Terbit: 13 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Menjelang bulan Ramadhan, banyak orang yang mulai memperbaiki kondisi rumahnya. Salah satunya adalah dengan memperbarui warna cat rumah. Sebagai informasi, di banyak tempat, mengecat kembali rumah sebelum bulan puasa adalah tradisi yang wajar dilakukan demi menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Cat Rumah Baru? Waspadai Baunya

Meskipun bisa membuat penampilan rumah menjadi lebih segar, banyak orang yang mengeluhkan sensasi pusing atau sesak napas setelah menghirup bau cat atau thinner yang menyengat. Sebenarnya, apakah bau cat dan thinner ini bisa membahayakan kesehatan?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa rumah yang baru saja dicat sebaiknya jangan ditempati terlebih dahulu. Bukalah ventilasi lebar-lebar dan jika perlu, pasang kipas angin demi ‘mengusir’ bau cat dan thinner yang masih menyengat. Sebagai informasi, cat biasanya terdiri dari bahan layaknya pelarut, pewarna, dan berbagai bahan kimia lainnya. Sementara itu, aroma cat yang kuat biasanya berasal dari bahan pelarutnya yang memakai bahan dasar minyak.

Bahan pelarut cat ini memiliki kandungan volatile organic compound (VOC) yang mudah menguap. Jika kita tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, dikhawatirkan menghirup kandungan ini mampu memicu gejala seperti pusing, mata perih, hingga sesak napas. Jika kita kerap menghirupnya dalam jangka panjang, kita bahkan bisa meningkatkan risiko terkena kanker atau gangguan saraf.

Kandungan VOC ternyata juga sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa saja memicu gangguan pada kandungan. Karena alasan inilah banyak orang yang meminta ibu hamil untuk tidak menempati ruangan yang baru saja dicat dalam waktu kurang dari 48 jam.

Memang, kita bisa menggunakan masker untuk mengurangi paparan bau dari aroma cat baru di dalam rumah, namun, penggunaan masker dalam waktu lama tentu akan membuat rasa tidak nyaman. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidak menggunakan ruangan yang baru saja dicat dan menggunakan kipas angin atau membuka ventilasi ruangan demi menghilangkan baunya terlebih dahulu.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi