Terbit: 7 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cauliflower ear adalah kelainan bentuk daun telinga yang disebabkan oleh trauma atau cedera akibat olahraga atau kecelakaan. Ketahui selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Cauliflower Ear: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Cauliflower Ear?

Cauliflower ear adalah kelainan pada bentuk telinga luar akibat cedera. Cedera dapat disebabkan oleh pukulan benda tumpul yang mengakibatkan penyumbatan suplai darah dan pembekuan darah di daun telinga atau disebut pinna.

Ketika suplai darah terganggu, baik oleh penumpukan darah atau tekanan yang disebabkan oleh pembengkakan, tulang rawan bisa mati. Kondisi ini menyebabkan penebalan, jaringan parut, pembentukan tulang rawan baru, dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk daun telinga.

Penumpukan darah yang juga dikenal sebagai perichondrial hematoma atau telinga pegulat ini harus segera diobati agar tidak menyebabkan keparahan kondisi.

Tanda dan Gejala Cauliflower Ear

Ketika mengalami cedera daun telinga akibat benturan, kemungkinan akan menyebabkan darah mengendap di sekitar area cedera, suplai darah ke tulang rawan telinga terhambat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Berikut ini gejala cauliflower ear awal dan yang paling umum:

  • Rasa sakit.
  • Pembengkakan.
  • Kemerahan.
  • Memar.
  • Berdarah.
  • Perubahan bentuk telinga.

Dalam beberapa kasus, gejala cauliflower ear yang parah atau infeksi menyebabkan kondisi berikut:

  • Telinga berdenging.
  • Gangguan pendengaran.
  • Sakit kepala.
  • Pendarahan hebat.
  • Penglihatan kabur.
  • Pembengkakan wajah.
  • Kemerahan dan nyeri meningkat.
  • Demam.
  • Keluar nanah atau cairan berbau busuk.

Baca Juga: Infeksi Telinga: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis untuk pengobatan hematoma, yaitu kumpulan darah di luar pembuluh darah. Semakin awal hematoma mendapatkan perawatan, semakin kecil kemungkinannya berkembang menjadi cauliflower ear.

Nyeri dan pembengkakan akibat cedera telinga luar biasanya akan mereda setelah beberapa hari. Jika tidak diobati, penggumpalan darah dan pembengkakan secara bertahap mengeras selama 7-10 hari di daun telinga. Kondisi ini membuat perubahan bentuk telinga yang permanen. Dalam beberapa kasus, telinga bisa lepas ketika tulang rawan mati.

Penyebab Cauliflower Ear

Kelainan bentuk daun telinga biasanya terjadi akibat trauma atau cedera tumpul yang memengaruhi telinga luar. Trauma menyebabkan penggumpalan darah kecil dan menghambat aliran darah, yang menyebabkan kerusakan jaringan. Terkadang, cedera dapat menarik tulang rawan terlepas dari kulitnya.

Namun, kondisi tersebut juga dapat terjadi akibat infeksi telinga, terutama akibat tindikan di bagian atas telinga. Sampai sekitar 35 persen dari tindikan menyebabkan komplikasi kecil, tetapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.

Dalam kedua kasus tersebut, kerusakan jaringan relatif kecil dan mengakibatkan jaringan parut. Di sisi lain, tulang rawan bisa mati akibat kekurangan suplai nutrisi penting sehingga daun telinga berisiko terlipat karena tidak memiliki dukungan yang diberikan oleh tulang rawan.

Faktor Risiko Cauliflower Ear

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami kelainan bentuk daun telinga:

  • Olahraga. Latihan apa pun kemungkinan menyebabkan trauma benda tumpul meningkatkan risiko kelainan bentuk daun telinga. Olahraga ini termasuk seni bela diri, tinju, rugby, dan gulat.
  • Kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi pada siapa pun, terutama ketika tidak mengenakan helm saat berkendara sepeda motor, atau kecelakaan kendaraan lainnya.
  • Perkelahian fisik. Pukulan selama perkelahian dapat mengakibatkan cedera pada sisi kepala, terutama pada daun telinga.
  • Tindik telinga. Tindikan pada telinga pada khususnya jika tidak menjaga kebersihannya, kemungkinan meningkatkan risiko infeksi. Infeksi dapat menyebabkan tulang rawan terpisah, mengakibatkan komplikasi lebih lanjut.

Diagnosis Cauliflower Ear

Kondisi ini tidak memerlukan tes apa pun, tetapi dokter atau tenaga medis akan memeriksa kondisi daun telinga dan menentukan pengobatannya.

Baca Juga: 9 Fungsi Daun Telinga yang Sangat Penting bagi Kehidupan Manusia

Pengobatan Cauliflower Ear

Jika mengalami cedera menyebabkan penyumbatan di jaringan di daun telinga, masih ada kemungkinan untuk mengurangi risiko kelainan bentuk daun telinga. Tujuan pengobatan untuk meredakan penyumbatan sehingga darah dapat mengalir kembali ke jaringan yang terkena.

Berikut ini beberapa cara mengobati cauliflower ear:

1. Perawatan Awal

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memberi kompres dingin pada cedera secepat mungkin. Kompres dingin bisa dapat diberikan dengan interval waktu 15 menit. Cara ini akan membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah kelainan bentuk telinga. Cara ini hanya bersifat sementara, untuk itu segera dapatkan perawatan medis.

2. Mengatasi Penyumbatan Darah

Dokter mungkin dapat mengobati penyumbatan darah dengan mengeluarkan darah berlebih dari telinga. Dokter akan membuat sayatan di lokasi luka sehingga darah bisa keluar dari area luka.

Setelah darah dikeluarkan, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membantu mencegah infeksi. Dokter juga akan memberikan perban di telinga untuk memastikan kesembuhan pada bentuk telinga.

Pasien harus menghindari aktivitas yang menyebabkan trauma tambahan di telinga sampai telinga benar-benar sembuh. Oleh karenanya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang kapan dapat melanjutkan aktivitas normal.

3. Operasi

Cauliflower ear bisa bersifat permanen, tetapi dalam beberapa kasus mungkin penampilan telinga luar akan kembali seperti normal setelah menjalani operasi korektif atau dikenal sebagai otoplasti.

Dalam prosedur operasi, dokter akan membuat sayatan di belakang telinga untuk mengekspos tulang rawan. Dokter kemudian akan mengangkat beberapa tulang rawan atau menggunakan jahitan untuk membentuk kembali telinga. Sebelumnya pasien mungkin diberi anestesi, tetapi dalam beberapa kasus, anestesi lokal dapat digunakan.

Pencegahan Cauliflower Ear

Hal terbaik yang harus dilakukan adalah mencegahnya trauma sejak awal. Jika menjalani olahraga berisiko tinggi seperti gulat, sebaiknya mengenakan helm untuk melindungi diri dari cedera.

Perlindungan sangat penting, terutama bagi anak-anak. Gunakanlah perlengkapan pelindung kepala yang termasuk pelindung telinga, dan pastikan anak selalu memakai alat pelindung ini saat sedang olahraga kontak.

Pastikan pula anak dan pelatihnya memahami tanda dan gejala awal cauliflower ear dan pentingnya mencari pertolongan medis segera.

Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan pengencer darah saat menjalani olahraga kontak. Pengencer darah dapat meningkatkan risiko kelainan bentuk telinga, jadi pastikan menghindari penggunaannya sebelum memulai olahraga kontak untuk membantu pencegahan.

Ingat! Jangan pernah berhenti minum obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

  1. Anonim. 2020. Cauliflower Ear. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/cauliflower-ear-symptoms-causes-treatments#1. (Diakses pada 7 September 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. What is Cauliflower Ear?. https://www.summitmedicalgroup.com/library/pediatric_health/sma_cauliflower_ear/. (Diakses pada 7 September 2020)
  3. Hayes, Kristin. 2020. Cauliflower Ear Prevention and Treatment. https://www.verywellhealth.com/cauliflower-ear-prevention-and-treatment-1191887. (Diakses pada 7 September 2020)
  4. Madormo, Carrie. 2017. Everything You Should Know About Cauliflower Ear. https://www.healthline.com/health/cauliflower-ear. (Diakses pada 7 September 2020)
  5. Wilson, Stuart. 2017. What’s to know about cauliflower ear?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316220#Causes. (Diakses pada 7 September 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi