Terbit: 25 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bagi mereka yang mengalami masalah berat badan, program diet dianggap bisa mengatasi hal ini dengan efektif. Hanya saja, karena berbagai macam alasan, program diet ini bisa gagal untuk dilakukan. Sayangnya, salah satu penyebabnya adalah penggunaan ponsel. Sebenarnya, apa sih kaitan antara ponsel dengan keberhasilan program diet?

Begini Cara Ponsel Bisa Merusak Diet Kita

Dampak Ponsel bagi Keberhasilan Program Diet

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Columbia University, Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa penggunaan ponsel ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi lingkar pinggang kita. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa penggunaan ponsel hingga lebih dari 6 jam per hari bisa meningkatkan risiko obesitas dan gangguan kesehatan lainnya hingga 43 persen.

Berikut adalah beberapa alasan menapa ponsel bisa merusak diet.

  1. Bisa Menyebabkan Stres dan Kecemasan

Tanpa disadari, penggunaan ponsel dengan berlebihan bisa menyebabkan kecanduan. Kita seperti merasa cemas dan stres jika tidak menyentuh ponsel untuk sementara waktu. Kita juga seperti penasaran dengan adanya notifikasi atau hal-hal baru di media sosial sehingga sulit untuk benar-benar melepaskannya.

Masalahnya adalah hal ini juga bisa memberikan dampak kesehatan lainnya. Stres bisa mengacaukan sistem hormon, sistem kekebalan tubuh, dan laju metabolisme. Hal inilah yang kemudian bisa menyebabkan gangguan nafsu makan. Kita pun akan lebih rentan terkena kenaikan berat badan jika menuruti pola makan yang tidak sehat ini.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Kita Lebih Malas Berjalan

Penggunaan ponsel yang mengasyikkan memang bisa membuat kita terus memainkannya sambil duduk atau tiduran. Hal ini tentu akan membuat kita menjadi kurang gerak. Selain itu, jika kita terbiasa menggunakan ponsel saat berolahraga seperti berjalan kaki atau berlari, hal ini juga bisa membuat manfaat olahraga ini berkurang.

Hal ini disebabkan oleh gerakan tubuh yang menjadi lebih lambat saat kita memainkan ponsel saat berolahraga. Hal ini tentu akan membuat proses pembakaran kalori ikut melambat dan akhirnya membuat berat badan tidak bisa turun.

  1. Membuat Kita Makan Lebih Banyak

Kini, semakin banyak orang yang terbiasa makan sambil memainkan ponselnya, membaca artikel atau menonton video di laptop, hingga menonton televisi. Meskipun hal ini sangat menyenangkan untuk dilakukan, kebiasaan ini bisa merusak pola makan, khususnya dalam membuat kita makan dengan porsi yang berlebihan.

Pikiran yang terbelah karena makan sambil memainkan hal lainnya kesulitan untuk memastikan bahwa perut sebenarnya sudah terisi makanan. Sinyal kenyang pun tak kunjung sampai ke otak sehingga kita seperti terus ingin makan meski perut sebenarnya sudah terisi. Hal ini tentu akan membuat berat badan naik.

  1. Merusak Siklus Tidur

Salah satu hal yang bisa memberikan pengaruh besar bagi keberhasilan diet atau program penurunan berat badan adalah tidur yang berkualitas. Sayangnya, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan ponsel menurunkan kualitas tidur dengan drastis.

Hal ini disebabkan oleh paparan layar ponsel yang membuat kadar hormon melatonin menurun dengan drastis. Padahal, hormon ini sangatlah penting karena menentukan kapan kita mengantuk. Jika sampai hal ini terjadi, maka kita tidak akan mudah mengantuk dan tak kunjung bisa tidur dengan nyenyak. Risiko terkena kurang tidur pun akan semakin meningkat.

  1. Membuat Malas Berolahraga

Penggunaan ponsel dengan berlebihan terbukti bisa menurunkan minat atau keinginan untuk berolahraga. Kita juga cenderung semakin malas dan kurang gerak. Padahal, olahraga sangatlah penting bagi keberhasilan program penurunan berat badan.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. 5 ways your phone is ruining your weight loss journey. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/weight-loss/5-ways-your-phone-is-ruining-your-weight-loss-journey/photostory/72940150.cms. (Diakses pada 25 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi