Bedak Antiseptik

Daerah kewanitaan bisa dikatakan daerah yang cukup lembap, apalagi saat Anda sedang menstruasi dan menggunakan pembalut. Keadaan seperti itulah yang dapat memicu timbulnya iritasi. Untuk itu, gunakanlah bedak antiseptik pada permukaan kulit paha, bukan area vagina.

4. Gunakan Air Daun Sirih Ketimbang Sabun

Seperti Anda ketahui bahwa daun sirih memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan terutama untuk daerah kewanitaan. Saat Anda sedang menstruasi, jangan sekali-kali membasuh vagina dengan sabun sembarangan, karena penggunaan sabun sembarangan akan mebunuh bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi. Gantilah dengan air rebusan daun sirih karena lebih aman untuk dibasuhkan ke area kewanitaan Anda.

5. Pemilihan Jenis Celana Dalam

Pada saat sedang menstruasi, tidak disarankan untuk menggunakan celana dalam dan baju yang ketat. Celana dalam dan baju yang ketat akan menghambat sirkulasi udara yang masuk ke area kewanitaan sehingga menjadi lembap. Keadaan lembap seperti itulah yang dapat menyebabkan iritasi pada vagina. Pilihlah celana dalam dan baju yang longgar saja.