Cedera Hamstring: Penyebab, Gejala, Penanganan

cedera-hamstring-doktersehat

DokterSehat.Com – Pernah merasakan rasa nyeri hebat pada bagian belakang paha? Hal ini bisa jadi menandakan bahwa Anda terkena cedera hamstring. Kondisi ini merupakan salah satu kondisi umum yang dialami atlet dan orang yang sering berolahraga. Apa penyebab cedera hamstring? Bagaimana penanganannya? Simak jawabannya dalam artikel ini!

Apa Itu Cedera Hamstring?

Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi akibat ketegangan otot hamstring. Otot hamstring sendiri merupakan satu kelompok yang terdiri dari 3 otot yang terletak di bagian belakang paha. Otot ini memiliki peran penting terutama pada aktivitas kekuatan seperti berlari, melompat, dan memanjat.

Otot hamstring secara aktif menekuk atau melenturkan lutut. Fungsi lain dari otot ini adalah meluruskan atau memperpanjang pinggul ketika paha digerakkan ke belakang. Seseorang dengan otot hamstring yang lemah tetap dapat berjalan dan berdiri dengan normal.

Sedangkan seseorang yang lebih aktif seperti atlet yang lebih sering melakukan aktivitas kekuatan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membutuhkan otot hamstring yang lebih kuat.

Cedera hamstring terjadi ketika salah satu dari ketiga otot mengalami kelebihan beban atau bahkan mulai sobek. Nyeri atau ketegangan otot dapat dirasakan ketika otot digerakkan untuk berlari, melompat, maupun memanjat.

Penyebab Cedera Hamstring

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa cedera otot hamstring terjadi ketika salah satu otot mengalami kelebihan beban. Dapat dikatakan bahwa penyebab cedera hamstring adalah akibat salah satu otot hamstring meregang melebihi batasnya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya cedera otot hamstring seperti berikut ini:

  • Tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  • Melakukan latihan atau olahraga yang membutuhkan peregangan ekstrem seperti lari cepat, berlari, atau menari.
  • Otot bagian paha depan terasa kencang ketika panggul ditarik ke depan dan paha belakang dikencangkan.
  • Pernah mengalami cedera hamstring sebelumnya.
  • Glute (otot pinggul lemah). Kedua otot ini bekerja sama, sehingga jika otot pinggul lemah, maka otot hamstring bisa bekerja terlalu berat dan menjadi tegang.

Gejala Cedera Hamstring

Cedera hamstring ditandai dengan beberapa gejala. Berikut adalah beberapa gejala hamstring yang paling umum terjadi:

  • Nyeri yang kuat dan tiba-tiba muncul ketika latihan, dapat disertai dengan sensasi seperti otot patah atau robek.
  • Nyeri pada bagian belakang paha dan bokong bagian bawah saat berjalan, meluruskan kaki, atau membungkuk.
  • Otot melunak dan pembengkakan muncul dalam jangka waktu beberapa jam setelah cedera terjadi.
  • Memar yang muncul dalam jangka waktu beberapa jam setelah cedera terjadi.
  • Otot melemah dan ketidakmampuan otot untuk menambah beban pada kaki yang mengalami cedera.

Jenis Cedera Hamstring

Tingkat keparahan cedera hamstring dibagi menjadi tiga tingkatan. Berikut adalah ketiga tingkat keparahan cedera otot hamstring:

  • Tingkat 1: tarikan atau ketegangan otot ringan.
  • Tingkat 2: robek otot parsial atau sebagian.
  • Tingkat 3: robekan otot lengkap.

Ketiga tingkat ini menentukan lamanya pemulihan cedera hamstring. Semakin tinggi tingkatnya, tentunya akan semakin serius penanganannya dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan.

Umumnya cedera hamstring tingkat 1 dapat pulih dalam waktu beberapa hari saja. Sedangkan cedera tingkat 2 dan 3 membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh yaitu antara beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.

Diagnosis Cedera Hamstring

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis cedera hamstring. Dokter akan memeriksa beberapa titik di mana otot melunak dan pembengkakan yang terjadi di paha bagian belakang.

Lokasi dan intensitas rasa sakit dapat menentukan tingkat keparahan cedera hamstring yang terjadi. Dokter juga mungkin akan menggerakkan otot Anda untuk mengetahui di bagian mana cedera lebih parah.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kerusakan ligamen atau tendon.

Penanganan Cedera Hamstring

Penanganan cedera hamstring untuk setiap tingkatannya pada dasarnya tidak berbeda jauh, hanya lama waktu pemulihannya saja yang berbeda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung pemulihan cedera hamstring:

  • Istirahatkan kaki. Sebisa mungkin hindari meletakkan beban berat pada kaki. Jika cedera parah, Anda mungkin membutuhkan tongkat atau kruk untuk berjalan.
  • Kompres kaki dengan es untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Angkat kaki menggunakan bantal ketika sedang duduk dan berbaring.
  • Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen atau naproxen untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Lakukan latihan peregangan dan penguatan otot, minta petunjuk dokter untuk melaksanakan latihan ini.
  • Operasi, tindakan ini juga mungkin diperlukan apabila otot terlepas dari tempatnya yang terhubung dengan panggul atau tulang kering. Robekan otot parah juga dapat diperbaiki melalui operasi.

Cara menyembuhkan cedera hamstring dengan cepat adalah dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dokter. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa seseorang yang pernah mengalami cedera ini dapat berpotensi terkena kembali.

Maka dari itu, pastikan bahwa kondisi cedera sudah sembuh total sebelum melakukan aktivitas yang berisiko. Selain itu, sebaiknya batasi aktivitas yang berpotensi menyebabkan cedera datang kembali.

Pencegahan Cedera Hamstring

Cedera hamstring dapat dicegah. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera ini terjadi:

  • Lakukan pemanasan sebelum latihan dan lakukan peregangan setelah latihan.
  • Setelah pulih, tingkatkan intensitas aktivitas fisik secara perlahan, jangan langsung kembali pada aktivitas sebelum cedera. Lakukan mulai dari 10% peningkatan setiap minggunya.
  • Hentikan aktivitas atau olahraga ketika muncul rasa sakit pada bagian belakang paha.
  • Regangkan dan perkuat otot paha belakang untuk mencegah cedera.

 

Sumber:

  1. Hamstring Strain – https://www.webmd.com/fitness-exercise/hamstring-strain diakses 25 April 2019
  2. Hamstring injury – https://www.nhs.uk/conditions/hamstring-injury/ diakses 25 April 2019
  3. Hamstring Injuries – https://www.medicinenet.com/hamstring_injury/article.htm diakses 25 April 2019
  4. Hamstring injury – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hamstring-injury/diagnosis-treatment/drc-20372990 diakses 25 April 2019