6 Cara Penanganan Disfungsi Ereksi yang Banyak Dicoba Pria

doktersehat obat untuk impotensi

DokterSehat.Com – Sekali terkena disfungsi ereksi, kehidupan seksual pria akan mengalami penurunan. Mereka tidak bisa melakukan seks dengan sempurna. Bahkan, untuk sekadar melakukan penetrasi saja pria sering gagal. Kondisi ini membuat pria jadi mengalami depresi dan kecemasan yang cukup akut.

Nah, agar kecemasan terkait dengan disfungsi ereksi ini tidak terjadi, beberapa pria sering menggunakan obat atau metode tertentu. Beberapa obat mungkin memberikan efek instan, tapi juga ada efek sampingnya. Selanjutnya, metode penanganan lain mungkin berguna, tapi butuh proses yang panjang. Berikut beberapa cara penanganan disfungsi ereksi yang banyak dicoba oleh pria.

1. Mengonsumsi obat kuat

Cara mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah mengonsumsi obat kuat. Jenis obat kuat yang dikonsumsi ada yang berjenis herba atau obat kimia. Semuanya diharapkan bisa membuat penis mudah ereksi dengan sempurna.

Sayangnya aneka obat untuk mengatasi impotensi ini selalu mengandung efek samping yang berbahaya. Salah satu efek samping dari obat seperti Viagra atau Cialis adalah meningkatkan tekanan darah hingga gangguan penglihatan.

2. Menurunkan berat badan dengan pola makan

Tahu kah Anda kalau hanya dengan mengatur pola makan dengan baik saja, lemak di dalam tubuh bisa dikurangi? Coba atur kebutuhan nutrisi harian sesuai dengan kebutuhan. Kalau memang sedang obesitas, batasi kalori harian disertai dengan olahraga..

Kalau Anda tidak mengatur pola makan dengan baik, meski olahraga sekali pun, perkembangannya tidak akan berjalan cepat. Selalu perhatikan apa yang Anda makan setiap hari dan akan lebih baik kalau mengukurnya dengan tepat.

3. Menurunkan stres yang berlebihan

Terkadang pria mengalami gangguan ereksi bukan karena ada gangguan pada penisnya, tapi terlalu stres. Pria yang memiliki banyak tekanan pada tubuhnya akan mengalami penurunan libido. Kemampuan seksualnya akan menurun cukup besar.

Selain stres karena pekerjaan atau masalah lainnya, kecemasan saat seks juga bisa memicu kondisi ini. Coba turunkan stres dengan melakukan pelesir atau berkomunikasi intens dengan pasangan.

4. Menggunakan vakum penis

Beberapa pria sering menggunakan vakum penis sebelum berhubungan badan. Vakum penis ini digunakan untuk mengalirkan darah dengan sempurna ke area penis. Tekanan yang kuat akan memaksa darah mengalir dan pembuluh darah membesar. Pasca sesi pemompaan, penis akan mudah ereksi dan keras.

Cara ini mungkin bisa memberikan kepuasan seksual pada pria. Namun, ada efek samping yang bisa dialami oleh mereka. Efek samping itu adalah kerusakan penis akibat terkanan yang terlalu kuat.

5. Menggunakan cincin penis

Kondisi disfungsi ereksi juga terjadi pada pria muda meski tidak cukup akut. Biasanya pria bisa mendapatkan ereksi, tapi susah mempertahankannya. Nah, untuk mempertahankan ereksi yang sempurna ini pria menggunakan cincin penis. Cincin ini akan menekan pangkal penis sehingga darah tidak akan mudah kembali lagi sehingga penis lembek.

6. Olahraga yang rutin

Olahraga sangat penting untuk semua pria, tidak hanya yang sedang mengalami gangguan ereksi saja. Olahraga harus dilakukan karena pria butuh peredaran darah yang lancar untuk ereksi yang sempurna. Gangguan peredaran darah bisa membuat pria susah ereksi hingga ada gangguan kardiovaskular lainnya.

Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau jogging ringan. Kalau Anda ada waktu dan memiliki dana lebih, coba ikut program di tempat gym untuk memperkuat otot dan menunjang pembakaran lemak.

Nah, dari enam cara di atas, kira-kira mana yang cukup umum di kalangan masyarakat pria Indonesia? Mari jaga kesehatan tubuh dengan maksimal agar kemampuan penis tidak terganggu.