Cedera Lecutan (Whiplash): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

leher-keceklik-doktersehat

DokterSehat.Com – Pernahkah Anda mengalami nyeri leher? Nyeri leher yang Anda alami bisa saja termasuk whiplash atau cedera lecutan. Kondisi ini biasanya terjadi karena  kecelakaan kendaraan. Namun, ini juga bisa terjadi karena sebab yang lain.

Ingin tahu lebih jauh tentang cedera lecutan (whiplash)? Yuk, simak informasi yang ada di dalam artikel ini. Artikel ini berisi informasi tentang definisi, penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan cedera lecutan.

Apa itu cedera lecutan (Whiplash)?

Cedera lecutan adalah cedera leher karena kepala mengalami gerakan berlawanan arah yang sangat cepat dan kuat secara mendadak. Jika melihat prosesnya, cedera lecutan tak ubahnya seperti gerakan cambuk atau lecutan sehingga disebut juga whiplash dalam bahasa Inggris.

Mungkin Anda pernah mendengarnya dalam beberapa istilah lokal seperti cedera leher, leher keseleo, leher keceklik, dan lainnya. Seseorang yang mengalami cedera lecutan akan merasakan otot, tendon, dan ligamen lehernya terkilir.

Gerakan cedera lecutan bisa dari belakang dan tiba-tiba maju ke depan atau bisa juga gerakan menyamping bagian samping. Proses penyembuhan whiplash bisa dalam hitungan minggu hingga bulan tergantung kondisi seseorang.

Baca Juga: Waspadai Kecelakaan Saat Mudik agar Terhindar dari Whiplash

Apakah whiplash berisiko pada kematian?

Whiplash tidak berisiko pada kematian karena bagian yang mengalami cedera lecutan bukanlah bagian yang berisiko fatal. Akan tetapi, cedera lecutan bisa mengakibatkan cacat parsial dalam jangka panjang.

Penyebab whiplash

Penyebab whiplash yang seringkali terjadi adalah karena kecelakaan mobil. Kondisi kecelakaan mobil yang mengakibatkan cedera lecutan berupa tumbukan di jalan. Apakah Anda pernah mendengar ini?

Tumbukan di jalan raya adalah kondisi di mana mobil penderita whiplash melaju sangat cepat begitu juga dengan mobil di belakang tetapi berhentik secara mendadak karena mobil di depan tiba-tiba berhenti.

Akibatnya, mobil yang ada di tengah, yaitu mobil si penderita cedera lecutan dalam posisi terjepit dan harus menginjak rem. Rem mendadak di saat mobil melaju cepat ditambah tekanan dari tumbukan mobil belakang membuat pengendara di dalam mobil mengalami whiplash.

Penyebab cedera lecutan juga bisa dikarenakan aktivitas fisik (olahraga), penganiayaan fisik, jatuh atau terpeleset, dan guncangan. Akan tetapi, beberapa penyebab ini tidak sesering karena kecelakaan mobil.

Peluang terjadinya cedera lecutan akan semakin tinggi jika Anda memiliki faktor risiko ini:

  • Jenis kelamin wanita
  • Usia lebih tua
  • Sedang mengalami nyeri leher atau punggung
  • Sudah pernah mengalami whiplash sebelumnya

Dampak cedera lecutan

Cedera lecutan bisa menimbulkan beberapa dampak pada kesehatan dan kenyamanan tubuh. Inilah beberapa dampak cedera lecutan:

  • Nyeri leher
  • Sakit kepala
  • Vertigo
  • Nyeri punggung bawah
  • Kesemutan
  • Mudah tersnggung
  • Sulit menelan
  • Gangguan penglihatan
  • Tinnitus
  • Gangguan ingatan
  • Dan lainnya

Gejala cedera lecutan

Ada beberapa gejala yang biasanya dialami jika cedera lecutan terjadi pada seseorang. Namun, gejala tersebut bisa dibedakan menjadi gejala umum dan gejala serius. Gejala serius akan terasa bila kasus whiplash menjadi lebih parah.

Inilah beberapa gejala umum cedera lecutan yang sering terjadi:

  • Nyeri leher terlebih jika digerakkan
  • Gerakan leher terbatas
  • Sakit ketika menoleh ke kanan atau kiri
  • Nyeri pada bahu
  • Nyeri rahang
  • Nyeri lengan
  • Kesemutan di lengan
  • Sakit kepala
  • Sakit punggung
  • Kelelahan otot
  • Gangguan penglihatan
  • Tinnitus (telinga berdengung)

Apabila whiplash menjadi lebih parah, maka akan ada tambahan beberapa gejala serius yang akan dialami:

  • Gelisah
  • Stres
  • Depresi
  • Frustasi
  • Mudah tersinggung
  • Mudah marah
  • Insomnia
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Penurunan daya ingat
  • Ketergantungan pada obat

Anda akan mengalami gejala umum yang telah disebutkan beberapa jam setelah mengalami cedera lecutan. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan dengan baik, maka kondisi whiplash akan semakin memburuk dan gejala serius pun muncul sehari setelahnya.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami cedera lecutan akibat kecelakaan mobil, olahraga, atau karena hal lainnya. Jangan menunggu hingga Anda merasakan gejala whiplash.

Cukup penting bagi Anda untuk segera mendapatkan tindakan diagnosis guna memastikan kondisi cedera lecutan dan dokter pun bisa mengambil langkah selanjutnya dengan tepat. Hal tersebut bagus sehingga kerusakan bisa dicegah atau diminimalisir.

Diagnosis cedera lecutan

Diagnosis tahap pertama yang akan dilakukan oleh dokter pada pasien yang diduga mengalami cedera lecutan adalah dengan melakukakan wawancara terkait gejala yang dirasakan oleh pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yaitu dengan rontgen leher guna memastikan ada tidaknya cedera pada leher, kepala, atau bahu. Apabila hasil rontgen tidak memperlihatkan adanya cedera tetapi Anda masih merasakan nyeri, maka dokter akan memasangkan kerah penyangga di bagian leher Anda.

Seminggu setelahnya, Anda akan diminta untuk datang kembali dan pemeriksaan dengan rontgen pun kembali dilakukan. Pemeriksaan rontgen yang kedua ini bertujuan untuk melihat adanya perubahan.

Ada kemungkinan, dokter akan merekomendasikan tindakan diagnosis dengan menggunaakan MRI untuk melihat cedera pada jaringan lunak yang tidak bisa dideteksi dengan menggunakan rontgen.

Baca Juga: Apa itu MRI? Apakah memiliki fungsi dan efek samping?

Pengobatan whiplash

Kondisi whiplash memang cenderung untuk sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Namun, sebaiknya Anda melakukan beberapa perawatan untuk mengobati kasus cedera lecutan. Ini bisa membuat kondisi Anda lebih baik.

Inilah beberapa pengobatan cedera lecutan yang bisa Anda lakukan:

1. Kompres dingin

Berikanlah kompres dingin pada leher Anda. Itu bisa meredakan rasa nyeri dan mengobati memar atau bengkak yang ada. Kompreslah leher selama 15 menit. Anda bisa melakukannya 3 jam sekali selama 2 hari berturut-turut.

2. Gunakan penyangga leher

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa dokter akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan penyangga leher ketika Anda melakukan pemeriksaan. Namun, penggunaan penyangga tersebut hanya sementara, yaitu sekitar 1 minggu. Penggunaan penyangga leher yang terlalu lama bisa melemahkan otot-otot leher.

3. Terapi obat Anti-Inflamasi Non Steroid (AINS)

Rasa nyeri yang terasa pada leher atau lebih dari 1 titik, bisa diredakan dengan menggunakan obat dari golongan AINS (Anti-Inflamasi Non Steroid). Akan tetapi, Anda baru bisa menggunakannya dengan resep dokter.

Beberapa jenis obat AINS yang umumnya direkomendasikan oleh dokter seperti ibuprofen, naproxen, atau parasetamol jika disertai demam. Jangan menggunakan obat-obatan ini bila tidak diresepkan dokter.

4. Fisioterapi

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi pasca cedera lecutan adalah dengan melakukan fisioterapi. Fisioterapi berguna untuk mengembalikan fungsi otot, sendi, dan tulang agar perlahan kembali sedia kala.

 

 

Sumber:

  1. WebMD: Neck Strain and Whiplash. https://www.webmd.com/back-pain/neck-strain-whiplash#1 [diakses pada 16 Mei 2019]