Terbit: 20 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bunda harus memerhatikan cara penyimpanan ASI yang benar agar si Kecil mendapatkan asupan terbaik walaupun tidak minum ASI secara langsung. Ketahui cara menyimpan ASI, lama penyimpanan ASI, dan semua aturan yang harus Bunda perhatikan! 

Cara Penyimpanan ASI yang Benar, Panduan Wajib Bunda!

Cara Penyimpanan ASI yang Benar 

Bunda mungkin sibuk bekerja atau beraktivitas di luar sehingga tidak dapat memberikan ASI secara langsung atau merasa lebih tenang untuk memiliki stok ASI untuk si Kecil. Apapun alasannya, Anda dapat menyetok ASI perah hanya bila mengetahui cara penyimpanan, pendinginan, dan pemberian ASI perah yang tepat. 

Pembahasan ini akan menjelaskan secara rinci semua aturan penyimpanan ASI agar si Kecil tetap mendapat asupan ASI segar berkualitas. Berikut ini cara menyimpan ASI dengan benar: 

Tempat  Penyimpanan

Temperatur

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Lama Penyimpanan ASI

Suhu Ruangan

20°C-25 °C (68 °F-77 °F).

4-6 jam

Kotak Pendingin

2-8°C (36-46°F)

Sekitar 24 jam

Kulkas

4°C (39 °F) atau lebih dingin

4 hari

Freezer

<-20°C

3-6 bulan

Freezer yang Sangat Beku

-20°C (-4°F)

9-12 bulan

1. Cara Menyimpan ASI di Kulkas 

Ikuti petunjuk menyimpan ASI di dalam kulkas, sebagai berikut: 

  • Gunakan botol ASI bersih dengan bahan bebas BPA.
  • Tutup rapat botol atau tempat penyimpanan ASI. 
  • Segera masukan ASI ke dalam kulkas sesegera mungkin saat Anda selesai meremasnya. 
  • Jangan menambahkan susu yang baru diperah (suhu tubuh) ke susu yang sudah didinginkan (suhu dingin). Anda hanya boleh mencampur susu dengan suhu yang sama. 
  • Simpan ASI di rak kulkas bagian dalam, jangan di rak pintu kulkas karena suhunya kurang konsisten. 
  • Simpan dalam suhu kulkas 4°C (39 °F) atau lebih dingin. 
  • Umur simpan ASI dalam kulkas bisa bertahan selama 5 hari. 

2. Cara Menyimpan ASI di Freezer 

Berikut ini cara menyimpan ASI di freezer atau bagian lemari pembeku di dalam kulkas: 

  • Segera bekukan ASI setelah Anda peras. 
  • Sebaiknya bekukan susu di dalam botol dalam porsi kecil kurang dari 60 ml agar memudahkan proses pencairan susu. 
  • Jangan isi botol penuh karena ASI beku akan bertambah volumenya.
  • Anda bisa mencampur susu beku dengan susu bersuhu dingin. Jangan mencampur susu dalam suhu normal ke susu dalam suhu beku. 
  • Gunakan botol atau wadah susu yang aman untuk dibekukan. 
  • Masukan susu ke bagian dalam freezer untuk suhu yang konsisten. 
  • Susu beku dalam suhu <18°C bisa bertahan selama kurang lebih 3-6 bulan. 

Baca Juga: 18 Manfaat ASI bagi Bayi dan Ibu (Wajib Diketahui)

3. Cara Menyimpan ASI di Insulated Bag Cooler (Tas Pendingin) 

Anda mungkin sedang bepergian bersama si Kecil seharian. Menggunakan insulated cooler bag/box atau tas/boks pendingin untuk menyimpan beberapa botol ASI bisa menjadi solusi terbaik. 

Berikut ini cara menyimpan ASI dalam tas pendingin: 

  • Pastikan kotak pendingin tersebut berfungsi dengan baik.
  • Simpan ASI dalam botol atau plastik penyimpanan yang bersih dan tertutup rapat. 
  • Umur simpan ASI dalam tas pendingin sekitar 24 jam. 
  • Anda bisa menambahkan es batu untuk menjaga kualitas ASI. 
  • Bila masih belum digunakan, pindahkan ASI ke kulkas atau freezer setelah 24 jam. 

4. Cara Menyimpan ASI di Suhu Ruangan 

Bagaimana cara menyimpan ASI dalam suhu ruangan? Berikut ini aturannya: 

  • Simpan ASI dalam botol yang bersih dan tertutup rapat dalam suhu ruangan 20°C-25 °C (68 °F-77 °F).
  • Sebaiknya simpan susu dalam porsi kecil, 50-100 ml. 
  • ASI dalam suhu ruangan hanya bisa bertahan selama 6 jam, namun sebaiknya hanya memberikan bayi ASI yang sudah disimpan selama 4 jam saja. 
  • Bila Anda memiliki ASI sisa yang tidak habis diminum, ASI tersebut hanya aman digunakan dalam 2 jam ke depan. 
  • Bila Anda segera memasukan ASI sisa ke kulkas, ASI masih aman digunakan untuk jadwal minum susu selanjutnya. 

Itulah pembahasan tentang bagaimana cara menyimpan ASI dan berapa lama penuimpanan ASI yang aman. Selanjut, mari pelajari lebih lanjut tentang wadah yang tepat untuk menyimpan ASI peras. 

Tempat Penyimpanan ASI 

Bunda juga harus memerhatikan tempat untuk penyimpanan ASI tersebut. Perhatikan tempat ASI yang tepat dan aman dalam penjelasan berikut ini: 

  • Botol Susu Plastik. Gunakan botol susu plastik dengan keterangan bebas BPA. BPA adalah bahan kimia sebagai pelapis plastik yang dilarang karena efek samping jangka panjang.  
  • Botol Kaca. Botol kaca bebas BPA dan tentu bisa digunakan dalam jangka panjang. Bila Anda ingin menyimpan ASI dalam freezer, sebaiknya tidak menggunakan botol kaca karena riskan akan retak dalam suhu sangat dingin. 
  • Kantong ASI Khusus. Sekarang tersedia kantong khusus tanpa BPA untuk menyimpan ASI. Kantong ASI lebih mudah digunakan dan harganya juga relatif murah. Anda tidak perlu mencucinya karena kantong ini sekali pakai, namun riskan bocor. 

Tergantung pilihan Anda, ketiga wadah ASI bisa digunakan sesuai kebutuhan. Bila Anda ingin menyimpan ASI dalam freezer, lebih baik gunakan kantong ASI. Bila ingin menyimpannya di kulkas, botol kaca dan plastik juga aman digunakan. Anda hanya perlu memastikan semua wadah tersebut bersih dan tertutup rapat. 

Baca Juga: 10 Manfaat Almond untuk Ibu Menyusui (ASI Lancar)

Aturan Penyimpanan ASI 

Perhatikan beberapa aturan dalam menyimpan ASI, sebagai berikut:

  • Sebaiknya simpan ASI dalam porsi kecil sesuai porsi bayi Anda dalam sekali minum, mungkin ¼ sampai ½ cangkir.
  • Beri label tanggal pemerahan susu untuk memudahkan Anda dalam mengontrol stok ASI. 
  • ASI yang didinginkan atau dibekukan akan berubah warna, namun itu normal. 
  • ASI beku yang dicairkan akan berubah aroma juga, berbau seperti sabut, namun tetap aman digunakan. 

Bagaimana Cara Mencairkan ASI Perah?

Berikut ini cara mencairkan atau menghangatkan ASI setelah didinginkan: 

  • Gunakan stok ASI paling lama untuk segera digunakan. 
  • Jangan memanaskan ASI dingin atau beku langsung menggunakan microwave atau panci di kompor karena akan merusak struktur dan nutrisi ASI. 
  • Cukup keluarkan ASI dari kulkas dan biarkan menjadi adem dalam suhu kamar. ASI tersebut aman dikonsumsi dalam 24 jam setelah dicairkan. 
  • Kocok ASI terlebih dulu untuk mencampurkan lemak susu yang mungkin terpisah dalam proses pendinginan. 
  • Jangan membekukan kembali ASI setelah dicairkan.
  • Jika bayi tidak menghabiskan susu, sisa ASI masih bisa digunakan dalam waktu 2 jam setelah bayi selesai menyusu. Setelah 2 jam, sisa ASI harus dibuang.

Bayi Anda bisa minum ASI dalam suhu dingin atau suhu kamar tanpa perlu menghangatkannya lagi. Bila Anda lebih suka susu hangat, berikut ini cara menghangatkan ASI yang disimpan: 

  • Keluarkan ASI dari kulkas dan tunggu beberapa saat sampai suhu ASI menurun. 
  • Jangan merebus ASI secara langsung. 
  • Panaskan air dan masukan ASI dalam wadah (botol atau kantong) ke air hangat selama beberapa menit. 
  • Anda juga bisa mengaliri botol ASI dengan air hangat. 
  • Sebelum memberikannya pada bayi, pastikan suhunya sudah pas untuk bayi. 

Itulah cara mendinginkan atau menghangat ASI. Perlu diingat bahwa Anda tidak boleh merebus ASI secara langsung dan perhatikan lama penyimpanan ASI. 

Ciri-Ciri ASI Basi 

Berikut ini ciri-ciri ASI basi: 

  • Aroma. ASI memiliki bau asam atau bau tidak segar. 
  • Warna. Normal bila ASI dingin/beli berwarna putih pucat, kuning, kebiruan, atau sedikit jingga. 
  • Tekstur. Kocok ASI sebelum digunakan. Bila lapisan lemak dan susu tidak bisa tercampur, itu tanda bahwa ASI basi. 
  • Rasa. ASI basi memiliki rasa asam dan tengik. 

Itulah pembahasan lengkap tentang cara penyimpanan ASI. Semoga artikel memberi informasi tambahan untuk Bunda dalam memberikan ASI terbaik untuk si Kecil. 

 

  1. CDC. 2020. Proper Storage and Preparation of Breast Milk. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  2. DiMaggio, Dina, MD, FAAP. 2020. Tips for Freezing & Refrigerating Breast Milk. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  3. Madel. 2020. How to store, freeze and thaw breast milk. https://www.medela.com/breastfeeding/mums-journey/storing-and-thawing-breast-milk. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  4. Mayo Clinic. 2020. Breast milk storage: Do’s and don’ts. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  5. Mom Loves Best. 2020. How to Tell if Your Breast Milk’s Gone Bad. https://momlovesbest.com/feeding/breast-pumps/breast-milk-gone-bad. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  6. Pearl, Elana Ben-Joseph, MD. 2020. Breastfeeding FAQs: Safely Storing Breast Milk. https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-storing.html. (Diakses pada 20 Januari 2021). 
  7. Women’s Health. 2020. Pumping and storing breastmilk. https://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-storing-breastmilk. (Diakses pada 20 Januari 2021). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi