Terbit: 17 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Penting bagi para ibu baru untuk mengetahui cara menyusui yang benar. Menyusui bayi adalah tahap selanjutnya yang akan dijalani oleh para ibu setelah mengandung dan melahirkan. Teknik menyusui yang tepat akan membantu anak untuk mendapatkan ASI yang cukup dan menyusu dengan tenang. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

10 Cara Menyusui yang Benar (Ibu Baru Harus Tahu)

Cara Menyusui yang Benar

Meski menyusui nampaknya adalah kegiatan yang terlihat mudah, aktivitas ini sebenarnya membutuhkan keterampilan khusus. Menyusui bisa menjadi lebih mudah jika Anda sudah mengetahui teknik-teknik dan sering mempraktikkannya.

Pada dasarnya, posisi menyusui terbaik memungkinkan bayi untuk mengunci payudara dengan baik dan nyaman, tidak membuat otot tegang, mengurangi rasa sakit, dan risiko cedera puting. Berikut ini adalah berbagai cara menyusui yang benar, di antaranya:

1. Cradle Hold

Cradle hold adalah posisi menyusui yang paling klasik. Cara menyusui yang benar ini dilakukan dengan menempatkan perut bayi ke tubuh ibu. Cara ini dilakukan dengan:

  • Gendong bayi dengan menempatkan perutnya menghadap perut ibu.
  • Arahkan lengannya berada di sisi payudara tempat menyusui.
  • Jaga agar kepala bayi sejajar dengan bagian tubuh lainnya untuk menghindari tegang leher.
  • Gunakan bantal menyusui atau sandaran tangan untuk menopang siku agar pegangan lebih nyaman.

Bagi beberapa wanita, cara menyusui bayi ini sulit dilakukan terutama pada bayi yang baru lahir atau bayi yang tumbuh terlalu besar.

2. Cross-Cradle Hold

Cara menyusui yang benar berikutnya adalah dengan cross-cradle. Cara ini biasanya merupakan teknik terbaik yang bisa digunakan untuk bayi yang baru lahir. Seorang ibu akan menopang bayi dengan lengan berlawanan pada payudara tempat bayi menyusu. Cara ini dilakukan dengan:

  • Pegang bayi sejajar dengan perut, pastikan punggung dan posisi leher sejajar.
  • Raih punggung bayi dan kepala dengan tangan Anda, biarkan bagian bawahnya bersandar di lekukan lengan.

Meski cara menyusui ini sulit dilakukan pada tahap awal, cara ini memungkinkan ibu lebih banyak mengontrol posisi bayi.

3. Reclining 

Posisi menyusui bayi ini bisa merangsang refleks makan naluriah bayi. Cara ini memungkinkan wanita untuk menyusui dari posisi yang nyaman. Posisi ini bisa sangat berguna bagi ibu yang mengalami nyeri otot atau baru pulih dari operasi caesar. Cara ini dilakukan dengan:

  • Temukan posisi berbaring nyaman yang menopang kepala dan leher Anda. Bayangkan menonton TV atau membaca buku sambil berbaring.
  • Posisikan kepala bayi setinggi dada.
  • Pastikan tidak ada yang menutupi hidung bayi dan lehernya tidak miring.

Beberapa wanita meletakkan bayi dalam posisi tegak, sementara wanita lain merasa lebih nyaman dengan bayi yang bersandar pada lengan yang tertekuk.

4. Sitting Baby

Jika anak Anda sudah memiliki kemampuan untuk menopang kepalanya, menyusui bayi bisa dilakukan dalam posisi duduk. Posisi ini berfungsi dengan baik saat Anda bepergian. Jika bayi menggeliat ketika merasa terganggu, hal ini bisa menandakan bahwa anak menyukai posisi ini. Cara menyusui yang benar dilakukan dengan:

  • Duduklah dalam posisi tegak dan dukung bayi untuk duduk. Bayi yang lebih muda dapat bersandar di lengan yang sedikit tertekuk untuk menopang tubuhnya.
  • Bayi yang lebih tua bisa duduk dengan lebih baik, dengan kaki melilit di kedua sisi perut ibu.
  • Terus latih punggung dan leher bayi sampai anak bisa duduk tanpa bantuan.
  • Pastikan leher dan punggung bayi lurus dan sejajar.
  • Pastikan tidak ada yang menutupi hidung bayi.

5. Side-Lying

Side-lying adalah posisi menyusui yang ideal untuk wanita yang baru pulih dari operasi dan untuk wanita kelelahan menyusui di malam hari. Ibu yang tidur bersama bayi cenderung menggunakan posisi ini. Beberapa ibu sulit untuk melakukan posisi ini karena bayi yang baru lahir sangat kecil, sehingga kesulitan untuk berbaring miring. Cara menyusui yang benar dilakukan dengan:

  • Berbaringlah di satu sisi dan menghadap bayi.
  • Tempatkan bayi agar hidungnya dekat dengan puting susu Anda.
  • Dukung punggungnya dengan lengan bawah.
  • Beberapa bayi merasa lebih mudah untuk menyusui dari payudara atas, sementara yang lain lebih mudah mencapai payudara yang paling dekat dengan tempat tidur.

Cara paling aman untuk menyusui dalam posisi berbaring miring adalah dengan menyingkirkan semua bantal dan selimut yang ada di sekitar bayi. Usahakanlah untuk tidak tertidur sebelum Anda mengembalikan bayi pada posisi yang tepat.

6. Clutch Hold

Cara menyusui ini cocok diterapkan pada wanita yang baru pulih dari operasi caesar atau mengalami rasa sakit setelah melahirkan. Posisi ini juga pilihan yang baik bagi ibu yang ingin menyusui secara bersamaan. Cara ini dipercaya oleh banyak ibu dapat membuat pegangan lebih kuat dan mengurangi frustasi yang terkait dengan Letdown reflex yang kuat.

Cara menyusui yang benar dilakukan dengan:

  • Letakkan bantal di satu sisi tubuh Anda atau kedua sisi jika menyusui dua bayi. Bantal digunakan untuk menopang tubuh bayi.
  • Pegang bayi menghadap ke atas dengan kepala dekat payudara.
  • Sejajarkan kepala, leher, dan punggung bayi untuk menopangnya dengan lengan dan telapak tangan.
  • Gendong bayi di sisi dengan kaki terselip di bawah lengan.

7. Koala Hold

Posisi ini sering kali merupakan posisi menyusui yang paling nyaman bagi bayi yang menderita gangguan asam lambung atau infeksi telinga. Cara menyusui yang benar dengan posisi ini dilakukan dengan bayi duduk mengangkangi paha atau pinggul, dengan tulang belakang dan kepala tegak saat menyusu.

8. Dangle Feeding

Posisi menyusui ini mengharuskan bayi telentang, sementara Anda membungkuk sambil mengarahkan puting ke mulutnya. Kondisi ini umum dilakukan jika seorang ibu mengalami mastitis (peradangan pada jaringan payudara).  Anda mungkin perlu menggunakan bantal untuk menopang diri sendiri sehingga Anda tidak perlu merenggangkan punggung atau bahu.

9. Menyusui Dalam Gendongan

Menyusui bayi di dalam gendongan bisa terasa nyaman ketika Anda melakukannya di luar ruangan. Posisi ini juga bisa membuat ibu melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan lainnya. Cara ini sebaiknya dilakukan jika bayi sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri. Pastikan bahwa Anda dapat melihat wajahnya dan dagu tidak menempel pada bagian dadanya.

10. Double Rugby Ball Hold

Cara menyusui bayi ini juga dikenal dengan sebutan double clutch. Posisi ini adalah cara yang baik untuk anak kembar karena ibu dapat menyusuinya secara bersama-sama. Anda mungkin perlu menggunakan bantal yang dirancang khusus untuk melakukan teknik ini.

Nah, itulah berbagai cara menyusui bayi yang bisa Anda coba. Pada dasarnya, posisi yang tepat untuk menyusui bisa berubah seiring waktu. Cobalah berbagai posisi yang berbeda, meski beberapa posisi pada awalnya terasa canggung, dengan rutin melakukannya hal itu dapat menjadi lebih mudah dan nyaman. Jika Anda ragu untuk melakukan beberapa cara di atas, konsultasi dengan konselor laktasi atau dokter kandungan.

 

  1. Anonim. 11 different breastfeeding positions. https://www.medela.com/breastfeeding/mums-journey/breastfeeding-positions. (Diakses pada 17 April 2020).
  2. Villines, Zawn. 2019. What are the best positions for breastfeeding?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322984. (Diakses pada 17 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi