Cecep Reza Meninggal, Terkait Pemasangan Ring Jantung?

cecep-reza-doktersehat
Photo Source: Instagram.com/cecepreza_

DokterSehat.Com– Cecep Reza, aktor yang sempat dikenal sebagai pemeran karakter Bombom dalam sinetron Bidadari di awal tahun 2000-an dikabarkan meninggal dunia. Banyak teman-teman dan rekan di dunia selebritis yang terkejut dengan kabar ini.

Cecep Reza Meninggal Dunia, Sempat Pasang Ring Jantung

Cecep Reza yang bernama asli Mochamad Syariful Zannah ini meninggal pada hari ini, Selasa 19 November 2019 pukul 14.50 WIB. Cecep meninggal di usia yang sangat muda, yakni 31 tahun.

Salah satu rekan Cecep, Ade Firman Hakim melalui akun Instagram pribadinya mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan Cecep saat masih hidup. Dalam percakapan ini, terungkap bahwa Cecep ternyata sempat menjalani operasi jantung. Saat itu, Ade bertanya tentang alasan untuk melakukannya. Cecep hanya menjawab pemasangan ring pada jantung.

Belum jelas kapan Cecep melakukan operasi pemasangan ring jantung. Satu hal yang pasti, jenazah Cecep kini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Sate Blora Cirebon, Jl. Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jaktim sebelum dikebumikan.

Apa Itu Ring Jantung?

Ring jantung atau yang juga dikenal dengan nama lain stent adalah sejenis tabung kecil yang dipasang pada pembuluh darah dekat di jantung. Tujuan dari penggunaan alat ini adalah demi mengatasi masalah penyumbatan sirkulasi darah pada jantung.

Biasanya, mereka yang diminta untuk memasang ring jantung adalah pengidap masalah penyakit jantung koroner. Mereka yang mengalami masalah penyumbatan pembuluh darah akibat plak yang semakin menumpuk pada pembuluh darah akibat masalah kolesterol tinggi juga bisa diminta untuk memasangnya demi mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Prosedur Pemasangan Ring Jantung

Proses pemasangan ring jantung harus dilakukan oleh dokter yang memang sudah ahli melakukannya. Biasanya, awal dari proses ini adalah dengan memasukkan kateter pada pembuluh darah yang ada di bagian lengan atau di sekitar pangkal paha. Setelahnya dokter juga memasang sejenis balon dan kabel penuntun. Kabel penuntun inilah yang bisa mengendalikan balon sekaligus ring ke bagian pembuluh darah yang dianggap bermasalah.

Saat berada di luar tubuh, balon berada dalam kondisi kempis, namun saat ada di bagian dalam tubuh, balon ini mengembang dan membuat ring juga ikut mengembang sehingga membuat pembuluh darah menjadi lebih lebar. Balon kemudian dikempiskan lalu dikeluarkan dari dalam tubuh.

Proses pemasangan ring ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam, namun setelah operasi, pasien biasanya membutuhkan pemulihan selama beberapa hari dan mendapatkan pengawasan dokter di rumah sakit.

Risiko Pasang Ring Jantung

Meski bisa memberikan manfaat kesehatan, khususnya bagi mereka yang mengidap masalah jantung koroner, pakar kesehatan menyebut pemasangan ring jantung memiliki risiko tersendiri.

Berikut adalah beberapa risiko pasang ring jantung:

  1. Memicu Alergi

Bahan dari ring jantung yang masuk ke dalam tubuh hingga obat-obatan yang dikonsumsi pasien pemasangan ring jantung bisa saja menyebabkan reaksi alergi pada tubuh pasien.

  1. Perdarahan atau Pembekuan Darah

Dalam beberapa kasus, pemasangan kateter justru bisa menyebabkan perdarahan atau penggumpalan darah yang bisa saja berbahaya.

  1. Bisa Menyebabkan Kerusakan Organ Kardiovaskular

Meski kasusnya jarang terjadi, dalam beberapa kasus pemasangan ring jantung menyebabkan efek samping berupa rusaknya pembuluh darah, katup jantung, hingga menyebabkan ketidakteraturan denyut jantung.

  1. Bisa Menyebabkan Serangan Jantung

Kasus serangan jantung sebagai efek samping pemasangan kateter juga jarang terjadi, namun jika sampai hal ini muncul, bisa saja menyebabkan kematian mendadak.

  1. Bisa Menyebabkan Gangguan Ginjal

Risiko pemasangan ring jantung yang terakhir adalah bisa menyebabkan gangguan ginjal. Gangguan pada sirkulasi darah bisa menyebabkan datangnya gangguan pada ginjal.

 

Sumber:

  1. Pietrangelo, Ann. 2016. What is a cardiac stent?. healthline.com/health/heart-disease/stent. (Diakses pada 19 November 2019).