Terbit: 19 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ingin menurunkan berat badan namun malas atau tidak ingin repot melakukan diet?

Sederhana namun Efektif, Ini 3 Cara Jitu Turunkan Berat Badan Tanpa Diet

Biasanya, hal ini tentu tidak mungkin terjadi ya. Seperti yang kita ketahui, salah satu cara menurunkan berat badan dengan efektif, selain olahraga, adalah dengan melakukan pengaturan pola makan dengan prinsip tertentu atau diet.

Nah, diet ini biasanya memiliki cara kerja yang cenderung membuat sebagian orang merasa sulit menerapkan secara terus menerus atau merasa tertekan, sehingga melakukan diet menjadi tidak bisa optimal hasilnya.

Lantas, jika tidak ingin melakukan diet namun berat badan juga tetap ingin turun, bagaimana caranya?

Beberapa cara bisa Anda lakukan dalam mengatur pola makan. Hal ini tentu berbeda dengan diet karena hanya menerapkan beberapa hal atau membiasakan pola makan saja.

Meskipun tidak seefektif melakukan diet cukup ketat atau berolahraga ekstrem, namun beberapa cara di bawah ini bisa menjadi dasar cara menurunkan berat badan yang cukup baik dan tidak jarang akan mendukung diet yang cukup sehat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Beberapa cara jitu yang mampu menurunkan berat badan tanpa diet adalah:

1. Mengutamakan memilih makanan yang kandungan kalorinya rendah

doktersehat-sayuranPrinsip dasar dalam penurunan berat badan adalah asupan kalori yang masuk lebih rendah dari kalori yang keluar. Dalam diet, hal ini biasa diartikan dengan mengurangi makan.

Langsung mengurangi makan saat diet akan cenderug membuat kita merasa tertekan dalam menjalani diet. Ketimbang melakukan hal tersebut, memilih jenis makanan yang rendah kalori bisa jadi cara yang super jitu.

Makanan yang kandungan kalorinya rendah bisa Anda konsumsi dalam jumlah banyak tanpa berpengaruh pada peningkatan berat badan. Makanan rendah kalori yang dipilih dengan jenis yang tepat juga tetap dapat memberi rasa kenyang dalam tubuh lebih lama.

Beberapa jenis makanan rendah kalori yang bisa Anda pilih adalah:

  • Sayuran yang rendah kalori dan tinggi cairan, misalnya ketimun, selada atau tomat
  • Sup sayuran dengan kaldu nabati
  • Makanan harian yang diolah dengan metode masak rendah lemak, misalnya lauk hewani maupun nabati yang dipanggang atau rebus.

2. Menghindari makanan dengan kandungan gula, garam dan lemak berlebih

Mimuman-kemasan-doktersehat-1

Photo Credit: Flickr.com/ Tetra Pak

Selain memilih makanan yang kandungan kalorinya rendah, makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan lemak adalah makanan yang sebaiknya Anda hindari.

Ketiga jenis zat gizi tersebut dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh kurang mampu mengontrol nafsu makan.

Beberapa tips yang ampuh untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula, garam dan lemak adalah:

  • Batasi konsumsi gula maksimal 4 sendok atau porsi dalam sehari, minyak atau gorengan tidak lebih dari 5 porsi dan garam tidak lebih dari 1 sendok teh.
  • Hindari memilih minuman manis kemasan atau camilan dalam kemasan
  • Gunakan garam meja sehingga penggunaan garam bisa dikontrol
  • Tidak memilih metode masak yang digoreng, goreng tepung atau bersantan.

3. Makan lebih sering

hamil-makanan-mentah-doktersehat-1Cara terakhir agar berat badan turun tanpa diet adalah dengan makan lebih sering. Mengapa hal ini justru dianjurkan?

Makan lebih sering, dengan jeda waktu yang tepat, baik untuk makan utama ataupun camilan, merupakan cara yang cukup ampuh agar asupan makanan menjadi lebih terkontrol dan nafsu makan lebih teratur.

Hal ini juga membuat metabolisme tubuh mampu beradaptasi dengan baik sehingga fungsi kerja organ dan sistem tubuh bisa lebih maksimal.

Tips:  Usahakan untuk makan utama 3 kali dalam sehari dengan jeda antar waktu makan utama sekitar 6-7 jam.  Diantara tiap waktu makan tersebut, atau 2-3 jam setelah makan utama, konsumsi camilan berat yang rendah kalori dan bebas gula, garam dan lemak, agar penurunan berat badan bisa dicapai dengan lebih optimal.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi