Terbit: 5 Agustus 2020 | Diperbarui: 9 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terdapat berbagai cara menyapih anak yang bisa dilakukan ibu. Namun, menyapih adalah proses yang membutuhkan kesabaran kedua orang tua. Perlu Anda ketahui, bahwa anak perlu waktu dengan kebiasaan baru yang dilakukannya. Lantas, bagaimana agar fase ini mudah untuk dilalui? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

12 Cara Menyapih Anak (Efektif dan Tidak Membuat Rewel)

Cara Menyapih Anak yang Efektif dan Tanpa Paksaan

Sebelum menjelaskan mengenai teknik menyapih bayi, hal penting yang harus dipahami oleh orang tua adalah saat bayi berusia di atas 6 bulan, pada umumnya ia harus mulai mencoba kombinasi makanan padat dan ASI.

Namun, ada juga beberapa ibu yang mulai untuk menyapih setelah usia satu tahun. Pada usia ini, bayi mulai berjalan, berbicara, dan makan lebih banyak makanan padat. Jadi secara alami anak mungkin kehilangan minat untuk minum ASI.

Berikut adalah berbagai cara menyapih anak yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Membatasi Aktivitas Menyusui

Saat anak mulai memasuki fase menyapih, terkadang hal ini menjadi masa yang emosional bagi ibu dan anak. Agar hal ini berjalan dengan lancar, cobalah tawarkan anak botol susu ketika ia mulai menunjukkan tanda-tanda ingin menyusui.

Anda dapat mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi (jika anak setidaknya berumur satu tahun).  Mengurangi menyusu langsung dari payudara selama beberapa minggu dapat memberi anak waktu untuk menyesuaikan diri. Suplai ASI juga bisa berkurang dengan cara ini.

2. Mempersingkat Waktu Menyusui

Cara menyapih anak berikutnya bisa dimulai dengan membatasi berapa lama anak berada di payudara. Misalnya, jika anak biasanya menyusui selama 10 menit, saat Anda ingin mulai menyapih pangkas waktu menjadi 5 menit.

3. Mengalihkan Perhatian

Guna memudahkan masa transisi dari payudara ke botol, cobalah menaruh beberapa tetes ASI di bibir atau lidahnya sebelum memasukkan puting susu ke dalam mulutnya. Anda juga dapat mencoba memberinya sedikit ASI dalam botol beberapa jam setelah menyusui—tetapi sebelum anak lapar—karena bisa membuatnya tidak sabar dan frustrasi.

Cobalah untuk mengantisipasi kapan anak mulai menyusui. Misalnya, selama waktu makan rutin, tawarkanlah camilan atau mainan favorit sebagai gantinya.

4. Melakukannya Secara Bertahap

Salah satu tips paling membantu untuk menyapih adalah mengurangi asupan ASI dalam sehari, bukan sekaligus menghilangkannya. Misalnya, cobalah hilangkan pemberian ASI waktu tidur siang. Jika berjalan lancar cobalah di waktu pagi. Apabila kedua cara ini berhasil, biasanya Anda harus memberinya makan di malam hari.

5. Meluangkan Waktu untuk Berpelukan

Banyak anak yang menyusui karena faktor kenyamanan, sehingga saat Anda menyapih, pastikan Anda memiliki waktu berpelukan yang cukup. Agar anak semakin nyaman saat menyapih bawa mainan-mainan favoritnya.

6. Memastikan Anak Tidak Kenyang dengan ASI

Mulailah dengan membatasi asupan ASI kemudian cobalah tawarkan makanan padat, hal ini diperlukan agar bayi tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang hanya dengan satu asupan saja. Pastikan bahwa bayi tidak geram karena Anda mengeluarkan mulutnya dari payudara.

7. Menyiapkan Makanan yang Mudah Dicerna

Mulailah dengan sesuatu yang sangat mudah dicerna seperti nasi tim bayi. Agar bayi tidak asing dengan rasanya, Anda bisa menambahkannya dengan ASI atau susu formula. Jika anak mulai menikmati makanan padat cobalah beralih mengonsumsi apel, pir, wortel, atau kentang.

Jangan khawatir jika anak memegang makanan di mulutnya atau meludahkannya. Ini adalah pengalaman baru baginya dan anak harus terbiasa dengan rasa makanan di mulutnya. Mengisap adalah refleks alami, tetapi menelan makanan padat adalah sesuatu yang perlu dipelajari bayi.

8. Kenalkan Berbagai Rasa

Cara menyapih anak yang harus menjadi perhatian orang tua adalah mengenai selera anak terhadap makanan tertentu. Pada awal-awal masa menyapih, coba berikan satu atau dua rasa baru setiap hari.

Saat bayi menunjukkan kesukaannya pada makanan tertentu, kenalkan makanan baru padanya. Setelah itu Anda bisa mulai mencampur makanan yang berbeda-beda untuk membuat pure bayi.

9. Mengenali Tingkah Lakunya

Agar proses menyapih berjalan lancar, Anda harus membaca gerak-gerik tubuhnya. Misalnya, jika anak menggerakan hidungnya atau mengacuhkan wajahnya saat Anda memberikan makanan tertentu, jangan memaksanya untuk menghabiskannya. Namun Anda juga tidak boleh menyerah, selera bayi berubah dan berkembang hari demi hari.

10. Melakukan Aktivitas yang Membuatnya Senang

Setiap anak menyukai aktivitas-aktivitas menyenangkan di luar ruangan, oleh karena itu saat Anda baru mulai menyapih, cobalah berikan makanan dilakukan sambil berjalan-jalan. Libatkan anak dalam kegiatan bermain yang menyenangkan.

11. Menunda Penyapihan

Meski cara menyapih anak ini terlihat bertolak belakang, hal diperlukan jika terjadi beberapa perubahan pada si kecil. Misalnya, mencoba menyapih saat gigi anak sedang tumbuh bukanlah ide yang baik.

12. Hindari Kebiasaan yang Sama saat Menyusui

Banyak ibu tidak menyadari bahwa kebiasaan tertentu yang dilakukan ketika menyusui tertanam di benak bayi. Agar proses menyapih berjalan lancar, hindari tempat hingga pakaian yang biasa digunakan untuk menyusui.

Nah, itulah berbagai cara menyapih yang bisa Anda coba lakukan.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Menyapih Menjadi Sesuatu yang Sulit?

Jika Anda sudah mencoba segala cara dan tidak ada yang berhasil, mungkin waktunya tidak tepat. Cobalah perhatikan apakah anak Anda sakit? Bayi bisa menyusui lebih sering ketika merasa tidak enak badan.

Selain itu, apakah rumah tangga Anda mengalami perubahan besar, seperti pindah rumah atau bercerai? Beberapa kondisi tertentu bisa membuat menyapih lebih sulit. Bahkan, melalui tahap perkembangan baru dapat membuat anak sulit untuk disapih.

Meski begitu, Anda tidak boleh menyerah untuk menyapih, cobalah di waktu lain. Cepat atau lambat fase itu akan terjadi.

 

  1. Anonim. Weaning Your Child. https://kidshealth.org/en/parents/weaning.html. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  2. Anonim. 8 Tips For Weaning Your Baby. https://www.medela.us/breastfeeding/articles/8-tips-for-weaning-your-baby. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  3. Lawson, Sara. 10 tips for successful weaning. https://www.madeformums.com/baby/10-tips-for-successful-weaning/. (Diakses pada 5 Agustus 2020).
  4. Stewart, Darienne Hosley. Weaning: When and how to stop breastfeeding. https://www.babycenter.com/0_weaning-when-and-how-to-stop-breastfeeding_3272.bc. (Diakses pada 5 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi