DokterSehat.Com– Warna tinja atau kotoran tertentu ternyata bisa menunjukkan sejumlah penyakit, yang kemungkinan perlu mendapat perhatian medis. Namun Anda tak perliu bingung dengan warna tinja atau buang air besar (BAB).

doktersehat-toilet-wasir-kencing-berdarah

Anda bisa mempelajari cara mengamati indikator warna tinja tertentu, dengan memperhatikan warna kotoran dan mungkin bisa menghindari masalah kecil. Anda juga bisa belajar kapan Anda harus menemui dokter Anda tentang masalah pencernaan Anda. Berikut bagaimana cara mengamati warna tinja Anda, seperti melansir WikiHow.

1. Tinja berwarna merah atau hitam
Ini bisa berpotensi menjadi pertanda adanya kesalahan pada sistem pencernaan Anda. Kotoran merah kehitaman dan terang bisa menjadi indikator pendarahan di suatu tempat di usus, atau dari sesuatu yang lebih kecil seperti wasir.

Perdarahan dari usus halus biasanya menghasilkan melena atau hitam, kotoran berlendir. Perdarahan yang berasal dari saluran gastrointestinal yang lebih rendah (seperti perdarahan dari wasir) biasanya berakibat pada darah berwarna merah terang.

Ada faktor lainnya seperti diet dan obat-obatan yang bisa mewarnai kotoran hitam dan merah, tapi jika Anda khawatir, sebaiknya berbicara dengan dokter Anda.

2. Tinja berwarna putih, abu-abu, atau berwarna terang
Empedu berkontribusi pada pewarnaan tinja, jadi kekurangan warna ini sebenarnya bisa menunjukkan tidak adanya empedu. Ini bisa berarti ada sesuatu yang menghalangi saluran empedu, yang berpotensi menjadi indikator masalah medis serius.

Jika Anda pernah memperhatikan tinja berwarna putih atau terang, pastikan Anda segera berbicara dengan dokter Anda. Kotoran putih biasanya diakibatkan oleh steatorrhea (ekskresi lemak) yang dapat mengindikasikan masalah pankreas.

3. Tinja berwarna cokelat adalah yang paling normal
Warna tinja bisa berkisar dari cokelat, kuning hingga hijau dan tetap dianggap normal dan sehat, warna cokelat sedang adalah yang paling umum.

Warna kotoran berubah menjadi cokelat melalui proses rumit di saluran pencernaan. Pada dasarnya, warna berasal dari protein hemoglobin yang dipecah untuk membuat bilirubin di hati.

4. Makanan tertentu bisa menyebabkan perubahan warna tinja
Pewarnaan makanan, sayuran berdaun, dan bahkan bit bisa mewarnai tinja. Ini normal. Misalnya, mengonsumsi sayuran hijau berdaun seperti kangkung atau bayam bisa memberi warna hijau pada tinja Anda, dan memakan bit berpotensi mengubah warna tinja menjadi kemerahan. Ini seharusnya tidak menjadi peringatan, terutama jika Anda baru saja memakan makanan ini.

Yang jarang adalah jika tinja merah merupakan indikator serius dari suatu masalah di usus. Bahkan tinja merah terang hanya bisa disebabkan oleh perdarahan dari kondisi ringan dan umum seperti wasir.

5. Makanan berlemak tinggi bisa menyebabkan tinja kuning
Jika Anda melihat tinja berwarna kuning (steatorrhea), ini bisa menjadi tanda kurangnya penyerapan lemak di jalur pencernaan Anda. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan masalah dengan menyerap lemak. Jika tinja kuning ini bertahan lebih dari dua hari, hubungi dokter Anda.

Kotoran kuning yang juga sangat berbau atau berminyak juga bisa menjadi pertanda adanya masalah alergi atau alergi terhadap gluten. Dokter Anda dapat memastikan apakah ini penyebabnya atau tidak.

6. Obat apa yang Anda minum
Banyak obat, dari suplemen vitamin, obat anti-diare hingga obat resep, dapat menyebabkan perubahan warna tinja. Perubahan warna ini normal bila dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan tersebut, jadi pastikan untuk membaca label peringatan atau efek samping pada apapun yang Anda konsumsi secara reguler.

Suplemen zat besi berpotensi mengubah tinja hijau atau hitam, sementara bismut subsalicylate (anti-diare yang ditemukan di Pepto Bismol) juga bisa mengubah tinja menjadi hitam.

7. Bayi yang baru lahir sering memiliki tinja berwarna hitam
Dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, benar-benar normal untuk beberapa tinja hitam muncul di popok bayi Anda. Ini akan berlalu dalam 2-4 hari, setelah bayi mendapatkan semua mekonium (kotoran) dari tubuhnya. Ini kemungkinan akan beralih ke warna hijau dan akan tetap konsistensi lembek.

Kotoran bayi Anda saat menyusui kemungkinan akan lembek, dan warnanya hijau atau kuning. Ini normal. Bayi yang diberi susu formula mungkin memiliki tinja lembek yang lebih cokelat daripada bayi yang disusui, tapi ini juga normal.

Jika BAB Anda berwarna seperti yang disebutkan di atas, segera lakukan beberapa langkah ini:

  • Carilah pertolongan medis untuk tinja merah terang atau hitam
  • Pahami kelangkaan warna tinja yang menunjukkan kondisi medis yang sangat serius
  • Periksakan ke dokter jika Anda khawatir
  • Pertimbangkan gejala fisik lainnya yang terkait dengan perubahan warna tinja Anda

Sementara itu, agar warna BAB Anda tetap normal, terapkan langkah-langkah ini:

  • Cukup minum agar tetap terhidrasi
  • Pertahankan diet sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Perhatikan tingkat stres Anda