Terbit: 5 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh WHO, sperma dikatakan sehat dan mudah melakukan pembuahan kalau jumlahnya paling tidak 15-39 juta per mililiter cairan mani. Kurang dari itu, sperma akan sudah membuahi sel telur sehingga pria bisa alami gangguan kesuburan.

Cara Terbaik untuk Tingkatkan Jumlah Sperma

Agar gangguan kesuburan ini bisa dihindari dan jumlah sperma bisa ditingkatkan, lakukan beberapa cara di bawah ini.

1. Olahraga dan tidur cukup
Salah satu faktor yang membuat jumlah sperma jadi menurun adalah kegemukan atau obesitas. Untuk membuat jumlah sperma kembali banyak dan normal, olahraga harus dilakukan secara rutin setiap hari dan BMI turun sebagai tanda kadar lemak dalam tubuh tidak tinggi.

Penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2017 terhadap pria yang menjalani program aerobik 16 minggu diperolah data yang cukup positif. Pria yang jalani aktivitas ini mengalami kenaikan jumlah sperma hingga 45 persen dan konsentrasi mani yang dihasilnya juga lebih banyak.

2. Mengurangi stres
Stres menyebabkan pria alami gangguan hormon yang menyebabkan gangguan pada jumlah sperma yang dihasilkan. Agar jumlah sperma bisa naik atau paling tidak bisa bertahan pada jumlah normal, pria disarankan untuk mengurangi stresnya dan juga melakukan relaksasi seperti traveling atau meditasi.

3. Berhenti merokok
Merokok menyebabkan penurunan jumlah sperma dengan jumlah cukup banyak. Kalau Anda ingin jumlah sperma meningkat, kurangi rokok atau akan lebih baik lagi berhenti merokok.

4. Menghindari alkohol dan narkotika
Sama halnya dengan rokok, konsumsi alkohol berlebih dan penggunaan narkoba dengan jenis apa pun akan memberikan efek buruk pada tubuh khususnya menurunkan jumlah sperma.

5. Mendapatkan vitamin D dan kalsium cukup
Meski penelitian terkait vitamin D dan kalsium untuk memperbanyak jumlah sperma masih sedikit, beberapa pasien yang kadar spermanya rendah bisa dibantu dengan pemberian suplemen atau serum berbahan Vitamin D dan kalsium.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi