Terbit: 19 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebagaimana kita tahu, clay mask menjadi produk kecantikan yang booming belakangan ini. Pasalnya, bahan yang juga dikenal dengan masker lumpur ini terbukti dapat mengangkat segala racun dan kotoran dan menjadikan wajah tampak lebih segar dan sehat.

Cara Tepat Menggunakan Clay Mask agar Kulit Tetap Lembut dan Sehat

Photo Credit: My Organic Zone

Clay Mask sendiri memang diketahui memiliki kandungan ion negatif yang sangat kuat, sehingga dapat melepaskan segala racun yang ada di kulit. Selain itu, clay mask juga diketahui dalam mencegah munculnya bakteri pada kulit dan membantu mengecilkan pori-pori.

Namun dengan manfaatnya yang luar biasa itu, nyatanya masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat menggunakan clay mask. Alhasil, kulit malah akan rusak dan mengering. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, menurut ahli facial ternama Sharon McGlinchey, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakannya.

“Ada beberapa fase dalam clay mask, pertama fase basah, di mana kulit menyerap mineral bermanfaat dari luar. Setelahnya, Anda akan memasuki fase kering, yang melatih kapiler dan merangsang aliran darah saat masker mendingin dan berkontraksi,” ungkapnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

“Namun kemudian, akan ada fase kering yang menarik kelembaban dari permukaan kulit dan menyebabkan dehidrasi dan iritasi. Tak hanya membuat kulit terasa kering dan kencang, kadang ada rasa gatal ketika ada mengoleskan krim wajah. Kalau begini, Anda hanya akan merusak kulit yang baru dibersihkan,” lanjutnya.

Karenanya, Sharon McGlinchey melanjutkan bahwa Anda sebaiknya tidak perlu menunggu hingga fase kering tiba. Jika sudah dirasa cukup, coba sentuh masker Anda, dan jika sudah mulai menunjukkan tanda mengering, atau warna berubah jadi terang, maka inilah saat yang tepat untuk membersihkannya. Tindakan yang tepat tentunya akan memberikan hasil yang maksimal. Selamat mencoba!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi