Terbit: 16 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Januari 2015 silam, Clark Jacobs tidur seperti biasa di kamar asrama Georgia Tech, tempat dimana Ia belajar. Pemuda yang saat itu berusia 20 tahun ini terjatuh dari kasurnya, namun tempat tidur yang ia gunakan adalah ranjang susun dan ia berada di kasur bagian atas. Clark pun terjatuh dari ketinggian sekitar 2 meter dan membuat tulang tengkoraknya retak.

Jatuh dari Tempat Tidur, Pemuda Ini Cedera Otak Parah

Dilansir dari CBS News, Clark langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan otak, stroke, dan akhirnya mengalami koma selama 3 bulan.

Mariellen Jacobs, ibu dari Clark, menyebutkan bahwa insiden yang dialami anaknya seharusnya bisa dicegah andai pihak asrama menyediakan pembatas pada ranjang bagian atas.

“Clark hampir kehilangan nyawanya. Dokter bahkan berkata bahwa ia mungkin tidak akan selamat,” ucap Mariellen.

Beruntung, Clark berhasil selamat dan terbangun dari komanya. Sayangnya, ia harus kembali belajar untuk berjalan, menulis, dan hal-hal lain yang sebelumnya ia pelajari saat balita di Shepherd Center, Atlanta, Amerika Serikat. Setelah berhasil kembali menguasai aktivitas sehari-hari, Clark pun kembali belajar setelah cuti selama empat semester.

Sang ibu ternyata tidak ingin kejadian ini menimpa anak-anak lainnya yang tinggal di asrama dan tidur di ranjang susun. Ia pun merilis kampanye berjudul Rail Against the Danger. Tujuan dari kampanye ini adalah menempatkan pembatas pada ranjang tidur yang ada di asrama-asrama kampus. Clark yang sudah sembuh pun ikut dalam aksi yang dilakukan ibunya.

“Terdapat sebuah stigma yang sayangnya tidak benar, yakni orang dewasa tidak membutuhkan pembatas di tempat tidur. Aku bahkan tidak pernah lagi memakai pembatas di kasurku sejak usia 4 tahun. Meski terlihat seperti kekanak-kanakan, pembatas ini bisa mencegah anak-anak lain mengalami kondisi seperti Clark,” ucap Mariellen.

Apa yang dilakukan Mariellen berhasil. Tahun 2017 lalu, pihak University System of Georgia menyarankan kampus-kampus di negara bagian tersebut untuk menawarkan pembatas pada kasur di asrama mahasiswa. Mahasiswa tempat Clark belajar, Georgia Tech bahkan sudah memesan lebih dari 500 pembatas.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi